Kolostrum dan Berbagai Manfaatnya untuk Bayi Baru Lahir

(0)
15 Jul 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kolostrum perlu segera diberikan kepada bayi baru lahirKolostrum sebaiknya dengan cepat diberikan kepada bayi baru lahir
Kolostrum perlu Anda ketahui seluk-beluknya. Sebab, ini adalah asupan terbaik bagi bayi pada hari-hari pertama kelahirannya.Nantinya, jika bayi segera diberikan asupan nutrisi ini, hal ini akan berguna bagi tumbuh kembang Si Kecil.

Apa itu kolostrum?

Kolostrum adalah kandungan ASI pertama yang diproduksi oleh kelenjar susu. Ini merupakan ASI yang keluar selama beberapa hari pertama setelah melahirkan. Dalam hal ini, kandungan ini juga diberikan pada ASI eksklusif.

Bagaimana ciri-ciri kolostrum?

Kolostrum adalah ASI pertama yang berwarna kuning keemasan
Selain pengertian di atas, kolostrum adalah air susu yang juga mempunyai warna bening, kuning keemasan, atau oranye. Sebab, ada kandungan beta karoten yang tinggi.Tekstur zat ini juga cenderung lebih kental daripada ASI yang akan keluar selanjutnya. Indikator warna ASI pertama kali keluar juga salah satu ciri ASI berkualitas.Asupan ini terkadang bercampur dengan sedikit darah yang berasal dari saluran susu sehingga berwarna merah, merah muda, atau cokelat. Selain itu, ditemukan imunoglobulin yang berguna untuk kekebalan tubuh bayi.Meski ibu menyusui hanya bisa memproduksi sedikit, jumlah ini tersebut mampu mencukupi kebutuhan bayi karena mengandung banyak nutrisi. World Health Organization (WHO) menganjurkan seluruh ibu yang melahirkan untuk segera menyusui bayinya (inisiasi menyusui dini) di satu jam pertama kelahiran. Tujuannya, bayi segera mendapat kandungan pada ASI perdananya. Dalam kondisi tertentu, bahkan ibu mungkin perlu memerah ASI pertamanya untuk menunjang kebutuhan asupan si kecil.

Kapan kolostrum keluar?

Meski keluar setelah melahirkan, kolostrum diproduksi saat hamil
Sebenarnya, saat ingin mengetahui kapan ASI keluar pertama kali, perlu dipahami jika ini diproduksi sejak usia kehamilan menginjak 3-4 bulan. Terkadang, pada saat hamil, terutama di minggu-minggu terakhir kehamilan, air susu jenis ini sedikit menetes keluar sehingga secara tidak sadar. Dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir, Anda bisa mengeluarkan kandungan ini sekitar 2 sendok makan atau 30 ml. Sementara, pada hari kedua dan ketiga, Anda bisa mengeluarkan sekitar lebih dari 4 sendok makan atau 60 ml.Namun, zat ini akan berhenti keluar setelah terjadinya pergantian menjadi air susu ibu biasa (fase transisi), tepatnya antara hari kedua hingga hari kelima kelahiran bayi. Namun, terkadang, pada fase ini, masih ada campuran kolostrum dalam ASI hingga sekitar 6 minggu.Semakin meningkatnya nafsu makan bayi, maka jenis ASI ini akan diganti dengan persediaan ASI biasa yang berlimpah. ASI biasa memiliki warna yang lebih putih dan cair. Selain itu, jumlah yang keluarnya pun lebih banyak. Oleh karena itu, banyaknya ASI biasa yang keluar mampu mencukupi kebutuhan untuk tumbuh kembang bayi.Jika bayi Anda sehat dan tidak prematur, maka tidak perlu menambahkan susu kolostrum. Sementara, apabila bayi Anda prematur, maka Anda mungkin akan terlambat dalam memproduksi ASI. Oleh karena itu, konsultasi pada dokter sangat diperlukan untuk menangani masalah ini.

Apa saja manfaat kolostrum untuk bayi?

Kolostrum terbukti memiliki beragam nutrisi di dalamnya. Inilah manfaat nutrisinya untuk bayi:

1. Asupan yang mudah dicerna

ASI perdana ini menjadi asupan pertama yang sempurna bagi bayi karena lebih tinggi protein, serta rendah lemak, dan gula sehingga lebih mudah dicerna.

2. Kaya akan leukosit (sel darah putih)

Kolostrum mengandung sel darah putih untuk imun bayi
ASI yang diproduksi paling awal ini penuh dengan sel darah putih dan sifat imun lainnya. Karena itu, ini dapat dikatakan sebagai bentuk imunisasi pertama bagi bayi. Ini membantu melindunginya dari infeksi bakteri dan virus.

3. Kaya akan antibodi

Antibodi yang terkandung bermanfaat untuk melindungi bayi dari infeksi pernapasan, perut, dan telinga. Tingginya kadar sekresi imunoglobulin A dalam ASI pertama ini dapat melindungi saluran pencernaan bayi dan membunuh virus serta bakteri. Selanjutnya, bayi pun akan mulai memproduksi antibodi sendiri.

4. Dapat menjadi pencahar alami

Kolostrum mampu melancarkan BAB bayi
Ketika meminum air susu yang pertama, rupanya ini memiliki efek pencahar. Ini membantu bayi baru lahir membersihkan tinja yang menumpuk di ususnya ketika masih di dalam kandungan atau yang biasa disebut meconium.

5. Dapat membantu mengeluarkan bilirubin

Jika bayi BAB setelah konsumsi ASI pertama, meconium pun ikut terbuang. Dalam hal ini, terdapat kandungan bilirubin dalam meconium. Bilirubin diketahui sebagai zat yang dapat menyebabkan penyakit kuning.

6. Kaya akan nutrisi

Kolostrum kaya akan gizi berupa vitamin dan mineral
Nutrisi yang terkandung pada air susu ini di antaranya adalah seng, kalsium, vitamin A, B6, B12, dan K. Nutrisi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

7. Memiliki tingkat kolesterol yang tinggi

ASI yang keluar kali pertama ini mengandung kolesterol yang tinggi. Ini berperan yang penting untuk pertumbuhan sistem saraf bayi yang baru lahir.

8. Membuat bayi tenang

Kolostrum membuat tidur bayi lebih nyenyak
Kandungan protein di dalamnya juga membuat bayi tenang dan tidak rewel sehingga bayi bisa tidur lebih lama.

9. Memperkuat sistem pencernaan bayi

Fase ASI perdana ini berfungsi untuk menghambat enzim tripsin. Oleh karena itu, hal ini bisa berguna sebagai pelindung sel epitel organ pencernaan.Ini pun juga berfungsi menguatkan lambung dan usus bayi. Bayi terbukti akan lebih kuat dari kuman penyebab penyakit yang menempel di lambung dan usus bayi.

10. Mempersiapkan bayi dalam menerima ASI biasa

Kolostrum membuat bayi adaptasi dengan ASI biasa selanjutnya
Jika bayi mengonsumsi ASI pertamanya, tubuhnya mempersiapkan untuk menerima ASI. Oleh karena itu, mereka tidak akan menolak jika diberi ASI biasa nantinya.

11. Sebagai faktor pertumbuhan

Menurut penelitian yang terbit pada jurnal Current Research in Nutrition and Food Science, ASI yang diproduksi kali pertama ini mengandung faktor pertumbuhan.Faktor ini yang berguna untuk menambah massa otot pada bayi. Oleh karena itu, bayi pun bertumbuh lebih besar.Anda harus menyusui bayi sesering mungkin. Ini akan berpengaruh terhadap kesehatan bayi dan persediaan ASI Anda untuk ke depannya. Menyusui dengan intensitas tinggi selama tahap awal dapat mempersiapkan tubuh Anda untuk menghasilkan pasokan ASI yang sehat.

Catatan dari SehatQ

Kolostrum adalah ASI yang pertama kali keluar setelah bersalin. Namun, sebenarnya, jenis ASI ini sudah keluar secara tidak sadar saat kehamilan memasuki usia 3-4 bulan.Jenis ASI tersebut terbukti mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi bayi, mulai dari melancarkan pencernaan hingga meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait jenis ASI ini, konsultasikan dengan dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan segera bawa bayi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menyusuiibu menyusuiproduksi asimanfaat asi
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/colostrum-the-first-breast-milk-431990
Diakses pada Juli 2019
Baby Center. https://www.babycenter.in/a1024513/colostrum-how-does-it-help-my-newborn
Diakses pada Juli 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_making-breast-milk-how-your-body-produces-natures-perfect-ba_8785.bc
Diakses pada Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/78485.php
Diakses pada Juli 2019
Current Research in Nutrition and Food Science. http://www.foodandnutritionjournal.org/volume1number1/colostrum-its-composition-benefits-as-a-nutraceutical-a-review/
Diakses pada 26 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait