5 Jenis dan Manfaat Minum Jamu untuk Kesehatan Tubuh


Minum jamu adalah salah satu kebiasaan turun temurun khas orang Indonesia untuk menjaga kesehatan tubuh. Apakah manfaat jamu benar-benar bisa dibuktikan secara medis?

0,0
26 Oct 2021|Atifa Adlina
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Manfaat jamu untuk kesehatan
Sebagai orang Indonesia, Anda mungkin sudah terbiasa minum jamu sebagai bagian dari pengobatan alternatif dengan bahan-bahan alami. Namun, apakah kata dunia medis modern soal manfaat jamu yang populer di Tanah Air ini? Benarkah jamu bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit?
Jika ya, apa saja jenisnya yang boleh dikonsumsi?

Jenis jamu yang populer di Indonesia dan manfaatnya

Bagi Anda yang mempunyai tanaman obat di rumah pasti sudah familiar dengan penggunaannya sebagai obat herbal atau jamu. Hal ini karena sejak zaman nenek moyang manfaat atau khasiat minum jamu telah dipercaya untuk mencegah penyakit hingga membantu pemulihan setelah sakit.Mengutip dari Kementerian Kesehatan, jamu adalah ramuan tradisional yang berasal dari tanaman obat asli Indonesia. Kini, ada sekitar 2800 spesies tumbuhan yang terdata sebagai tanaman obat.Berikut adalah beberapa jenis jamu yang umum dan manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

1. Kunyit

Kunyit adalah tanaman rempah atau obat yang masih satu keluarga dengan jahe. Manfaat jamu kunyit untuk kesehatan tubuh sebagian besar berasal dari kandungan senyawa kurkuminnya.Kunyit sudah cukup sering diteliti dan dibuktikan mengandung  senyawa kurkumin yang cukup tinggi untuk membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.Temuan tersebut salah satunya dilaporkan oleh sebuah penelitian dalam jurnal Frontiers in Pharmacology. Hasil studinya memperlihatkan kandungan kurkumin dalam kunyit dapat memblokir radikal bebas dan merangsang senyawa antioksidan pada tubuh hewan percobaan.Kemudian, sebuah penelitian jurnal Mini Reviews in Medicinal Chemistry menemukan juga bahwa senyawa kurkumin dalam kunyit bermanfaat untuk membantu mengatasi peradangan.Nah nyatanya, manfaat jamu kunyit atau jamu kunir bukan cuma itu. Sifat antioksidan dan antiradang dari kunyit juga diklaim bermanfaat untuk mengatasi gangguan pencernaan dan nyeri sendi pada pengobatan Ayurveda.Namun karena penelitian yang dilakukan belum cukup komprehensif, khasiat jamu kunyit di atas masih perlu penelitian lebih lanjut.

2. Temulawak

Jamu temulawak tak hanya nikmat. Nyatanya dari sejumlah bukti tes farmakologis, temulawak dilaporkan memiliki kandungan senyawa antimikroba, antiradang, antikanker, serta antidiabetes yang bermanfaat untuk kesehatan tubuhTemulawak juga mengandung  senyawa antioksidan berupa fenol, flavonoid, dan kurkumin yang berfungsi untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.Studi mengenai Javanese Turmeric memaparkan bahwa berbagai senyawa aktif ini yang membuat temulawak bermanfaat untuk mengatasi diare, demam, sembelit, penurunan nafsu makan, dankeputihan.Sebuah studi lain dari Universitas Lampung juga menemukan bahwa manfaat temulawak lainnya termasuk membantu mengatasi sakit maag dan asam lambung. Ini karena kandungan flavonoid yang berperan untuk mengurangi sekresi asam.Meski demikian, masih perlu uji komprehensif lanjutan mengenai khasiat jamu temulawak pada manusia. Kemungkinan, banyaknya manfaat jamu temulawak yang sudah lama dipercaya juga berasal dari campuran tanaman obat lainnya.

3. Jahe

Jahe adalah rempah lainnya yang sangat populer diolah menjadi jamu. Secara turun temurun, manfaat atau khasiat jamu yang mengandung jahe dipercaya untuk mengurangi risiko pembekuan darah, menghangatkan badan, hingga meredakan rasa mual saat hamil, mual akibat efek samping kemoterapi, sampai efek samping operasi tertentu.Lebih lanjut, jahe dilaporkan dapat terserap dengan baik dalam pencernaan. Semakin efektif makanan dapat dicerna, efeknya bagi tubuh tentu dapat lebih meningkat. Selain itu, dalam buku Herbal Medicine dijelaskan pula bahwa kandungan gingerol dalam jamu yang terbuat dari jahe berpotensi  untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.Akan tetapi, masih perlu penelitian lebih lanjut terhadap manusia mengenai hal ini. 

4. Jahe Merah

Tak hanya jahe biasa, Anda juga bisa minum jamu yang mengandung jahe merahRasanya yang lebih kuat dan pedas daripada jahe biasa dapat membantu meredakan ketidaknyamanan pada tubuh serta menghangatkan badan Anda.Sedangkan dalam sebuah  penelitian, disebutkan bahwa jahe merah mempunyai senyawa antioksidan yang mencegah terjadinya kerusakan pada sel darah merah.Tak hanya itu, khasiat jahe merah dari penelitian lainnya adalah membantu menurunkan kadar asam urat karena adanya komponen volatile. Perlu diingat pula bahwa mengatasi asam urat tak cukup hanya dengan minum jamu. Anda tetap perlu menyesuaikan pola makan.Sebenarnya, penelitian mengenai manfaat jahe merah pada jamu untuk kesehatan masih tergolong sedikit. Untuk itu, tetap sesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.

5. Asam Jawa

Tak hanya sebagai bumbu pelengkap untuk masakan, Anda juga bisa menggunakan asam jawa sebagai bahan tambahan dalam minuman jamu.Dalam kepercayaan pengobatan tradisional, jamu asam jawa diklaim bermanfaat untuk mengobati diare, sembelit, demam, hingga penyakit malaria.  Bahkan, bagian kulitnya juga dipercaya dapat mempercepat proses penyembuhan luka.Nah, jamu asam Jawa dipercaya bagus untuk kesehatan tubuh karena tamarind mempunyai kandungan magnesium yang cukup tinggi. Asupan magnesium dari makanan dan minuman sehari-hari dalam kadar yang cukup telah terbukti dapat membantu menurunkan tekanan darah, melawan peradangan, serta berpotensi mencegah risiko diabetes. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa asam jawa mempunyai senyawa yang disebut lupeol. Lupeol diamati bermanfaat untuk membantu membunuh beberapa mikroba seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit lainnya.

Bolehkah minum jamu setiap hari?

Jamu tergolong aman untuk diminum tiap hari. Itu kenapa pula hingga kini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia masih aktif mengkampanyekan “Gerakan Hidup Sehat Minum Jamu”. Anda boleh saja minum jamu untuk menjaga kesehatan atau meningkatkan daya tahan tubuh. Namun harap diingat, jamu bukanlah obat pilihan pertama dan satu-satunya untuk mengobati penyakit. Jamu hanya berperan sebagai pengobatan komplementer untuk membantu proses pengobatan medis apabila dokter menyetujuinya. Sebab, jamu tidak diolah menggunakan proses produksi yang terstandarisasi. Satu produk jamu dengan bahan utama yang sama bisa saja dibuat dengan takaran dan resep yang berbeda. Oleh karena itu, efek minum jamu yang dirasakan tiap orang pun bisa berbeda-beda.Sebaiknya tetaplah berkonsultasi dulu dengan dokter mengenai keinginan Anda untuk minum jamu setiap hari. Dengan begitu, dokter dapat menyarankan bahan-bahan apa saja yang boleh dan cocok untuk kondisi Anda serta bagaimana cara mengolahnya yang aman.Dokter juga dapat memberitahu jenis-jenis jamu apa saja yang mungkin dapat menimbulkan efek samping berbahaya untuk kondisi kesehatan Anda jika memiliki penyakit atau masalah medis tertentu.Begitu pula jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Tanyakan pada dokter apakah aman untuk minum jamu sementara juga masih harus menghabiskan obat. Pasalnya, beberapa kandungan senyawa aktif dalam jamu mungkin dapat berinteraksi dengan zat obat. Hal ini dapat mengurangi efektivitas obat atau bahkan dapat memunculkan efek samping yang tidak diinginkan.

Efek samping minum jamu

Walaupun jamu dipercaya dan sebagiannya sudah dibuktikan memiliki manfaat untuk kesehatan, tidak menutup kemungkinan juga ramuan tradisional ini bisa memberikan efek samping. Terutama pada orang-orang yang sensitif atau memiliki kondisi medis tertentu.Sebagai contoh, kunyit dan kurkumin secara luas dianggap aman. Akan tetapi dosis yang sangat tinggi dapat menyebabkan diare, sakit kepala, atau iritasi kulit.Begitu juga pada kandungan jahe dan jahe merah. Jika mengonsumsinya dalam dosis terlalu banyak, Anda bisa saja mengalami diare, kembung, serta sakit perut.Lalu, jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, tanyakan pada dokter apakah aman untuk menggabungkannya dengan minum jamu.

Tips minum jamu yang aman

Nah agar Anda bisa meraup manfaat dari minum jamu untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah tips dan cara minum jamu yang aman:
  • Pelajari terlebih dahulu mengenai tanaman obat atau kandungan jamu
  • Pastikan produk minuman jamu tersebut sudah melalui pengujian dari BPOM.
  • Jika minum jamu racikan sendiri, segera habiskan untuk menghindari efek penyimpanan terlalu lama.
  • Perhatikan apabila setelah minum jamu Anda merasakan alergi atau reaksi tertentu.
  • Lihat kandungan dalam kemasan dan perhatikan cara tepat pengolahannya.
Namun, penting untuk diingat bahwa Ibu hamil dan penderita gangguan ginjal tidak disarankan untuk minum jamu.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar manfaat atau khasiat minum jamu, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
herbaljamuhidup sehattanaman obatpola hidup sehat
Kementerian Kesehatan. https://www.kemkes.go.id/article/view/20021400002/ayo-minum-jamu-ayo-sehat-dengan-jamu.html. Diakses pada 7 Oktober 2021Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/herbal-medicine#5.-St.-Johns-wort. Diakses pada 7 Oktober 2021Johns Hokins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/herbal-medicine. Diakses pada 7 Oktober 2021Pakpahan, T. (2015). Manfaat Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe) terhadap Kadar Asam Urat. Jurnal Agromedicine, 2(4), 530-535. Retrieved from https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/1250Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) as Gastroprotector of Mucosal Cell Damage. (2021). Retrieved 7 October 2021, from https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/269/267Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/top-10-evidence-based-health-benefits-of-turmeric. Diakses pada 7 Oktober 2021Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/tamarind#uses. Diakses pada 7 Oktober 2021Bode, A., & Dong, Z. (2011). The Amazing and Mighty Ginger. CRC Press/Taylor & Francis. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92775/Rahmat, E., Lee, J., & Kang, Y. (2021). Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology, and Pharmacological Activities. Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2021, 1-15. doi: 10.1155/2021/9960813Sharifi-Rad, J., Rayess, Y., Rizk, A., Sadaka, C., Zgheib, R., & Zam, W. et al. (2020). Turmeric and Its Major Compound Curcumin on Health: Bioactive Effects and Safety Profiles for Food, Pharmaceutical, Biotechnological and Medicinal Applications. Frontiers In Pharmacology, 11. doi: 10.3389/fphar.2020.01021Priyandoko, D. (2018). Antioxidant and antihemolysis activity of red ginger (Zingiber Officinale Var. Rubrum) rhizome extract. Journal Of Bioscientific, 1(1). Retrieved from https://ejournal.upi.edu/index.php/JoBS/article/view/14275
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait