Manfaat lada untuk tubuh salah satunya bisa cegah kanker
Manfaat lada untuk tubuh ada beragam

Selain sebagai salah satu rempah andalan untuk menyedapkan makanan, lada atau yang sering juga disebut sebagai merica rupanya juga bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat lada ini didapatkan dari beberapa kandungan yang ada di dalamnya, terutama piperine.

Tahukah Anda jika lada hitam dan lada putih sebenarnya berasal dari tanaman yang sama? Sehingga keduanya pun sama-sama mengandung piperine yang dinilai berkhasiat.

Perbedaan lada hitam dan lada putih terletak pada pengolahannya. Lada hitam dibuat dengan memasak biji lada mentah yang sudah dikeringkan, sedangkan lada putih dibuat dengan memasak dan mengeringkan biji lada yang sudah matang di pohon.

Manfaat lada untuk kesehatan

Selain piperine, baik lada hitam maupun lada putih juga mengandung berbagai mineral yang baik untuk tubuh seperti kalsium, zat besi, dan kalium. Tak ketinggalan, kandungan vitamin yang ada di dalam lada juga baik untuk kesehatan, seperti vitamin C pada lada putih dan vitamin A pada lada hitam.

Lebih lanjut, berikut ini manfaat lada untuk kesehatan yang bisa didapatkan.

1. Melegakan pernapasan

Lada atau merica adalah dekongestan alami. Artinya, rempah ini bisa mengencerkan lendir penyebab hidung tersumbat sehingga lebih mudah dikeluarkan. Jadi, saat Anda sedang flu, mengonsumsi sup ayam hangat yang dibubuhi sejumput lada sudah bisa membantu melegakan pernapasan yang tersumbat.

2. Membantu cegah kanker

Kandungan piperine yang ada di dalam lada dinilai berpotensi dalam mencegah kanker, terutama kanker payudara. Manfaat lada yang satu ini pun dianggap akan meningkat saat dipasangkan dengan kunyit, rempah yang juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

3. Menurunkan gula darah

Pada penelitian yang dilakukan menggunakan hewan uji, kandungan piperine terbukti dapat membantu menurunkan gula darah. Uji coba ini dilakukan dengan membandingkan kadar gula darah hewan diabetes yang diberi obat diabetes metformin dan yang diberi campuran metformin serta piperine.

Hasilnya, obat diabetes yang dikombinasikan dengan piperine menunjukkan efek lebih signifikan untuk gula darah.

4. Meredakan radang sendi

Manfaat lada lainnya adalah meredakan radang sendi atau arthritis. Manfaat ini bisa didapatkan dari piperine dengan sifat antiradang atau antiinflamasi, yang telah dibuktikan melalui penelitian menggunakan hewan uji.

Melihat hasil yang menjanjikan tersebut, maka penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan efeknya langsung pada manusia.

5. Baik untuk kesehatan otak

Ekstrak lada hitam dinilai mampu meredakan gejala penyakit gangguan fungsi otak seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson. Kesimpulan ini didapatkan dari penelitian yang dilakukan pada hewan uji dan masih butuh penelitian lanjutan yang lebih luas.

6. Bantu turunkan kolesterol

Lada, terutama lada hitam dinilai berpotensi untuk membantu menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Manfaat ini lagi-lagi didapatkan dari penelitian menggunakan hewan uji yang diberikan ekstrak lada hitam. Selain itu, piperine di dalam lada pun disebut dapat mempercepat penyerapan komponen-komponen yang dapat berperan untuk menurunkan kolesterol.

7. Manfaat lainnya

Secara tradisional, lada juga sudah sering digunakan untuk meredakan berbagai gangguan di tubuh, seperti:

Namun sejauh ini belum ada penelitian yang melihat lebih jauh mekanismenya secara ilmiah.

Adakah efek samping mengonsumsi lada?

Sejauh ini penggunaan lada atau merica dianggap aman, termasuk jika dikonsumsi oleh ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Namun pada beberapa orang, rempah ini bisa menyebabkan alergi, jantung berdebar, dan pusing. Jumlah lada yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan, terutama pada anak-anak.

Apabila muncul tanda-tanda alergi setelah mengonsumsi lada, seperti gatal, sesak napas, dan bentol-bentol, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan. 

Lada juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan oleh orang yang memiliki gangguan pembekuan darah karena rempah yang satu ini dapat memperlambat waktu penggumpalan darah. Itulah alasannya biasanya Anda akan disarankan oleh dokter untuk berhenti mengonsumsi terlalu banyak lada sejak dua minggu sebelum operasi.

Anda tidak disarankan untuk menggunakan lada sebagai bahan pengobatan utama, karena penelitian klinis masih perlu terus dilakukan untuk memastikan manfaat lada di atas. Apabila ingin menggunakan lada sebagai pengobatan alternatif, pahami terlebih dahulu risiko yang bisa muncul dan bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170931/nutrients
Diakses pada 4 Mei 2020

USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170933/nutrients
Diakses pada 4 Mei 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26941537
Diakses pada 4 Mei 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19327174
Diakses pada 4 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/black-pepper-benefits#3.-May-benefit-your-brain-
Diakses pada 4 Mei 2020

Health. https://www.health.com/mind-body/what-pepper-can-do-for-you?slide=e0d2e683-6319-4651-93a9-fbc15c0f9723#e0d2e683-6319-4651-93a9-fbc15c0f9723
Diakses pada 4 Mei 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1529/white-pepper
Diakses pada 4 Mei 2020

Artikel Terkait