Jangan Langsung Dibuang, Ini Manfaat Kulit Melinjo yang Unik

Manfaat kulit melinjo dipercaya mampu menurunkan asam urat
Kulit melinjo ternyata punya banyak manfaat yang tak terduga

Tidak sedikit orang yang membuang kulit melinjo ketika memakan biji-bijian yang satu ini. Padahal, manfaat kulit melinjo bagi kesehatan tidak bisa diremehkan, bahkan sayang jika Anda lewatkan begitu saja.

Melinjo (Gnetum gnemon) adalah tanaman yang berasal dari Asia Pasifik dan Asia Barat, namun sudah banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. Tanaman melinjo pun terbilang cukup produktif mengingat bisa menghasilkan biji melinjo sebanyak 80-100 kg setiap panen.

Di Indonesia, olahan melinjo yang paling terkenal adalah emping yang terbuat dari biji melinjo yang ditumbuh, dikeringkan, kemudian digoreng. Sementara kulit melinjo biasanya hanya dijadikan sebagai tumisan, dicampurkan ke sayur berkuah, atau bahkan dibuang begitu saja.

Kulit melinjo dapat menurunkan asam urat

Percayakah Anda jika ada yang mengatakan salah satu manfaat kulit melinjo adalah membantu menurunkan asam urat? Anda mungkin menganggapnya sebagai hoaks, namun faktanya kulit melinjo memang mengandung senyawa bioaktif yang dapat menstabilkan kadar asam urat di dalam tubuh.

Senyawa bioaktif yang dimaksud adalah zat antioksidan yang mampu bertindak seperti obat asam urat jenis urikostatik, yakni allopurinol. Obat ini bekerja dengan menghambat kerja enzim xantin oksidase yang menyebabkan penumpukan asam urat dan kemudian mengakibatkan munculnya radang sendi kronis.

Berdasarkan sebuah penelitian dari Institut Pertanian Bogor, pemberian ekstrak kulit melinjo dosis 450 mg/kg bb dan 900 mg/kg bb lebih efektif dibandingkan dengan allopurinol dosis 90 mg/kg bb. Persentase penurunan kadar asam urat yang dihasilkan oleh ekstrak kulit melinjo tersebut masing-masing sebesar 50% dan 54,62 persen.

Belum lagi, manfaat kulit melinjo yang satu ini bisa Anda dapatkan relatif tanpa efek samping. Sementara konsumsi allopurinol sebagai obat sintesis mungkin menimbulkan efek negatif sampingan, seperti demam, menggigil hingga gangguan saluran pencernaan.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa biji dan kulit melinjo bersifat saling melengkapi. Biji melinjo terbukti mengandung purin yang tinggi sehingga akan menaikkan kadar asam urat, sedangkan kulit melinjo mengandung antioksidan yang dapat menurunkannya kembali.

Kandungan dan manfaat kulit melinjo lainnya

Selain menurunkan kadar asam urat, manfaat kulit melinjo lain yang dapat Anda rasakan terdapat pada kandungan nutrisinya yang lain. Sebuah penelitian mengungkap kulit melinjo mengandung berbagai komponen atau senyawa, seperti beta karoten, fenolik, flavonoid, vitamin C, dan antioksidan.

Selain itu, kulit melinjo juga mengandung mangan, tembaga, zat besi, zinc, dan potasium. Berdasarkan kandungan tersebut, berikut manfaat kulit melinjo lain yang dapat Anda nikmati:

  • Menurunkan risiko Anda terkena penyakit kronis yang disebabkan oleh paparan radikal bebas, seperti kanker, sakit jantung, penuaan dini, kolesterol tinggi, dan penyempitan pembuluh darah. Manfaat kulit melinjo ini datang dari kandungan antioksidannya.
  • Menyehatkan otak karena mangan dapat meningkatkan efektivitas kerja sistem saraf pada otak sehingga Anda terhindar dari julukan si lemot.
  • Mendukung pertumbuhan karena kandungan mangan memberi manfaat kulit melinjo berupa penguatan tulang, sistem saraf, dan kardiovaskular.
  • Membantu penyerapan nutrisi lainnya karena kulit melinjo mengandung zat besi yang cukup banyak.
  • Mencegah infeksi kulit mengingat kulit melinjo juga mengandung zinc yang dapat meningkatkan fungsi sel darah putih sebagai penyembuh di dalam tubuh.

Kulit melinjo paling sering dikonsumsi dalam bentuk tumisan dengan tambahan garam dan bumbu aromatik agar meningkatkan kualitas rasanya. Padahal, cara terbaik untuk mendapatkan manfaat kulit melinjo di atas adalah dengan memilih kulit melinjo muda, kemudian langsung dimakan dalam kondisi mentah atau direbus hanya sebentar.

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/320298951_PEMANFAATAN_LIMBAH_KULIT_BUAH_MELINJO_Gnetum_gnemon_L_SEBAGAI_ADSORBEN_LOGAM_BERAT_Pb_TIMBAL
Diakses pada 16 Desember 2019

Institut Pertanian Bogor. https://repository.ipb.ac.id › jspui › bitstream
Diakses pada 16 Desember 2019

Health Benefits Times. https://www.healthbenefitstimes.com/melinjo/
Diakses pada 16 Desember 2019

Artikel Terkait