Manfaat Kava Kava, Minuman yang Bisa Membuat Pikiran Rileks

Kava kava adalah minuman khas masyarakat kepulauan Pasifik yang dapat membuat rileks
Meminum kava kava dipercaya dapat membuat tubuh rileks

Jika negeri tirai bambu punya teh hijau yang bisa membuat pikiran rileks, masyarakat di Kepulauan Pasifik Selatan punya kava kava. Ini adalah minuman semacam teh herbal yang populer, salah satunya karena manfaat kava kava dapat meredakan rasa cemas dan membuat pikiran rileks.

Bagi penduduk Kepulauan Pasifik, kava adalah minuman yang wajib hadir dalam acara penting seperti seremonial. Tradisi ini telah ada sejak ratusan tahun silam. Namun terlepas dari manfaat kava kava, waspadai efek sampingnya yang diduga berdampak negatif pada liver.

Manfaat kava kava

Tumbuhan dengan nama ilmiah Piper methysticum ini memiliki daun berbentuk hati dengan batang kayu. Untuk mengolahnya menjadi minuman, akarnya dihancurkan hingga berbentuk pasta.

Beberapa manfaat kava kava untuk tubuh di antaranya:

1. Meredakan cemas berlebih

Kava mengandung kavalactones yang diduga kuat dapat berpengaruh pada neurotransmitter di otak. Salah satu jenis neurotransmitter adalah gamma-aminobutyric acid (GABA) yang dapat menurunkan kecemasan.

Penelitian tentang manfaat kava kava terkait hal ini dilakukan pada tahun 1997. Secara signifikan, kava bisa mengurangi rasa cemas partisipan yang terlibat dalam penelitian. Selain itu, tidak ada reaksi ketergantungan seperti yang umum terjadi pada obat penenang lainnya.

2. Meningkatkan kualitas tidur

Ada banyak cara mengatasi susah tidur yang dilakukan seseorang. Penduduk Pasifik Selatan meyakini salah satu manfaat kava kava adalah menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur. Utamanya, bagi mereka yang mengalami stres atau insomnia.

Para peneliti juga menduga hal ini berkaitan dengan kinerja kavalactones yang dapat meredakan cemas berlebih. Ketika rasa cemas hilang, maka tidur nyenyak bukan hanya angan-angan.

 Adakah efek samping kava kava?

Hingga kini, konsumsi kava kava masih dinilai kontroversial. Terdapat beberapa laporan terjadinya efek samping setelah mengonsumsi kava, baik itu dalam jangka pendek maupun panjang.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi dalam jangka pendek seperti sakit kepala, mulut mati rasa, demam, muncul ruam, hingga penglihatan menjadi kabur.

Lebih jauh lagi, dampak kava kava dalam jangka panjang adalah:

  • Kerusakan liver

Pada tahun 2002 pernah ada peringatan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat tentang risiko kerusakan liver akibat konsumsi kava. Kasus yang dilaporkan beragam, mulai dari keracunan, hepatitis, sirosis, gagal hati, hingga kematian.

Belum jelas apakah keracunan ini dipicu kavalactones dalam ekstrak kava atau penggunaan pelarut organik yang digunakan dalam proses pembuatan ekstrak kava.

Sementara itu WHO menyebut minuman kava aman, namun jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan enzim liver. Bahkan, beberapa negara sempat melarang penjualan kava di perbatasan wilayah mereka.

  • Mengganggu pembekuan darah

Kava dapat mengganggu proses pembekuan darah sehingga sebaiknya dihindari orang yang mengalami gangguan darah atau mengonsumsi obat pengencer darah. Selain itu, orang yang akan menjalani prosedur operasi sebaiknya tidak mengonsumsi kava sejak 2 minggu sebelumnya untuk menghindari pendarahan berlebih.

  • Sistem saraf

Hingga kini, dampak kava terhadap sistem saraf belum benar-benar terkuak. Untuk itu, sebaiknya orang yang menderita depresi, kepribadian ganda, atau skizofrenia sebaiknya menghindari konsumsi kava.

  • Masalah kulit

Dalam jangka panjang, kava juga disebut dapat menyebabkan kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan tampak kekuningan

Catatan dari SehatQ

Mengingat riset tentang keamanan kava masih terus berkembang, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi kava. Beberapa riset menyebut kava dapat terminum oleh bayi lewat ASI.

Kini, kava banyak dijual dalam bentuk suplemen baik itu berupa teh, bubuk, kapsul, atau ekstrak. Dosisnya berbeda, mulai 50-100 miligram. Sebaiknya, konsumsi kava setiap harinya tidak lebih dari 250 mg per hari. Penggunaan dalam jangka panjang lebih dari 3 bulan juga sebaiknya dihindari.

Mengingat konsumsi kava masih kontroversial, sebaiknya tidak dijadikan obat herbal utama dalam mengatasi masalah kecemasan atau kualitas tidur buruk. Alternatif obat herbal lain atau perubahan gaya hidup bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324015#how-to-use-kava-kava

Diakses 11 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/kava-kava#section6

Diakses 11 April 2020

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/kava-kava-what-you-need-to-know-89703

Diakses 11 April 2020

Artikel Terkait