Kenali Berbagai Manfaat Kolostrum untuk Bayi yang Baru Lahir

Bayi yang baru lahir perlu segera disusui karena terdapat banyak manfaat kolostrum bagi mereka
Bayi baru lahir perlu segera disusui untuk mendapatkan kolostrum

Apakah Anda pernah mendengar tentang kolostrum? Bagi ibu menyusui, Anda pasti tidak asing dengan istilah ini. Kolostrum perlu Anda diketahui seluk-beluknya karena inilah asupan terbaik bagi bayi pada hari-hari pertama kelahirannya. Untuk mengenal lebih jauh mengenai kolostrum, simak penjelasan komprehensif berikut.

Apakah itu kolostrum?

Kolostrum adalah ASI pertama yang diproduksi oleh kelenjar susu dan merupakan ASI yang keluar selama beberapa hari pertama setelah melahirkan. Ini merupakan asupan pertama bagi bayi Anda setelah lahir ke dunia. Kolostrum mempunyai warna bening, kuning keemasan, atau oranye karena mengandung beta karoten yang tinggi.

Selain itu, tekstur kolostrum juga cenderung tebal ketimbang ASI biasa yang akan keluar selanjutnya. Asupan ini terkadang bercampur dengan sedikit darah yang berasal dari saluran susu sehingga berwarna merah, merah muda, atau coklat.

Meski ibu menyusui hanya bisa memproduksi sedikit kolostrum, jumlah tersebut sudah mencukupi karena mengandung banyak nutrisi. Kolostrum mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam beberapa hari pertama kehidupannya. Badan kesehatan dunia, WHO, menganjurkan seluruh ibu yang melahirkan untuk segera menyusui bayinya di satu jam pertama kelahiran agar sang bayi mendapat kolostrum.

Kapan kolostrum keluar?

Sebenarnya, tubuh mulai memproduksi kolostrum sejak 3-4 bulan kehamilan. Oleh sebab itu, terkadang pada saat hamil terutama di minggu-minggu terakhir kehamilan, kolostrum sedikit menetes keluar sehingga secara tidak sadar bra Anda menjadi sedikit basah.

Dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir, Anda bisa mengeluarkan kolostrum sekitar 2 sendok makan atau 30 ml. Sementara, pada hari kedua dan ketiga, Anda bisa mengeluarkan kolostrum sekitar lebih dari 4 sendok makan atau 60 ml.

Akan tetapi, kolostrum akan berhenti keluar setelah terjadinya pergantian ke ASI biasa (fase transisi), tepatnya antara hari kedua hingga hari kelima kelahiran bayi. Namun, terkadang pada fase ini masih terdapat campuran kolostrum dalam ASI hingga sekitar 6 minggu.

Semakin meningkat nafsu makan bayi, maka kolostrum akan diganti dengan persediaan ASI biasa yang berlimpah. Berbeda dengan kolostrum yang lebih bening dan tebal, ASI biasa memiliki warna yang lebih putih dan cair. Selain itu, jumlah yang keluarnya pun lebih banyak.

Manfaat kolostrum untuk bayi

Pemberian kolostrum untuk bayi memiliki berbagai manfaat yang luar biasa. Manfaat kolostrum untuk bayi, antara lain:

  • Asupan yang mudah dicerna

Kolostrum menjadi asupan pertama yang sempurna bagi bayi karena lebih tinggi protein, serta rendah lemak dan gula sehingga lebih mudah dicerna.

  • Kaya akan leukosit (sel darah putih)

Kolostrum penuh dengan sel darah putih dan sifat imun lainnya sehingga dapat dikatakan sebagai bentuk imunisasi pertama bagi bayi yang dapat membantu melindungi bayi dari infeksi bakteri dan virus.

  • Kaya akan antibodi

Antibodi yang terkandung dalam kolostrum dapat melindungi bayi dari infeksi pernapasan, perut, dan telinga. Tingginya kadar sekresi imunoglobulin A dalam kolostrum dapat melindungi saluran pencernaan bayi dan membunuh virus serta bakteri. Selanjutnya, bayi pun akan mulai memproduksi antibodi sendiri.

  • Dapat menjadi pencahar alami

Kolostrum memiliki efek pencahar yang dapat membantu bayi baru lahir membersihkan tinja yang menumpuk di ususnya ketika masih di dalam kandungan. Segera membuang tinja setelah lahir dapat mengurangi risiko penyakit kuning.

  • Dapat membantu mengeluarkan bilirubin

Kolostrum dapat menjadi pencahar alami yang membantu mengeluarkan kotoran yang ada dalam usus bayi Anda (meconium). Meconium mengandung bilirubin yang dapat menyebabkan penyakit kuning. Efek pencahar pada kolostrum pun dapat membantu mencegah penyakit kuning pada bayi yang baru lahir.

  • Kaya akan nutrisi

Kolostrum kaya akan nutrisi seperti seng, kalsium, vitamin A, B6, B12, dan K. Nutrisi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

  • Memiliki tingkat kolesterol yang tinggi

Kolesterol yang tinggi pada kolostrum memiliki peran yang penting untuk pertumbuhan sistem saraf bayi yang baru lahir.

  • Membuat bayi tenang

Kandungan protein dalam kolostrum dapat membuat bayi tenang dan tidak rewel sehingga bayi bisa tidur lebih lama.

  • Mempersiapkan sistem pencernaan bayi

Menyusui selama tahap kolostrum dapat mempersiapkan tubuh bayi untuk menerima ASI sehingga mereka tidak akan menolak jika diberi ASI biasa nantinya.

Anda harus menyusui bayi sesering mungkin. Ini akan berpengaruh terhadap kesehatan bayi dan persediaan ASI Anda untuk ke depannya. Menyusui dengan intensitas tinggi selama tahap kolostrum dapat mempersiapkan tubuh Anda untuk menghasilkan pasokan ASI yang sehat.

Sedikitnya kolostrum yang keluar mungkin akan membuat Anda berpikir bahwa bayi tidak mendapat cukup ASI selama beberapa hari pertama kelahirannya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena bayi Anda tidak membutuhkan apa pun selain kolostrum Anda karena nutrisinya telah tercukupi.

Jika bayi Anda sehat dan tidak prematur maka tidak perlu menambahkan susu formula pada tahap kolostrum. Sementara, jika bayi Anda prematur maka Anda mungkin akan terlambat dalam memproduksi ASI sehingga konsultasi pada dokter sangat diperlukan untuk menangani masalah ini.

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/colostrum-the-first-breast-milk-431990
Diakses pada Juli 2019

Baby Center. https://www.babycenter.in/a1024513/colostrum-how-does-it-help-my-newborn
Diakses pada Juli 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_making-breast-milk-how-your-body-produces-natures-perfect-ba_8785.bc
Diakses pada Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/78485.php
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed