Tak Cuma Cantik, Kembang Turi Juga Bermanfaat untuk Kesehatan


Tak hanya bunga, hampir seluruh bagian tanaman turi bisa dimanfaatkan, mulai dari daun, biji, hingga akar. Salah satu manfaat kembang turi yang utama adalah kaya akan antioksidan, yang berguna untuk menangkal berbagai macam penyakit.

(0)
30 Mar 2021|Rena Widyawinata
manfaat kembang turi untuk kesehatanSalah satu manfaat kembang turi adalah kaya akan antioksidan
Anda mungkin pernah melihat tanaman turi di pekarangan rumah seseorang atau tumbuh di sepanjang jalan. Ya, kembang turi adalah tanaman yang tumbuh subur di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Selain cantik dengan kelopaknya yang berwarna merah atau putih, tanaman bernama latin Sesbania grandiflora ini juga kaya manfaat kesehatan, mulai dari bunga, daun, hingga bijinya.

Manfaat kembang turi bagi kesehatan

Sebagaimana dilansir dari situs milik Kementerian Kesehatan RI, dalam 100 gram kembang turi mentah terdapat berbagai kandungan nutrisi, seperti:
  • 6,1 gram karbohidrat
  • 3,3 gram serat
  • 28 mg kalsium
  • 97,4 mg kalium
  • 1.200 mcg betakaroten
  • 0,5 mg vitamin B1 (thiamin)
  • 0,02 vitamin B2 (riboflavin)
  • 0,4 mg vitamin B3 (niacin)
  • 1 mg vitamin C
Berbagai kandungan nutrisi tersebutlah yang kemudian membuat bunga turi punya banyak khasiat bagi kesehatan.Berikut ini adalah beberapa manfaat kembang turi dan bagian tanaman lainnya untuk kesehatan:

1. Kaya antioksidan

antioksidan adalah salah satu manfaat kembang turi
Manfaat utama kembang turi adalah kaya akan antioksidan
Manfaat kembang turi yang pertama adalah memiliki sifat antioksidan. Beta-karoten dan flavonoid di dalamnya yang membuat kelopak turi berkhasiat sebagai antioksidan.Untuk memenuhi kebutuhan 800 mcg vitamin A per hari, dibutuhkan sekitar 4,8 mg beta-karoten. Hal ini berarti, mengonsumsi 100 gram kembang turi setara dengan 40% kebutuhan harian yang disarankan.Beta-karoten merupakan bentuk utama vitamin A. Artinya, tubuh akan mengubahnya menjadi vitamin A. Vitamin A sendiri telah diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mata, sistem imun, dan kesehatan kulit.Sementara itu, bunga turi merah diketahui mengandung lebih banyak flavonoid dibandingkan yang putih. Dalam setiap 100 gramnya, bunga turi putih mengandung flavonoid sekitar 12,58-21,35 mg, sedangkan turi merah berkisar 17,32-30,05 mg.

2. Antibakteri

Tak terbatas pada bunga, tanaman turi secara keseluruhan juga diketahui memiliki sifat antibakteri. Penelitian tahun 2012 yang dimuat dalam jurnal Pharmaceutical (Basel, Swiss), menyebutkan bahwa akar tanaman turi diketahui berpotensi dalam pengobatan penyakit tuberkulosis (TBC), yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosisPenelitian dilakukan dengan mengekstrak akar bunga turi. Dari sana, didapat bahwa bunga turi punya manfaat dalam melawan bakteri penyebab TB.Studi lain juga menunjukkan bahwa daun turi berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab pneumonia, Klebsiella pneumoniae, dan S. aureus.Meski baru tahap awal dan perlu didukung lebih banyak penelitian, penemuan ini merupakan langkah yang baik dalam masa depan pengobatan penyakit akibat bakteri di masa depan.

3. Mengendalikan kadar gula darah

Bunga turi bermanfaat mengendalikan diabetes
Khasiat bunga turi juga berguna untuk mengendalikan kadar gula darah
Studi yang dimuat dalam jurnal Scientifica pada tahun 2016 bahwa ekstrak metanol dalam Sesbania grandiflora memiliki efek antidiabetes.Penelitian yang dilakukan menggunakan hewan tikus diabetes ini menunjukkan bahwa tikus yang diberi ekstrak metanol kembang turi mengalami penurunan kadar gula  darah bahkan mampu sampai ke angka normalnya.Khasiat bunga turi juga diketahui meringankan resistensi insulin yang dialami dan mengurangi lingkar perut.Meski demikian, karena penelitian ini masih terbatas pada hewan, diperlukan studi lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar untuk mengetahui seberapa ampuh tanaman turi dalam pengobatan diabetes.

4. Kaya akan vitamin B2 (riboflavin)

Selain bunganya, biji turi juga termasuk yang memiliki banyak manfaat. Sesbania grandiflora memiliki biji yang cita rasanya mirip dengan kedelai.Jika bunganya “hanya” mengandung 0,02 mg, sebuah penelitian menunjukkan bahwa biji bunga turi merah memiliki 0,32 mg vitamin B2, sementara biji turi putih mengandung 0,11 mg per 100 gramnya. Umumnya, seseorang membutuhkan asupan sebanyak 1-1,3 mg riboflavin dalam sehari sebagaimana disebutkan dalam tabel Angka Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa biji turi juga dapat menjadi alternatif makanan yang kaya akan B2, selain bayam, keju, hati, daging, almon, dan dada ayam.

Cara memilih kembang turi agar mendapat manfaatnya

Kembang turi memiliki bobot yang berbeda-beda dari pertama kali bunga muncul sampai akhirnya mekar sempurna. Semakin besar beratnya, semakin besar pula kandungan nutrisi di dalamnya, terutama flavonoid.Kandungan flavonoid merah cenderung lebih tinggi karena adanya pigmen warna. Untuk mendapatkan manfaat flavonoid tertinggi dari kembang turi, Anda bisa memilih yang berumur 4-5 hari sejak pertama kali bunga muncul. Anda tentu akan lebih mudah memantaunya jika memiliki pohonnya sendiri di rumah. Namun, tak perlu khawatir jika tak ada. Pasalnya, bunga turi yang berumur lebih tua juga tetap memiliki kandungan flavonoid.Jika hendak menggunakan kembang turi sebagai pengobatan, pastikan Anda berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu. Meskipun beberapa penelitian menyebutkan bahwa tanaman turi, baik bunga, akar, ataupun daunnya berpotensi untuk pengobatan, masih perlu lebih banyak penelitian untuk menguji keamanannya.Anda juga bisa berkonsultasi online dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play
herbalhidup sehattanaman obat
Biochemistry and biophysics reports. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5655386/
Diakses tanggal 12 Maret 2021
Nutrifacts. https://www.nutri-facts.org/en_US/nutrients/carotenoids/beta-carotene/intake-recommendations.html
Diakses tanggal 12 Maret 2021
Pharmaceuticals. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3763669/
Diakses tanggal 12 Maret 2021
Scientifica. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4893447/
Diakses tanggal 12 Maret 2021
Biologi Tropis. https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JBT/article/view/1790
Diakses tanggal 12 Maret 2021
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. http://repository.ub.ac.id/126231/
Diakses tanggal 12 Maret 2021
Jurnal Hortikultura Indonesia. http://journal.ipb.ac.id/index.php/jhi/article/view/25212
Diakses tanggal 12 Maret 2021
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
Diakses tanggal 12 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait