Manfaat kinesio tape diyakini mampu membantu mengobati cedera
Kinesio tape biasanya digunakan ketika pasien menjalani fisioterapi

Bila Anda pecinta olahraga, maka Anda sudah pasti familiar dengan kinesio tape yang juga dikenal sebagai koyo atlet. Kinesio tape terlihat seperti tempelan selotip yang beraneka warna dan bisa ditempelkan pada daerah tubuh yang sakit.

Tidak hanya enak dipandang mata, manfaat kinesio tape bagi para atlet diyakini mampu membantu mengatasi cedera saat berolahraga. Benarkah manfaat kinesio tape bukan hanya mitos belaka?

Manfaat kinesio tape

Kinesio tape merupakan rancangan dari Dr. Kenzo Kase pada tahun 1960-an yang merupakan seorang chiropractor dari Jepang. Terdapat berbagai manfaat kinesio tape yang diyakini oleh beberapa atlet dan terapis, di antaranya adalah:

  • Menyokong otot atau persendian yang lemah

Kinesio tape dipercaya mampu menyokong otot atau persendian yang melemah sehabis mengalami iritasi pada otot bagian belakang pergelangan kaki (Achilles tendonitis), sindrom stres patellofemoral, dan sindrom gesekan band IT (jaringan ikat yang membentang sepanjang paha).

Kinesio tape tidak hanya membantu menyokong persendian atau otot yang lemah, tetapi juga membantu meningkatkan pergerakan dan ketahanan otot atau persendian.

  • Menghilangkan bekas luka

Sebuah studi menemukan bahwa salah satu manfaat kinesio tape adalah mampu menghilangkan bekas luka keloid, luka hipertrofik, dan luka kontraktur. Namun, jangan pernah memasang kinesio tape pada luka yang terbuka.

Anda juga perlu mendiskusikannya dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan kinesio tape untuk menghilangkan bekas luka.

  • Melatih otot 

Manfaat kinesio tape lainnya adalah melatih kembali otot-otot yang dipergunakan secara salah atau telah kehilangan fungsi kerjanya. 

Kinesio tape juga bisa digunakan untuk memperbaiki postur kepala dan leher, serta membantu penderita stroke untuk bisa berdiri dengan lebih baik.

  • Mengatasi cedera

Manfaat kinesio tape adalah dengan menjadi salah satu tambahan selain terapi fisik untuk mengatasi cedera. Kinesio tape dianggap mampu menanggulangi rasa sakit dan pembengkakan akibat cedera.

  • Meningkatkan performa saat berolahraga

Terdapat alasan mengapa kinesio tape disebut sebagai koyo atlet. Hal ini karena beberapa atlet percaya bahwa manfaat kinesio tape adalah untuk membantu meningkatkan performa dan melindungi atlet dari cedera saat sedang berkompetisi.

Koyo atlet ini sering digunakan oleh atlet pelari marathon di otot bagian bokong sebagai cara untuk memacu kerja otot.

Benarkah manfaat kinesio tape sudah terbukti?

Manfaat kinesio tape diyakini tidak hanya mitos belaka oleh beberapa atlet dan terapis. Namun, apakah manfaat kinesio tape benar adanya? 

Sebuah riset menemukan bahwa penggunaan kinesio tape membantu meringankan rasa sakit dan meningkatkan kekuatan otot trapezius atas. Namun, studi lain menunjukkan bahwa koyo atlet atau kinesio tape tidak berefek untuk mengobati masalah tulang dan otot.

Masih belum ada bukti yang memadai bahwa kinesio tape dapat menjadi alternatif untuk penyembuhan dan pencegahan cedera saat berolahraga.

Penggunaan kinesio tape diketahui memiliki beberapa manfaat untuk terapi, tetapi koyo atlet tersebut tidak mampu meningkatkan kekuatan otot. Akan tetapi, kinesio tape dapat digunakan sebagai salah satu terapi tambahan.

Faktanya manfaat kinesio tape atau koyo atlet ini masih cukup kontroversial dan membutuhkan penelitian lebih lanjut. 

Oleh karenanya, jika Anda memutuskan untuk menggunakan kinesio tape, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau terapis terlebih dahulu. Selalu ingat bahwa kinesio tape hanya pengobatan tambahan dan bukanlah pengobatan utama dan Anda perlu mengatasi penyebab cedera agar bisa sembuh total.

Bagaimana cara menggunakan kinesio tape atau koyo atlet?

Sebaiknya berkonsultasilah dengan terapis Anda sebelum menaruh kinesio tape ke daerah yang diinginkan. Terapis dapat membantu untuk menentukan lokasi dan pola kinesio tape yang efektif untuk Anda.

Bila Anda mengalami kondisi medis tertentu, beritahukan terapis atau dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan kinesio tape.

Sebelum menempelkan kinesio tape, cukur rambut-rambut pada daerah yang akan ditempeli kinesio tape, serta bersihkan dan keringkan daerah tersebut. Oleskan minyak atau lotion untuk mencegah kinesio tape melengket sebelum dipasang dengan benar.

Berikut adalah langkah-langkah pemasangan kinesio tape secara umum yang dapat diikuti:

  • Robek terlebih dahulu bagian kertas di belakang kinesio tape dan gunting bagian ujung-ujung kinesio tape bila kinesio tape yang dibeli masih memiliki ujung yang lancip.

  • Saat ingin menempelkan salah satu ujung kinesio tape, longgarkan sedikit ujung satunya agar kinesio tape tidak terlalu ketat dan mengiritasi kulit atau membuat kinesio tape lebih mudah lepas.

  • Saat menempelkan kinesio tape, jangan menyentuh bagian kinesio tape yang lengket dan sesuaikan renggangannya dengan yang sudah ditentukan oleh terapis. 

  • Regangkan kinesio tape dengan jempol dan saat sudah menempelkan ¾ dari kinesio tape, longgarkan kinesio tape

  • Usap kinesio tape dengan kuat selama beberapa detik agar panas dari usapan membuat lem pada kinesio tape dapat melengket dengan benar di daerah yang ditempeli. Umunya, kinesio tape akan melengket dengan sempurna sekitar 20 menit.

Bagaimana cara melepaskan kinesio tape?

Setelah menggunakan kinesio tape selama beberapa hari, Anda mungkin akan menyadari bahwa kinesio tape mulai melonggar dan butuh untuk dilepas. Berikut adalah langkah-langkah untuk melepaskan kinesio tape agar tidak menyakiti kulit Anda:

  • Oleskan minyak bayi, minyak zaitun, atau lotion di bagian atas kinesio tape untuk melonggarkan koyo atlet.
  • Kelupas bagian ujung kinesio tape sambil menahan kulit agar bisa terlepas dari kinesio tape.
  • Lepaskan kinesio tape secara perlahan dan jangan menarik kinesio tape dengan kencang ataupun menariknya ke atas.
  • Kinesio tape ditarik ke belakang dan mengarah ke ujung yang satunya. 

Apabila kulit mengalami iritasi atau luka setelah mencabut kinesio tape, jangan tempelkan kinesio tape yang baru. Diskusikan terlebih dahulu dengan terapis atau dokter Anda.

Elsevier. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1230801312000112
Diakses pada 26 Juli 2019

Elsevier. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1836955314000095
Diakses pada 26 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/kinesiology-tape
Diakses pada 26 Juli 2019

JSAMS. https://www.jsams.org/article/S1440-2440(14)00125-X/abstract
Diakses pada 26 Juli 2019

Journal of Bodyworks and Movement Therapies. https://www.bodyworkmovementtherapies.com/article/S1360-8592(16)30057-2/abstract
Diakses pada 26 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28282792
Diakses pada 26 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5702841/
Diakses pada 26 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4868190/
Diakses pada 26 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22124445
Diakses pada 26 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed