Manfaat Kencur untuk Bayi, Apa Saja?


Manfaat kencur untuk bayi adalah untuk mengatasi kembung dan batuk, tetapi pastikan pemberiannya hanya untuk penambah rasa MPASI.

(0)
Manfaat kencur untuk bayi adalah untuk mengatasi kembung dan batukManfaat kencur untuk bayi adalah untuk mengurangi perut kembung dan batuk
Manfaat kencur untuk bayi ada banyak yang berpotensi baik untuk kesehatannya. Selain diolah sebagai jamu, kencur juga bisa Anda tambahkan sebagai penyedap rasa alami pada makanan pertama bayi.Lantas, apa saja manfaatnya?

Manfaat kencur untuk bayi

Pastikan memberikan makanan tambahan seperti kencur ketika bayi sudah memasuki usia MPASI  yaitu 6 bulan.Khasiat yang baik dari kencur tentu didapat dari gizi yang terkandung. Penelitian dari Toxicology Reports menyatakan, kencur mengandung kaya akan mineral, seperti kalium, fosfor, magnesium, zat besi, mangan, serta zinc.Selain itu, riset lain dari Songklanakarin Journal of Science and Technology juga memaparkan, kencur kaya akan minyak atsiri berupa ethyl-p-methoxycinnamate. Selain itu, ada juga kandungan seperti methylcinnamate, carvone, eucalyptol, dan pentadecane.Dari beragam gizi yang terkandung, inilah manfaat kencur untuk bayi:

1. Meningkatkan nafsu makan

Manfaat kencur untuk bayi berguna untuk meningkatkan nafsu makan
Masalah bayi susah makan kerap kali membuat orang tua khawatir. Namun, hal ini bisa diatasi dengan memberikan kencur untuknya.Terbukti, penelitian yang diterbitkan Majalah Obat Tradisional menjelaskan, kandungan ethyl-p-methoxycinnamate pada kencur mampu merangsang hati untuk mengaktifkan enzim pada saluran pencernaan.Efeknya, proses pencernaan dan penyerapan lemak pun menjadi lebih cepat dan nafsu makan bayi meningkat.Selain itu, temuan lain yang dipaparkan pada American Society for Nutritional Sciences menyatakan kencur dapat membantu menambah asupan zinc untuk bayi.Ketika bayi kekurangan zinc, tubuhnya akan memproduksi asam amino yang cukup tinggi. Hal ini membuat nafsu makan si Kecil menurun.

2. Meredakan batuk

Kencur dapat mengurangi batuk karena bersifat antitusif dan expectorant
Manfaat kencur untuk bayi lainnya adalah mengurangi batuk pada bayi. Menurut riset dari Nutrients, kencur bekerja sebagai antitusif dan expectorant, yaitu menekan gejala batuk serta membantu mengeluarkan dahak.Terbukti, penelitian yang diterbitkan International Journal of Research in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences juga memaparkan, kandungan cinnamate dan pentadecane lah yang bekerja sebagai antitusif.

3. Menjaga kesehatan kulit

Butuh penelitian lebih lanjut, kencur mampu meredakan eksim
Manfaat kencur untuk bayi yang selanjutnya bisa didapat adalah untuk mengurangi penyakit kulit. Dalam hal ini, temuan dari Journal of Ethnopharmacology memaparkan, minyak atsiri pada kencur bekerja sebagai antimikroba yang mampu melawan penyakit kulit pada bayi akibat bakteri dan jamur, seperti eksim hingga ketombe. Namun, hal ini masih membutuhkan riset lebih lanjut.Pada penelitian Indian Journal of Physiology and Pharmacology, kencur diketahui berguna untuk mempercepat penyembuhan luka. Namun lagi-lagi, butuh pembuktian lebih lanjut karena penelitian ini masih diujicobakan pada tikus.Apabila Anda ingin memberikan kencur untuk mengatasi masalah kulit bayi, mohon konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

4. Mengurangi perut kembung

Kencur mampu mengeluarkan gas pada perut bayi sehingga tidak kembung
Kencur terbukti bersifat carminative. Hal ini pun dipaparkan dalam riset dari BMC Complementary Medicine and Therapies. Dalam hal ini, kencur bekerja dengan cara mencegah pembentukan gas di dalam saluran pencernaan. Selain itu, efek carminative sebagai manfaat kencur untuk bayi ini berguna untuk mempercepat tubuh mengeluarkan gas dari dalam perut. Oleh karena itu, perut kembung pada bayi pun teratasi. Bahkan, karena efek ini, kencur pun juga berguna untuk mengurangi rewel dan kolik pada bayi.

5. Meredakan rasa nyeri

Kaempferol dan flavonoid pada kencur bantu kurangi radang
Riset dari Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology memaparkan, kencur mengandung kaempferol dan flavonoid yang bekerja mengurangi radang.Selain itu, menurut penelitian terbitan Journal of Ethnopharmacology kencur juga mengurangi nyeri dengan menghambat respon saraf pemicu rasa sakit.Namun, riset manfaat kencur untuk meredakan nyeri ini masih diuji coba pada tikus.

6. Menghangatkan tubuh

Minyak atsiri pada kencur mampu menghangatkan tubuh
Kandungan minyak atsiri pada kencur memberikan efek menghangatkan tubuh. Hal ini pun memberikan rasa nyaman dan lega untuk Si Kecil. Oleh karena itu, tak jarang, kencur kerap dipilih sebagai bahan baku jamu.

7. Meningkatkan daya tahan tubuh

Kencur bekerja sebagai antibakteri dan antijamur
Kencur bersifat antimikroba. Oleh karena itu, manfaat kencur untuk bayi dikatakan mampu mengatasi infeksi akibat jamur dan bakteri. Riset terbitan Journal of Ethnopharmacology mengatakan, kandungan minyak atsiri pada kencur telah terbukti mampu melawan bakteri penyebab diare, seperti Escherichia coli dan Salmonella typhi hingga penyebab impetigo pada bayi, yaitu Staphylococcus aureus.Selain itu, riset dari Journal of King Saud University memaparkan kandungan polifenol pada kencur merupakan sumber antioksidan yang berguna untuk menangkal radikal bebas.

Perhatikan hal ini sebelum memberikan kencur untuk bayi

Pastikan pemberian kencur untuk bayi hanya untuk memperkaya rasa MPASI
Hingga saat ini, belum ada penelitian lebih lanjut terkait efek samping kencur untuk bayi. Namun, Anda perlu ingat, jangan memberikan kencur terlalu banyak dan dalam bentuk utuh. Pada artikel ini kencur yang dimaksud diberikan sebagai penambah rasa pada MPASI anak.Sistem dan organ tubuh bayi masih berkembang dan belum sekuat orang dewasa. Bisa jadi ada kemungkinan efek samping tertentu yang mungkin lebih rentan dialami bayi. Maka, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter anak terdekat terkait pemberian kencur untuk bayi sebagai bumbu makanan pendamping ASI maupun sebagai minuman.Anda juga bisa bertanya secara online melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin melengkapi keperluan MPASI untuk bayi di rumah, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuimpasimakanan bayitanaman obat
Toxicology Reports. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2214750019300393 Diakses pada 22 Januari 2021Songklanakarin Journal of Science and Technology. https://www.researchgate.net/publication/26470656_Chemical_components_and_biological_activities_of_volatile_oil_of_Kaempferia_galanga_Linn Diakses pada 22 Januari 2021Majalah Obat Tradisional. https://jurnal.ugm.ac.id/TradMedJ/article/view/7748 Diakses pada 22 Januari 2021American Society for Nutritional Sciences. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9649609/ Diakses pada 22 Januari 2021Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6836233/ Diakses pada 22 Januari 2021International Journal of Research in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. https://www.researchgate.net/publication/279574592_Herbal_antitussives_and_expectorants_-_A_review Diakses pada 22 Januari 2021Journal of Ethnopharmacology. https://doi.org/10.1016/j.jep.2020.112667 Diakses pada 22 Januari 2021Indian Journal of Physiology and Pharmacology. https://www.ijpp.com/IJPP%20archives/2006_50_4/384-390.pdf Diakses pada 22 Januari 2021BMC Complementary Medicine and Therapies. https://bmccomplementmedtherapies.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12906-015-0670-z Diakses pada 22 Januari 2021Medicine Net. https://www.medicinenet.com/carminative/definition.htm Diakses pada 22 Januari 2021Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology. http://jurnal.unpad.ac.id/ijpst/article/view/18932/10643 Diakses pada 22 Januari 2021Journal of Ethnopharmacology. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0378874108001906?via%3Dihub Diakses pada 22 Januari 2021The Indonesian Journal of Infectious Disease. https://media.neliti.com/media/publications/261820-antibacterial-effect-of-kaempferia-galan-39d9866f.pdf Diakses pada 22 Januari 2021Journal of King Saud University https://doi.org/10.1016/j.jksus.2017.05.009 Diakses pada 22 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait