Manfaat jahe yang umum diketahui adalah untuk mengatasi gangguan pencernaan dan masuk angin
Jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk teh maupun sebagai campuran bahan makanan

Pernah mencoba minuman wedang ronde? Rasa kacang dalam ronde yang dipadu dengan kehangatan kuah jahe yang manis merupakan ciri khas wedang ronde yang tidak bisa dipisahkan.

Manfaat jahe tidak hanya sekedar menambah kelezatan dan kehangatan dari wedang ronde, tetapi juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah kegunaan jahe untuk masalah pencernaan. Apakah masih ada manfaat jahe bagi kesehatan lainnya?

Manfaat jahe untuk kesehatan

Manfaat jahe tidak terbatas pada membantu gangguan pencernaan dan mengusir rasa dingin. Bumbu dapur yang satu ini memiliki berbagai manfaat lainnya. Simak manfaat jahe untuk kesehatan Anda berikut ini:

  • Memiliki kemungkinan untuk menurunkan kolesterol 

Kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh berpotensi untuk menimbulkan penyakit yang serius. Bubuk jahe ditemukan mampu menurunkan kadar LDL atau ‘kolesterol jahat’ pada 45 pasien hiperlipidemia atau yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Kadar kolesterol juga bisa mengurangi tingkat kolesterol pada tikus yang mengalami diabetes dan hipotiroid atau memiliki kadar tiroid yang rendah. Meskipun demikian, efek jahe terhadap kadar kolesterol masih perlu riset lebih lanjut.

  • Menangkal infeksi bakteri dan virus

Manfaat jahe dalam menangkal infeksi bakteri dan virus tertentu didukung oleh kandungan gingerol dalam jahe yang dapat menghambat infeksi bakteri, seperti shigella, E.coli, dan sebagainya.

Bumbu dapur jahe juga ditemukan bisa menangkal infeksi virus RSV yang menyerang saluran pernapasan. Bahkan, sebuah penelitian mendapati bahwa jahe berpotensi untuk mencegah infeksi bakteri yang resisten terhadap obat. 

Selain itu, jahe juga memiliki antioksidan yang mungkin dapat mencegah kerusakan DNA tubuh dan stres, serta bisa membantu mengatasi pilek dan flu.

  • Obat antimual 

Rasa mual pastinya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi tidak perlu kesal karena Anda bisa menggunakan jahe sebagai salah satu cara untuk mengatasi mual dengan mengurangi gas dalam perut.

Manfaat jahe untuk menangkal mual juga dapat digunakan untuk mual pascaoperasi, mual saat hamil, dan mual sehabis kemoterapi. Namun, bila Anda sedang hamil, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi jahe.

  • Mengatasi gangguan pencernaan

Rasa tidak nyaman karena gangguan pencernaan berupa dispepsia atau sakit maag dapat dibantu dengan jahe. Jahe bekerja dengan cara mempercepat waktu pengosongan lambung yang mengurangi kemungkinan timbulnya masalah perut.

  • Meningkatkan fungsi otak

Manfaat jahe tidak hanya mengatasi gangguan pencernaan, tetapi juga dapat meningkatkan fungsi otak dan berpotensi menjadi obat untuk penyakit Alzheimer.

Sebuah riset menemukan bahwa jahe dapat meningkatkan fungsi kognitif pada wanita yang berusia 50 tahunan. Sementara itu, studi terhadap tikus mendapati bahwa jahe bisa meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi saraf otak.

Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian tambahan untuk mengetahui efektivitas jahe sebagai obat untuk Alzheimer.

  • Meredakan nyeri otot

Jahe yang menghangatkan tubuh diyakini memiliki kandungan antiradang yang berfungsi untuk meredakan nyeri dan sakit pada otot, seperti nyeri otot sehabis berolahraga

Namun, efek jahe meredakan nyeri otot tidak langsung dirasakan begitu saja, tetapi dibutuhkan waktu beberapa hari

  • Mengurangi sakit saat menstruasi

Bagi kaum wanita yang sedang menstruasi, jahe membawa khasiat untuk meredakan sakit saat sedang haid dan bahkan ditemukan seefektif obat antinyeri lainnya, seperti ibuprofen.

  • Meringankan gejala arthritis

Salah satu gejala arthritis adalah pembengkakan pada persendian. Jahe ditemukan mampu mengurangi pembengkakan akibat artritis dengan ditempelkan pada kulit ataupun dikonsumsi. Salah satu jenis arthritis yang bisa diatasi adalah osteoarthritis. 

  • Berpotensi menangkal kanker

Penelitian mengenai manfaat jahe dalam menghambat kanker belum menemukan suatu kesimpulan yang pasti. Namun, beberapa penelitian sudah membuktikan khasiat jahe dalam menangkal kanker.

Salah satu riset mendapati bahwa kandungan gingerol dalam jahe bisa menjadi alternatif terapi penyembuhan untuk penderita kanker.

  • Menurunkan kadar gula darah

Meskipun penelitian mengenai manfaat jahe untuk menurunkan kadar gula darah masih perlu dilakukan lebih lanjut, tetapi sudah ada studi yang memperlihatkan bahwa terdapat penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Bagaimana mengelola jahe untuk kesehatan?

Bumbu dapur jahe dapat digunakan langsung secara segar ataupun dalam bentuk bubuk yang telah dikeringkan. Anda bisa mencampurkan jahe yang telah dikupas dan dicacah ke berbagai masakan dan memadukannya dengan berbagai minuman, seperti teh, air lemon, jus, dan sebagainya.

Saat Anda ingin membeli jahe segar, carilah jahe dengan aroma yang pedas dan kulit yang mulus serta tidak berkerut. Anda dapat memasukkan jahe ke dalam kanting plastik dan ditaruh ke dalam kulkas ataupun freezer

Efek samping jahe

Jahe secara umum tidak menimbulkan efek samping tertentu dan manfaat jahe untuk kesehatan tetap bisa dinikmati secara aman. Namun, untuk beberapa orang, jahe bisa mengiritasi mulut, menyebabkan diare, dan memperparah gejala dari naiknya asam lambung.

Anda juga tidak disarankan untuk mengonsumsi jahe bila sedang mengalami diabetes, penyakit penggumpalan darah, sedang hamil, atau sedang menderita batu empedu. Selalu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi jahe.

Obat tertentu, seperti aspirin dan obat pengencer darah tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan jahe.

Selalu konsultasikan ke dokter

Meskipun jahe memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, tetapi Anda masih perlu untuk berkonsultasi ke dokter bila Anda ingin menggunakan jahe sebagai alternatif pengobatan untuk penyakit tertentu.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-benefits-of-ginger
Diakses pada 31 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/265990.php
Diakses pada 09 Agustu 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3016669/
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3995184/
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23123794
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18814211
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3609356/
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23901210
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18813412
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16389016
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20842754
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3253463/
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21197427
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20952170
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20418184
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21031618
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11710709
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19216660
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4277626/
Diakses pada 31 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20232343
Diakses pada 31 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-health-benefits-ginger
Diakses pada 31 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed