Ada banyak manfaat keju bagi kesehatan Anda
Selain jenisnya yang banyak, keju juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan

Popularitas keju di Indonesia sedang dalam puncaknya. Makanan olahan susu ini bisa dengan mudah kita temui pada makanan atau minuman populer saat ini.

Banyak orang menyukai keju karena rasanya yang unik, namun ada juga yang tidak menyukai keju karena bikin mual atau tidak cocok dengan seleranya. Beberapa orang bahkan menghindari keju karena dianggap dapat membuat gemuk.

Padahal keju juga memiliki sejumlah nutrisi yang baik untuk tubuh. Berbagai nutrisi ini mampu memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan Anda. Lantas, apa saja manfaat keju untuk kesehatan?

Kandungan nutrisi keju

Keju terdiri dari berbagai jenis. Makanan olahan susu ini seringkali dijadikan sebagai camilan, isian roti, ataupun ditambahkan ke dalam makanan. Keju merupakan sumber protein dan kalsium, serta mengandung lemak dan natrium yang tinggi.

Selain itu, keju juga mengandung vitamin A, vitamin B-12, zinc, fosfor, dan riboflavin. Dalam seporsi atau sekitar 28 gram keju cheddar, terkandung berbagai nutrisi berikut:

  • 120 kalori
  • 7 gram protein
  • 200 mg kalsium
  • 10 gram lemak
  • 0 gram karbohidrat
  • 400 vitamin A dalam satuan internasional
  • 190 gram natrium
  • 30 mg kolesterol.

Keju yang dihasilkan dari 100 persen susu sapi ataupun hewan lain yang diberi makan rumput memiliki kandungan nutrisi yang tertinggi, serta mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin K-2.

Manfaat keju untuk kesehatan

Saat ini, keju sangat populer dan muncul dalam berbagai makanan ataupun minuman. Sebagai salah satu sumber terbaik protein dan kalsium, keju punya berbagai manfaat untuk kesehatan. Berbagai manfaat keju tersebut, di antaranya:

  • Menjaga kesehatan gigi

Keju dapat menjaga kesehatan gigi. Kalsium yang terdapat dalam keju memainkan peran yang penting dalam pembentukan gigi. Selain itu, makan keju juga dapat meningkatkan tingkat pH dalam plak gigi dan memberi perlindungan pada gigi berlubang.

  • Meningkatkan fungsi pembuluh darah

Para ilmuwan menemukan bahwa sifat antioksidan yang dimiliki keju bisa melindungi tubuh dari efek negatif. Suatu studi juga menunjukkan bahwa pembuluh darah orang yang mengonsumsi keju susu berfungsi lebih baik daripada orang yang mengonsumsi kue pretzel.

  • Menjaga kesehatan tulang

Kalsium, protein, magnesium, zinc, vitamin A, D, dan K yang terdapat dalam keju dapat mendorong perkembangan tulang yang sehat pada anak-anak dan dewasa muda. Selain itu, mengonsumsi keju juga dapat membantu mencegah osteoporosis.

  • Mengurangi tekanan darah tinggi

Orang yang mengonsumsi lebih banyak keju, memiliki tekanan darah yang rendah. Kalsium dalam keju dapat membantu mengurangi tekanan darah.

Akan tetapi, pilihlah keju yang rendah lemak dan natrium, seperti keju cottage atau parmesan. Sebab keju yang tinggi natrium dikhawatirkan malah membuat tekanan darah menjadi tinggi.

  • Baik untuk pencernaan dan kolesterol

Keju merupakan makanan fermentasi yang membantu meningkatkan bakteri usus sehat. Hal ini baik untuk kesehatan pencernaan Anda. Selain itu, keju juga memiliki pengaruh positif terhadap kadar kolesterol darah.

  • Membantu kesehatan otak dan sistem kardiovaskular

Beberapa jenis keju, terutama yang terbuat dari susu sapi, mengandung asam lemak omega-3. Kandungan asam lemak omega-3 tersebut diyakini bermanfaat untuk kesehatan otak dan sistem kardiovaskular.

  • Membentuk sel tubuh yang sehat

Protein dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh. Protein yang terkandung dalam keju pun dapat membantu membentuk sel tubuh yang sehat. Akan tetapi, jumlah protein yang direkomendasikan untuk setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, berat badan, dan tingkat aktivitas.

Risiko mengonsumsi keju

Sebagian orang sensitif terhadap keju, sehingga disarankan untuk membatasi atau bahkan tidak mengonsumsinya. Keju mengandung laktosa yang tidak dapat dicerna oleh orang yang menderita intoleransi laktosa. Hal ini terjadi karena tubuhnya kekurangan enzim yang dapat memecah laktosa tersebut.

Oleh sebab itu, mengonsumsi laktosa pun dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti perut bergas dan kembung. Akan tetapi, beberapa varian keju memiliki kadar laktosa yang sangat rendah sehingga orang yang intoleransi laktosa mungkin dapat mencicipinya sedikit.

Selain intoleransi laktosa, ada pula orang yang alergi kasein (protein utama dalam susu yang juga ada di keju). Jadi, gejala-gejala alergi, seperti gatal, ruam, batuk atau lainnya, bisa saja terjadi.

Keju juga merupakan makanan padat kalori, jadi sebaiknya batasi konsumsi keju bagi Anda yang sedang menurunkan berat badan. Kandungan lemak dalam keju, terutama lemak jenuh, juga dapat meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan masalah kardiovaskular jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan.

Selain itu, keju juga tidak mengandung serat, dan dapat menyebabkan sembelit bila susunya dipasteurisasi secara berlebihan. Oleh sebab itu, pastikan bahwa kondisi Anda baik-baik saja untuk mengonsumsi keju dan jangan memakannya secara berlebihan.

Banyak anak-anak yang juga menggemari keju. Lemak pada keju baik untuk pertumbuhan, namun Anda harus hati-hati terhadap risiko alergi dalam memberikan anak keju.

Selain itu, tidak sedikit ibu baru yang bertanya-tanya kapan bisa memberikan keju kepada anak mereka. Jangan khawatir, menurut asosiasi dokter anak di Amerika Serikat (AAP), keju dapat diberikan ketika mereka memasuki usia 6 bulan. Jangan lupa untuk menyesuaikan teksturnya berdasarkan kemampuan anak mengonsumsi makanan padat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/is-cheese-bad-for-you#risks
Diakses pada 13 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/299147.php#tips_for_choosing_cheese
Diakses pada 13 November 2019

Baby Centre
https://www.babycenter.com/404_when-can-my-baby-eat-cheese_1368504.bc
Diakses pada 13 November 2019

Artikel Terkait