Manfaat Kecap, Sebandingkah dengan Kandungan Sodium dan Gulanya?


Cara pembuatan dan komposisi pembuatan kecap juga berpengaruh pada kandungan nutrisinya. Selain itu, perlu diperhatikan pula kadar sodium pada kecap asin dan juga gula pada kecap manis agar tidak melebihi rekomendasi harian.

0,0
14 Oct 2021|Azelia Trifiana
Kecap manisKecap manis
Baik kecap manis maupun kecap asin, tentu bukan hal asing lagi bagi kita. Sejak ribuan tahun silam, manfaat kecap adalah sebagai bumbu masakan dan juga pendamping saat makan.Cara pembuatan dan komposisi pembuatan kecap juga berpengaruh pada kandungan nutrisinya. Selain itu, perlu diperhatikan pula kadar sodium pada kecap asin dan juga gula pada kecap manis agar tidak melebihi rekomendasi harian.

Kandungan nutrisi kecap

Secara tradisional, di Jepang kecap asin atau shoyu dibuat lewat proses yang disebut honjozo. Dalam proses ini, kacang kedelai difermentasi dan diberi tambahan bahan lain seperti gandum atau barley.Sementara untuk kecap manis, ditambahkan pula jamur Aspergillus wentii dan juga gula palm. Mirip seperti gula merah, hanya saja teksturnya lebih halus.Kecap asin atau soy sauce memberikan rasa gurih pada masakan. Sebagian besar kecap yang ada di pasaran mengandung sodium sangat tinggi. Sementara kecap manis memberikan rasa manis dan biasanya juga dijadikan bumbu pemanis masakan.Kandungan nutrisi dalam 1 sendok makan atau 15 mililiter kecap asin adalah:
  • Kalori: 8
  • Karbohidrat: 1 gram
  • Lemak: 0 gram
  • Protein: 1 gram
  • Sodium: 902 miligram
Sementara dalam 15 mililiter kecap manis, kandungan nutrisinya berupa:
  • Kalori: 50
  • Lemak: 0 gram
  • Karbohidrat: 12 gram
  • Protein: 0 gram
  • Gula: 9 gram
  • Sodium: 240 miligram
Perlu dicatat bahwa kandungan sodium dalam kecap asin telah memenuhi 38% kebutuhan harian seseorang. Ini berarti kadarnya cukup tinggi. Begitu pula dengan kadar gula dalam kecap manis.Jadi, ada baiknya mengonsumsi kecap baik manis maupun asin sewajarnya. Sebab, ada kandungan lain seperti alkohol, gula, asam amino, serta asam laktat yang diperlukan untuk memperkuat rasa dan aromanya.

Manfaat kecap

Lalu, apa saja manfaat kecap untuk kesehatan? Sebenarnya, kecap tidak memberikan manfaat signifikan, dibandingkan dengan olahan kedelai lain seperti tahu. Namun, ada beberapa potensi manfaat kecap seperti:
  • Potensi meredakan alergi

Ada studi pada tahun 2005 oleh Makio Kobayashi terhadap 76 pasien dengan alergi musiman yang mengonsumsi 600 miligram komponen kecap asin setiap harinya. Studi tersebut menjelaskan bahwa kecap asin merupakan salah satu bumbu yang berpotensi mengontrol alergi karena memiliki kemampuan antialergi dan hipoalergenik.
  • Melancarkan buang air besar

Konsumsi cairan kecap melancarkan proses pencernaan, terutama berkaitan dengan proses buang air. Khasiatnya sama seperti reaksi pencernaan setelah minum kopi.
  • Menyehatkan pencernaan

Beberapa jenis gula dalam kecap juga dinilai memberikan efek prebiotik. Artinya, sangat bermanfaat untuk bakteri baik dalam pencernaan. Secara umum, ini akan menguntungkan kesehatan pencernaan.
  • Sumber antioksidan

Ada pula klaim bahwa manfaat kecap dapat memberi asupan antioksidan. Namun, studi seputar hal ini masih terbatas dan hasilnya cenderung kontradiktif. Apabila dibandingkan dengan sayur dan buah yang kaya antioksidan, tentu kecap masih kurang bernutrisi.Terlepas dari beberapa manfaat kecap di atas yang belum banyak terbukti secara ilmiah, secara umum, manfaat kecap adalah memberikan rasa pada masakan. Baik itu kecap asin maupun kecap manis, sama-sama bisa membuat masakan semakin lezat.

Risiko jika dikonsumsi berlebihan

Di sisi lain, ada lebih banyak kekhawatiran seputar risiko dari mengonsumsi kecap berlebihan. Beberapa di antaranya adalah:
  • Tinggi sodium

Kecap asin mengandung sodium sangat tinggi. Ketika seseorang mengonsumsi sodium berlebihan, tekanan darah bisa meningkat. Ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah lain seperti kanker lambung.Idealnya, asupan sodium setiap harinya adalah 1.500-2.300 miligram. Sementara dalam satu sendok makan kecap asin saja, telah memenuhi 38% rekomendasi harian sodium.
  • Bisa jadi tinggi MSG
MSG atau monosodium glutamate adalah penguat rasa. Secara alami, MSG memang ada di beberapa makanan dan kerap digunakan sebagai pengawet makanan. MSG adalah jenis asam glutamat yang secara signifikan memberikan rasa gurih.Jika dikonsumsi berlebihan, gejala MSG bisa menimbulkan sakit kepala, kebas, lesu, dan detak jantung tidak beraturan. Pada tahun 1986, ini disebut dengan fenomena MSG symptom complex.Namun, telaah artikel tentang MSG pada tahun 2015 menemukan bahwa dampak MSG tidak sekejam itu. Tidak ditemukan bukti bahwa MSG menimbulkan rasa pusing. Jadi, tak perlu khawatir tentang risiko kandungan MSG dalam kecap.

Catatan dari SehatQ

Ada banyak kekhawatiran dan di sisi lain manfaat kecap baik asin maupun manis. Selama dikonsumsi sewajarnya, tak ada masalah. Anda tetap bisa mendapatkan rasa gurih dan manis dari kedua jenis kecap ini.Hanya saja, sebaiknya pilih kecap yang diproduksi lewat cara fermentasi alami. Ini akan menentukan berkualitasnya kecap karena kandungannya yang utamanya berupa air, gandum, kedelai, dan garam atau gula.Sementara dalam produksi kimiawi, metodenya jauh lebih cepat sekaligus hemat biaya. Kedelai dipanaskan hingga 80 derajat Celsius dan dicampur dengan asam hidroklorida sehingga proteinnya lebih cepat hancur.Namun, rasanya menjadi kurang kuat. Di sinilah produsen biasanya menambahkan pewarna, perasa, dan garam atau gula lebih banyak. Alhasil, tentu jadi kurang sehat.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara memilih kecap yang alami dan sehat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/soy-sauce-nutrition-facts-and-health-benefits-5078941
Diakses pada 1 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-soy-sauce-bad-for-you
Diakses pada 1 Oktober 2021
Journal of the American Academy of Nurse Practitioners. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1745-7599.2006.00160.x
Diakses pada 1 Oktober 2021
Journal of Bioscience and Bioengineering. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16198255/
Diakses pada 1 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait