Bukan Sekedar Bau, Ini 4 Manfaat Jengkol untuk Kesehatan

Manfaat jengkol bagi kesehatan tidak boleh diremehkan
Meski bau, jengkol punya banyak manfaat bagi kesehatan

Jangan menilai orang dari fisiknya, begitu pula jangan memandang remeh jengkol hanya dari baunya. Ya, di balik baunya yang menusuk hidung, tersimpan manfaat jengkol yang sangat baik untuk kesehatan.

Jengkol (Pithecellobium lobatum Benth.) adalah tanaman khas Asia Tenggara yang memiliki penggemar tersendiri, terutama di Indonesia. Tanaman ini termasuk famili Fabaceae (biji-bijian) dan memiliki nama sinomin A. Jiringan, Pithecellobium jiringa, dan Archindendron Paciflorum.

Bagi Anda yang tidak tahu jengkol, buah yang satu ini berbentuk pipi dengan warna cokelat kehitaman, serta memiliki bau yang khas ketika diolah menjadi masakan. Selain diolah menjadi makanan, jengkol juga telah dikenal sebagai salah satu bahan obat tradisional.

Kandungan dan manfaat jengkol

Buah jengkol mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh manusia, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin A, B, C, fosfor, kalsium, dan zat besi. Selain itu, jengkol juga memiliki kandungan senyawa bioaktif, seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang bermanfaat untuk kesehatan.

Berdasarkan kandungan-kandungan tersebut, berikut manfaat jengkol bagi kesehatan manusia:

  • Menurunkan kolesterol

Manfaat jengkol yang satu ini diciptakan oleh kandungan tanin dan saponin di dalamnya. Kedua zat itu sebetulnya bekerja dengan menghambat penyerapan asam empedu yang disintesa dari kolesterol oleh usus.

Untuk menambal kehilangan asam empedu ini, hati kemudian mengubah kolesterol yang telah ada di dalam tubuh menjadi asam empedu sehingga kadar kolesterol dalam darah Anda akan ikut turun.

  • Menangkal radikal bebas

Kandungan flavonoid dalam jengkol terbukti dapat menangkan radikal bebas yang mungkin masuk ke tubuh. Radikal bebas sendiri diasosiasikan sebagai salah satu penyebab terjadinya penyakit kronis, termasuk kanker.

  • Mematikan bakteri jahat

Hasil penelitian mengungkap manfaat jengkol lainnya sebagai pembasmi bakteri jahat yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Bakteri tersebut misalnya Streptococcus mutans (dapat mengakibatkan pengeroposan gigi), Staphylococcus aureus (pneumonia), dan Escherichia coli (diare).

Selain bakteri tersebut, ekstrak kulit jengkol juga memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Shigella dysenteriae (diare akut) dan Salmonella typhimurium (gastroenteritis). Manfaat-manfaat tersebut didapat dari kandungan tanin dan flavonoin pada jengkol.

  • Mengobati luka bakar

Kandungan tanin pada jengkol juga dapat dijadikan campuran pada salep luka bakar. Tanin terbukti memiliki sifat antibakteri dan antiseptik sehingga dapat menghindarkan luka bakar dari infeksi sekaligus mempercepat kesembuhannya.

Oleh petani, jengkol juga sering digunakan sebagai pestisida alami untuk membunuh hama atau serangga yang dapat merusak tanaman. Pasalnya, jengkol mengandung asam jengkolat, alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang sekaligus dapat melindungi tanaman jengkol dari serangan hama yang sama.

Meski banyak manfaatnya, sebaiknya jangan mengonsumsi jengkol secara berlebihan. Perlu Anda ketahui bahwa asam jengkolat dapat menyebabkan keracunan, gagal ginjal, bahkan kematian, jika dikonsumsi secara berlebihan.

Cara mengolah jengkol agar tidak bau

Meski mengetahui manfaat jengkol di atas, Anda mungkin akan berpikir dua kali untuk mengonsumsinya karena bau yang dikeluarkan oleh jengkol tersebut. Apalagi jengkol juga memiliki buah yang keras sehingga sulit diolah bila Anda tidak mengetahui triknya.

Lalu, bagaimana cara menghilangkan bau jengkol dan membuat buah itu lebih empuk?

Pertama-tama, rendam jengkol dengan air biasa sambil Anda menyiapkan air mendidih. Rebus jengkol di air mendidik tersebut bersama dengan bawang merah, bawang putih, kayu manis, dan lengkuas hingga lunak.

Setelah direbus, jengkol dicuci kembali dengan air bersih sampai benar-benar tidak bau. Sebelum mengolahnya ke dalam masakan tertentu, jengkol juga besiknya digeprek atau dipukul-pukul, kemudian dicuci kembali.

Jengkol yang sudah diolah dengan baik akan mengeluarkan rasa yang tidak kalah dari makanan enak lainnya. Jenis masakan jengkol yang paling terkenal adalah jengkol balado, namun Anda juga bisa mengolah jengkol menjadi semur, kari, hingga kerupuk jengkol.

UIN Suska Riau. http://repository.uin-suska.ac.id/2425/3/BAB%20II.pdf
Diakses pada 10 Desember 2019

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/259758225_Pithecellobium_Jiringa_A_Traditional_Medicinal_Herb
Diakses pada 10 Desember 2019

Digilib Unila. http://digilib.unila.ac.id/2363/10/BAB%20II.pdf
Diakses pada 10 Desember 2019

Suara. https://www.suara.com/lifestyle/2019/10/19/083827/ssstini-lho-trik-rahasia-memasak-jengkol-agar-tak-berbau
Diakses pada 10 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed