7 Manfaat Ketan Hitam untuk Ibu Hamil, dan Cara Memasaknya yang Sehat


Ketan hitam untuk ibu hamil termasuk cemilan sehat yang mampu menjaga kesehatan tubuh serta janin dalam kandungan. Salah satunya, mencegah anemia dan menjaga kesehatan saluran cerna.

(0)
Bolehkah ibu hamil makan ketan hitam? Tentu saja boleh.Ketan hitam untuk ibu hamil rupanya memiliki segudang manfaat yang baik untuk kesehatan ibu dan janin. Maka, tak jarang Anda bisa menjumpai beragam olahan makanan sehat untuk ibu hamil yang menggunakan ketan hitam, seperti bubur ketan hitam.Lantas, apa manfaat ketan hitam untuk ibu hamil?

Manfaat ketan hitam untuk ibu hamil

Ketan hitam untuk ibu hamil membantu meningkatkan imunitas
Ketan hitam untuk ibu hamil membantu meningkatkan imunitas
ibu hamil makan ketan hitam dapat membantu menjaga kehamilan yang sehat, sebab sumber karbohidrat ini kaya akan nutrisi dan antioksidan yang menguntungkan.Berikut ini adalah manfaat ketan hitam yang bisa didapat ibu hamil:

1. Menjaga kekebalan tubuh

Makan ketan hitam untuk ibu hamil bisa membantu menjaga kekebalan tubuh. Manfaatnya yang satu ini didapat dari kandungan antioksidan anthocyanin, ungkap riset terbitan Breeding Science.Anthocyanin adalah zat antioksidan yang memberikan warna keunguan pada ketan hitam. Zat ini bekerja sebagai antiradang yang mampu melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab beragam gangguan kesehatan. 

2. Mencegah anemia

Manfaat ketan hitam untuk ibu hamil mampu mengurangi risiko anemia
Manfaat ketan hitam untuk ibu hamil mampu mengurangi risiko anemia
Anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil jangan disepelekan. Tanpa penanganan yang tepat, anemia dapat meningkatkan risiko Anda terhadap banyak komplikasi kehamilan yang berbahaya, seperti persalinan prematur dan berat lahir bayi rendah.Selain itu, Anda juga mungkin jadi lebih rentan terhadap infeksi.Salah satu riset terbitan Frontiers in Genetic menyatakan bahwa golongan padi-padian yang berwarna, termasuk ketan hitam, memiliki kadar zat besi yang lebih banyak daripada ketan putih.Dalam 100 gram sajian ketan hitam, Anda akan mendapatkan asupan zat besi sebesar 2,4 mg.

3. Mengurangi risiko diabetes

Kadar anthocyanin pada ketan hitam untuk ibu hamil rupanya juga mampu mengurangi risiko diabetes. Namun, pastikan pengolahannya tepat tidak mengandung banyak gulaSebab, ketan hitam mengandung flavonoid, fenolik, dan proantosianidin yang mampu menghambat aktivitas penyerapan gula di dalam tubuh.Ketan hitam juga meningkatkan sensitivitas insulin di dalam tubuh, papar riset terbitan Science China Life Sciences dan Journal of Agricultural and Food Chemistry.Insulin membantu mengontrol kadar gula darah agar bisa segera diolah menjadi energi. Bila gula darah terjaga, risiko diabetes pada ibu hamil atau diabetes gestasional dapat mencegah Anda dari beberapa komplikasi kehamilan, seperti:Namun, ketan hitam bukanlah pengganti obat-obatan pada Anda dengan penyakit diabetes, disarankan tetap mengonsumsi obat dokter dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

4. Menjaga kesehatan pencernaan

Kaya serat dan anthocyanin, ketan hitam untuk ibu hamil baik untuk kesehatan pencernaan
Kaya serat dan anthocyanin, ketan hitam untuk ibu hamil baik untuk kesehatan pencernaan
Manfaat ketan hitam untuk ibu hamil lainnya adalah menjaga kesehatan pencernaan.Ketan hitam adalah “keluarga beras” yang tidak mengalami proses penggilingan. Jadi, bulirnya masih utuh karena dedak terluarnya tidak ikut terbuang.Hal ini membuat ketan hitam lebih kaya serat daripada beras biasa. Serat adalah zat gizi yang baik untuk kesehatan pencernaan.Penelitian dari PLoS One juga menemukan, kadar anthocyanin dalam ketan hitam berguna untuk memperbanyak bakteri baik, seperti Bifidobacteria dan Lactobacillus, yang menjaga kesehatan saluran pencernaan.Selain itu, menurut riset terbitan World Journal of Gastroenterology, makanan berserat seperti ketan hitam mampu menyerap air di dalam saluran pencernaan.Jadi, kotoran di dalam usus pun lebih  mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.Hal ini bisa disimpulkan bahwa ketan hitam pun mampu menjaga kesehatan pencernaan ibu, sehingga mencegah risiko sembelit dan diare saat hamil. 

5. Mendukung pertumbuhan janin

Padi-padian dikategorikan sebagai asupan rendah protein.Namun, mengonsumsi ketan hitam sebagai salah satu makanan sehat untuk ibu hamil justru menyumbang asupan protein yang lebih banyak.Dalam 100 gram ketan hitam, Anda akan mendapatkan asupan protein sebesar 8,89 gram sementara ketan putih biasa hanya mengandung 2,01 gram protein.Menurut penelitian yang diterbitkan Experimental Biology and Medicine, protein mampu menjaga kelangsungan hidup serta pertumbuhan dan perkembangan janin.Bila asupan protein rendah, ibu dapat berisiko mengalami keguguran, pertumbuhan janin terhambat di dalam rahim (IUGR), hingga penurunan pertumbuhan pascakelahiran.

6. Mengurangi risiko kanker

Kadar anthocyanin dan vitamin E pada ketan hitam terbukti lebih banyak daripada ketan putih
Kadar anthocyanin dan vitamin E pada ketan hitam terbukti lebih banyak daripada ketan putih
Menurut riset dari Molecules, kandungan anthocyanin dan vitamin E pada dedak ketan hitam berpotensi mencegah, menunda, atau melawan perkembangan sel kanker dengan lebih baik daripada beras putih.Selain itu, temuan dari Phytotherapy Research menyatakan bahwa kandungan anthocyanin mampu menghambat tubuh memberikan “asupan nutrisi” kepada sel kanker atau angiogenesis. Jadi, pertumbuhan sel kanker pun bisa terhambat.

7. Menjaga kadar kolesterol dalam tubuh

Penelitian dari Nutrition Research and Practice menemukan bahwa kandungan fenolik dalam ketan hitam terbukti mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL). Meski demikian, temuan ini masih diujicobakan dengan tikus.Selain itu, menurut riset yang dipaparkan jurnal Nutrients dan Journal of Ethnic Foods, kandungan serat larut air yang ditemukan pada ketan hitam untuk ibu hamil juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat. 

Cara memasak ketan hitam untuk ibu hamil yang benar

 Salah satu olahan cemilan ibu hamil yang bisa Anda manfaatkan dari sumber makanan sehat ini adalah bubur ketan hitam.Namun agar nutrisinya terjaga, Anda harus mengetahui cara memasak bubur yang benar. Inilah cara memasak bubur ketan hitam yang tepat untuk ibu hamil:Bahan-bahan:
  • 1 dua per tiga gelas air
  • 1 lembar daun pandan
  • Tiga perempat cangkir ketan hitam
  • Setengah cangkir gula merah
  • Seperempat cangkir gula putih
  • 2 cangkir santan
Cara memasak:
  • Didihkan air dan daun pandan
  • Masukkan ketan hitam dan aduk
  • Kecilkan api kompor dan biarkan mendidih selama 20 menit.
  • Angkat daun pandan, masukkan gula merah dan gula pasir.
  • Lanjutkan memasak selama 5 menit.
  • Angkat bubur, lalu tuang santan di atasnya.
Bila ingin makan ketan hitam, Anda bisa konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan maupun dokter gizi dan ahli gizi agar komposisinya sesuai dengan keperluan Anda.Anda juga bisa bertanya langsung dengan dokter mengenai pola makan sehat selama kehamilan melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilannutrisi ibu hamilolahraga ibu hamilhamilkehamilannutrisimasalah kehamilanibu hamil
Breeding Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3405958/ Diakses pada 14 April 2021American Society of Hematology. https://www.hematology.org/education/patients/anemia/pregnancy Diakses pada 14 April 2021Frontiers in Genetic. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7083195/ Diakses pada 14 April 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319958 Diakses pada 14 April 2021Science China Life Sciences. https://link.springer.com/article/10.1007/s11427-017-9157-7 Diakses pada 14 April 2021Journal of Agricultural and Food Chemistry. doi.org/10.1021/acs.jafc.6b01909 Diakses pada 14 April 2021Diabetes.co.uk. https://www.diabetes.co.uk/body/insulin.htm Diakses pada 14 April 2021NHS. https://www.nhs.uk/conditions/gestational-diabetes/ Diakses pada 14 April 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/purple-rice Diakses pada 14 April 2021PLoS One. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5891023/ Diakses pada 14 April 2021World Journal of Gastroenterology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3544045/ Diakses pada 14 April 2021National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/lowprotrecipes Diakses pada 14 April 2021Food Data Central USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/356561/nutrients Diakses pada 14 April 2021Food Data Central USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1101643/nutrients Diakses pada 14 April 2021Experimental Biology and Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5882021/ Diakses pada 14 April 2021Molecules. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6600176/ Diakses pada 14 April 2021Phytotherapy Research. https://doi.org/10.1002/ptr.3533 Diakses pada 14 April 2021Nutrition Research and Practice. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4252522/ Diakses pada 14 April 2021Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566984/ Diakses pada 14 April 2021Journal of Ethnic Foods. https://journalofethnicfoods.biomedcentral.com/track/pdf/10.1186/s42779-019-0017-3.pdf Diakses pada 14 April 2021Allrecipes. https://www.allrecipes.com/recipe/21510/black-glutinous-rice-porridge/ Diakses pada 14 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait