Manfaat Kol yang Tinggi Kandungan Vitamin K dan Vitamin C

Manfaat kol ternyata bisa membantu dalam melawan beberapa jenis penyakit
Kol termasuk sayuran yang mudah diolah

Kol adalah jenis sayuran yang sangat mudah ditemukan. Sayuran ini masih satu genus dengan brokoli serta kale.

Tanaman kol terdiri dari berbagai jenis bentuk daun dan warna, seperti merah, ungu, putih, dan hijau. Manfaat kol tidak hanya baik sebagai sumber vitamin dan mineral, tapi juga memiliki potensi untuk mengatasi sejumlah penyakit.

Nutrisi kol yang tak boleh diremehkan

Dalam satu mangkuk kol hijau segar (sekitar 89 gram), terkandung nutrisi-nutrisi sebagai berikut:

  • Kalori: 22.
  • Protein: 1 gram.
  • Serat: 2 gram.
  • Folat: 10% dari kebutuhan harian.
  • Beragam vitamin, seperti vitamin K, C, dan B6.
  • Berbagai mineral yang meliputi mangan, kalsium, potasium, serta magnesium.

Berdasarkan kandungan nutrisinya, kol merupakan sumber vitamin K yang sangat baik. Vitamin ini larut dalam lemak dan memiliki banyak peran bagi kesehatan tubuh.

Vitamin K terdiri dari K1 dan K2. Vitamin K1 (phylloquinone) didapat dari sumber nabati, sedangkan K2 (menaquinone) bisa diperoleh dari sumber hewani, makanan fermentasi, serta diproduksi oleh bakteri-bakteri dalam usus besar. 

Vitamin K sangat penting untuk proses pembekuan darah. Kekurangan vitamin K akan membuat darah kehilangan kemampuannya untuk membeku secara normal, sehingga risiko perdarahan meningkat. 

Sementara vitamin C yang sangat banyak kol akan membantu pembentukan kolagen. Kolagen dapat menjaga kekenyalan kulit dan berperan penting dalam menjaga fungsi otot serta pembuluh darah. Vitamin ini juga membantu dalam penyerapan zat besi.

Jenis kol yang paling banyakk mengandung vitamin C adalah kol ungu. Jumlah vitamin C di dalamnya mencapat 85% dari kebutuhan harian manusia. Angka ini setara dengan vitamin C dalam satu buah jeruk. 

Manfaat kol bagi kesehatan

Berkat kandungan vitamin dan mineralnya, banyak manfaat kol bagi kesehatan yang sedang diteliti. Beberapa di antaranya meliputi: 

  • Sebagai antikanker

Senyawa yang berpotensi sebagai antikanker dalam kol adalah sulforaphane. Riset selama 30 tahun terakhir memperlihatkan hasil konsisten bahwa mengonsumsi sayuran jenis cruciferous (salah satunya kol) berkaitan dengan risiko kanker yang lebih rendah.

Hingga sekarang, penelitian masih mengkaji kemampuan sulforaphane untuk menghambat sel-sel kanker. Sejauh ini, hasilnya menjanjikan berdasarkan uji molekuler pada berbagai jenis sel kanker. Mulai dari kanker kulit melanoma, kanker esofagus, kanker prostat, hingga kanker pankreas

Para peneliti juga menemukan bahwa senyawa sulforaphane memiliki kemampuan untuk menghambat enzim histone deacetylase (HDAC). Enzim ini berpengaruh terhadap pertumbuhan sel kanker.

Kemampuan tersebut membuat jenis-jenis makanan yang mengandung sulforaphane, seperti kol, berpotensi menjadi makanan yang berpotensi melawan kanker.

Penelitian ilmiah lainnya mengkaji senyawa apigenin yang juga terkandung dalam kol. Apigenin menunjukkan efek mengurangi ukuran tumor ketika sel kanker payudara ditanamkan pada tikus laboratorium. Hasil ini menjanjikan potensi apigenin sebagai pengobatan kanker di masa depan.

Sementara kol ungu mengandung antosianin, senyawa yang memberikan warna ungu pada buah dan sayuran. Antosianin adalah antioksidan yang juga menjanjikan dalam pengobatan kanker.

Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium, antosianin memiliki efek memperlambat proses pembelahan sel-sel kanker.

Meski begitu, perlu penelitian lebih lanjut dan lebih luas mengenai manfaat kol karena efek antikanker tersebut pada manusia. 

  • Menjaga kesehatan jantung

Kandungan polifenol yang tinggi dalam kol bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Caranya adalah dengan mencegah penggumpalan keping darah dan menurunkan tekanan darah.

Sebuah laporan studi dalam American Journal of Clinical Nutrition juga mengaitkan konsumsi makanan kaya flavonoid dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular.

Tak hanya itu, konsumsi kol ungu dengan kandungan antosianin pun bisa berdampak dalam mengurangi inflamasi yang berkaitan dengan penyakit jantung. 

  • Menjaga sistem imunitas dan kesehatan pencernaan

Olahan kol yang cukup populer adalah sauerkraut dan kimchi. Keduanya terbuat dari kol yang difermentasi.

Makanan fermentasi memiliki kandungan probiotik yang baik untuk meningkatkan kemampuan imunitas tubuh serta menjaga pencernaan agar tetap sehat. 

Enzim yang dihasilkan oleh proses fermentasi berfungsi meningkatkan penyerapan vitamin dan mineral, yang kemudian membantu dalam melawan penyakit.

Serat dan kandungan air dalam kol juga mampu mencegah sembelit. Pencernaan lancar membuat Anda terhindar dari penumpukan toksin dalam tubuh.

Berdasarkan beberapa penelitian, asupan serat yang cukup dapat pula membantu sistem kekebalan tubuh untuk mengendalikan peradangan. Hal ini berdampak pada berkurangnya risiko penyakit-penyakit yang berkaitan dengan inflamasi, seperti sakit jantung, diabetes, obesitas, dan kanker. 

Selain mudah didapat, kol termasuk murah dan mudah digunakan sebagai campuran dalam berbagai hidangan. Setelah mengetahui manfaat kol, Anda dapat mulai menyertakan sayuran ini dalam menu makan sehari-hari Anda dan keluarga.

Namun bagi Anda yang memiliki kondisi medis tertentu, kol mungkin saja kurang cocok untuk Anda konsumsi. Misalnya, tentang konsumsi kol yang membuat perut kembung.

Anggapan tersebut bukanlah mitos. Kol mengandung gula jenis raffinose yang tergolong sulit untuk dicerna. 

Gula raffinose harus dicerna oleh bakteri yang berada dalam usus. Proses pencernaan oleh bakteri ini akan menghasilkan banyak gas dalam saluran cerna, sehingga menyebabkan perut kembung.

Untuk memastikan apakah Anda cocok atau tidak untuk mengonsumsi kol, konsultasikan dengan dokter terlebih dulu agar manfaat kol bisa Anda peroleh dengan optimal.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-cabbage
Diakses pada 5 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/284823.php#benefits
Diakses pada 5 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed