Manfaat Kapur Barus Bisa Digantikan 9 Bahan Alami ini

Manfaat kapur barus dapat digantikan oleh bahan-bahan alami.
Anda bisa menggunakan sejumlah bahan alami untuk menggantikan manfaat kapur barus di rumah.

Selama bertahun-tahun, kapur barus atau naftalena dikenal sebagai salah satu pengharum ruangan serbaguna. Manfaat kapur barus antara lain sebagai pengharum kamar mandi, mencegah pertumbuhan jamur di ruang lembap udara seperti lemari dan sepatu hingga membasmi kecoa.

Meski sangat bermanfaat, kapur barus memiliki efek samping yang dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan untuk menggunakan bahan-bahan alami ini sebagai pengganti kapur barus.

Manfaat kapur barus digantikan bahan-bahan alami

Kayu manis merupakan salah satu bahan alami
untuk menggantikan manfaat kapur barus.

Mulai sekarang, pertimbangkanlah untuk mengganti penggunaan kapur barus dengan bahan-bahan alami ini. Ada kayu manis, tembakau, hingga tanaman lidah mertua yang bisa Anda manfaatkan sebagai pengganti kapur barus di rumah.

1. Kayu manis

Aroma kayu manis atau Cinnamomum burmanii yang harum juga dapat dimanfaatkan untuk pengharum ruangan alami. Tak hanya itu, kulit batang tanaman yang sering dijadikan sebagai bahan makanan dan minuman ini juga dapat digunakan sebagai pengusir serangga.

Untuk menggunakannya, haluskan kulit batang kayu manis, lalu taburkan di jalur perlintasan serangga. Ramuan ini juga ampuh mematikan jentik nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

2. Tembakau

Daun tembakau juga dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan serta pembasmi serangga yang mengganggu rumah. Kandungan antioksidan seperti alkaloid, saponin, polifenol dan flavonoid dalam tanaman ini efektif membasmi serangga. Tak hanya itu, ekstrak daun tembakau juga dapat digunakan untuk mengusir lalat.

3. Maja

Ekstrak buah maja atau Aegle marmelos juga dapat dimanfaatkan untuk mengusir serangga. Buah yang mengandung tannin dan flavonoid ini juga efektif untuk mengusir lintah yang kerap menyusup di area lembap ketika hujan seperti teras rumah.

4. Brotowali

Selain dimanfaatkan sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, brotowali juga kerap digunakan untuk mengusir tikus dan serangga di taman. Ekstrak tanaman ini juga dapat digunakan untuk membasmi serangga yang menyusup ke dalam rumah.

5. Kencur

Kencur atau Kaempferia galanga tak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan ramuan herbal maupun penyedap rasa pada makanan, tapi juga berfungsi untuk mengusir serangga

6. Lempuyang gajah

Seperti fungsi kapur barus, ekstrak umbi tanaman lempuyang gajah dapat dimanfaatkan sebagai ramuan pengusir kutu, serangga dan jamur yang ada di ruangan.

7. Pakis

Daripada menggunakan kapur barus yang aromanya dapat menimbulkan gangguan kesehatan, Anda dapat mencoba tanaman pakis untuk membersihkan udara di ruangan lembab. Tanaman ini juga berfungsi menghilangkan formaldehida atau komponen formalin dari udara dan menyaring xilen yang kerap ditemukan pada barang-barang berbahan sintetis.

8. Anggrek

Selain sebagai tanaman hiasan, anggrek juga dapat berfungsi sebagai pengharum ruangan alami. Tanaman ini juga bermanfaat untuk menghilangkan xilen yang ditemukan pada cat dinding dan furnitur.

9. Lidah mertua

Tanaman lidah mertua juga dapat dimanfaatkan sebagai penetralisir udara di area lembap seperti kamar mandi. Berkebalikan dari kapur barus, tanaman ini justru dapat menurunkan kadar benzena, xilena, dan toluena di udara, yang berbahaya bagi kesehatan.

Efek samping bagi kesehatan di balik manfaat kapur barus

Hati-hati, terlalu sering menghirup kapur barus bisa
menyebabkan gangguan pernapasan.

Selama ini, penggunaan kapur barus masih menjadi pilihan masyarakat untuk melindungi lemari dan berbagai ruangan dari gangguan serangga, termasuk kecoa. Padahal jika terpapar kapur barus secara berlebihan dan terus-menerus, manusia bisa mengalami berbagai dampak buruk berikut ini.

  • Kanker:

    Sebuah riset menyebutkan individu yang menghirup aroma kapur barus secara intens berisiko mengalami kanker. Lembaga peneliti kanker di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa, International Agency for Research on Cancer mengungkapkan, zat karsinogen yang terkandung dalam kapur barus berperan menumbuhkan sel-sel kanker di dalam tubuh.
  • Anemia:

    Menghirup kapur barus secara intens juga dapat meningkatkan risiko terkena anemia.
  • Gangguan saluran pernapasan:

    Pada beberapa kasus, kapur barus dapat menyebabkan individu yang menghirupnya mengalami gangguan pernapasan.

Catatan dari SehatQ

Kapur barus memang bisa berdampak buruk bagi kesehatan apabila terhirup secara terus-menerus. Apabila Anda mengalami gangguan kesehatan akibat hal tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter.

Healthline.
https://www.healthline.com/health/air-purifying-plants#easy-plants
Diakses pada 22 Februari 2020

Kementerian Kehutanan RI.
https://www.forda-mof.org/files/Booklet_Pestisida_Nabati.pdf
Diakses pada 22 Februari 2020

NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5486353/
Diakses pada 22 Februari 2020

NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3850774/
Diakses pada 22 Februari 2020

Science Daily.
https://www.sciencedaily.com/releases/2012/05/120529113635.htm
Diakses pada 22 Februari 2020

Researchgate.
https://www.researchgate.net/publication/51393238_Exposure_epidemiology_and_human_cancer_incidence_of_naphthalene
Diakses pada 22 Februari 2020

Artikel Terkait