Mengenal Berbagai Manfaat Jahe untuk Kesehatan Tubuh Anda


Manfaat jahe yang umum diketahui adalah untuk mengatasi gangguan pencernaan hingga masuk angin. Namun, manfaat minum rebusan air jahe atau jahe segar setiap hari juga bisa menurunkan berat badan. Kandungan gizi jahe lengkap dan kaya antioksidan.

0,0
31 Jul 2019|Anita Djie
Manfaat jahe untuk masuk anginJahe dapat dikonsumsi dalam bentuk teh maupun sebagai campuran bahan makanan
Jahe adalah salah satu rempah yang dikenal dapat menghangatkan tubuh dan menambah cita rasa makanan dan minuman. Manfaat jahe tidak hanya sekedar menambah kelezatan dan kehangatan dari minuman, tetapi juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan.
Nama ilmiah jahe adalah Zingiber officinale. Rempah ini mengandung gingerol yang baik untuk kesehatan. Gingerol adalah senyawa bioaktif pada jahe yang bersifat antikoagulan, yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah.Melihat kandungan jahe yang tinggi nutrisi tersebut, berikut khasiat jahe untuk kesehatan.

  • Kalori: 4,8
  • Karbohidrat: 1,07 gram
  • Serat: 0,12 gram
  • Protein: 0,11 gram
  • Lemak: 0,05 gram
  • Gula: 0,1 gram
Jahe juga mengandung vitamin dan mineral seperti zat besi, kalium, vitamin B3, vitamin B6, vitamin C, magnesium, fosfor, zinc, folat, hingga vitamin B2.Nilai dan kandungan jahe ini tentu bisa berubah, tergantung dari cara Anda mengolah dan penambahan bahan-bahan lain yang dicampurkan selama pengolahan.Baca juga: 7 Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan, Anda Wajib Tahu 
Bubuk jahe mampu menurunkan kadar kolesterol jahat

Manfaat jahe untuk kesehatan

Manfaat jahe tidak terbatas pada membantu gangguan pencernaan dan mengusir rasa dingin. Bumbu dapur yang satu ini memiliki berbagai manfaat lainnya, seperti:

1. Memiliki kemungkinan untuk menurunkan kolesterol 

Kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh berpotensi untuk menimbulkan penyakit yang serius. Bubuk jahe ditemukan mampu menurunkan kadar LDL atau ‘kolesterol jahat’ pada 45 pasien hiperlipidemia atau yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi.Menurut penelitian, jahe dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida total. Jahel juga bisa mengurangi tingkat kolesterol pada tikus yang mengalami diabetes dan hipotiroid atau memiliki kadar tiroid yang rendah. Meskipun demikian, efek jahe terhadap kadar kolesterol masih perlu riset lebih lanjut.

2. Menangkal infeksi bakteri dan virus

Manfaat jahe dalam menangkal infeksi bakteri dan virus tertentu didukung oleh kandungan gingerol dalam jahe yang dapat menghambat infeksi bakteri, seperti shigella, E.coli, dan sebagainya.Bumbu dapur jahe juga ditemukan bisa menangkal infeksi virus RSV yang menyerang saluran pernapasan. Bahkan, sebuah penelitian mendapati bahwa jahe berpotensi untuk mencegah infeksi bakteri yang resisten terhadap obat. Selain itu, jahe juga memiliki antioksidan yang mungkin dapat mencegah kerusakan DNA tubuh dan stres, serta bisa membantu mengatasi pilek dan flu.

3. Obat antimual 

Rasa mual pastinya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi tidak perlu kesal karena Anda bisa menggunakan jahe sebagai salah satu cara untuk mengatasi mual dengan mengurangi gas dalam perut.Manfaat jahe untuk menangkal mual juga dapat digunakan untuk mual pascaoperasi, mual saat hamil, dan mual sehabis kemoterapi. Namun, bila Anda sedang hamil, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi jahe.
Jahe dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan

4. Mengatasi gangguan pencernaan

Rasa tidak nyaman karena gangguan pencernaan berupa dispepsia atau sakit maag dapat dibantu dengan jahe. Jahe bekerja dengan cara mempercepat waktu pengosongan lambung yang mengurangi kemungkinan timbulnya masalah perut.Penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat mengurangi kemungkinan asam lambung mengalir ke kerongkongan. Jahe untuk asam lambung juga diketahui dapat mengurangi peradangan. Mengonsumsi jahe dalam dosis kecil juga dapat meredakan iritasi saluran pencernaan.  Akar jahe telah terbukti memiliki efek antiplatelet yang relatif kontraindikasi pada pasien dengan gangguan perdarahan. Diperlukan penelitian manusia terhadap jahe atau ekstrak standar yang lebih luas dan terkontrol dengan baik untuk menunjukkan kemanjurannya sebagai agen gastroprotektif.

5. Meningkatkan fungsi otak

Khasiat jahe tidak hanya mengatasi gangguan pencernaan, tetapi juga dapat meningkatkan fungsi otak dan berpotensi menjadi obat untuk penyakit Alzheimer.Sebuah riset menemukan bahwa jahe dapat meningkatkan fungsi kognitif pada wanita yang berusia 50 tahunan. Sementara itu, studi terhadap tikus mendapati bahwa jahe bisa meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi saraf otak.Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian tambahan untuk mengetahui efektivitas jahe sebagai obat untuk Alzheimer.

6. Meredakan nyeri otot

Jahe yang menghangatkan tubuh diyakini memiliki kandungan antiradang yang berfungsi untuk meredakan nyeri dan sakit pada otot, seperti nyeri otot sehabis berolahragaNamun, efek jahe meredakan nyeri otot tidak langsung dirasakan begitu saja, tetapi dibutuhkan waktu beberapa hari. 
Jahe berkhasiat meredakan nyeri saat haid

7. Mengurangi sakit saat menstruasi

Bagi kaum wanita yang sedang menstruasi, jahe membawa khasiat untuk meredakan sakit saat sedang haid dan bahkan ditemukan seefektif obat antinyeri lainnya, seperti ibuprofen.

8. Meringankan gejala arthritis

Salah satu gejala arthritis adalah pembengkakan pada persendian. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengonsumsi rempah yang satu ini.Jahe ditemukan mampu mengurangi pembengkakan akibat artritis dengan ditempelkan pada kulit ataupun dikonsumsi. Salah satu jenis arthritis yang bisa diatasi adalah osteoarthritis. 

9. Berpotensi menangkal kanker

Penelitian mengenai manfaat jahe dalam menghambat kanker belum menemukan suatu kesimpulan yang pasti. Namun, beberapa penelitian sudah membuktikan khasiat jahe dalam menangkal kanker.Salah satu riset mendapati bahwa kandungan gingerol dalam jahe bisa menjadi alternatif terapi penyembuhan untuk penderita kanker.
Jahe dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2

10. Menurunkan kadar gula darah

Meskipun penelitian mengenai manfaat jahe untuk membantu menurunkan kadar gula darah masih perlu dilakukan lebih lanjut, tetapi sudah ada studi yang memperlihatkan bahwa terdapat penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

11. Meredakan gejala flu dan pilek

Jahe juga berkhasiat untuk meredakan gejala flu dan pilek. Rempah ini dinilai memiliki peran dalam melindungi sistem pernapasan dari kerusakan. Namun, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memastikannya.

12. Mengatasi gejala masuk angin

Jahe untuk masuk angin sebenarnya berkhasiat untuk meredakan gejalanya, yakni seperti suhu panas dalam tubuh, rasa mual dan muntah, hingga  rasa tidak nyaman pada badan.Ini karena jahe memang terbukti ampuh untuk mengatasi infeksi maupun peradangan dan bersifat menghangatkan tubuh. Selain jahe, ada juga ginseng dan makanan hangat lainnya yang bisa bantu meredakan gejala masuk angin.

13. Mengatasi gejala asam urat

Manfaat jahe lainnya adalah dapat mengatasi rasa nyeri akibat naiknya kadar asam urat. Penelitian menunjukkan, jahe memiliki efek yang sama baiknya dengan obat antiinflamasi dalam hal menghilangkan nyeri sendi akibat penyakit asam urat.Penelitian lain menunjukkan, cara mengobat asam urat dengan jahe dan campuran beberapa jenis herbal lainnya memiliki efek antiinflamasi sehingga dapat mengurangi gejala radang pada sendi.

14. Meredakan vertigo

Salah satu rempah yang berkhasiat untuk mengatasi vertigo adalah jahe. Selain itu, jahe juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, sehingga otak mendapatkan asupan oksigen yang baik. Cara mengobati vertigo dengan jahe adalah dengan seduh akar jahe atau jahe bubur dengan air hangat atau teh. Jika ingin meredakan mual, Anda juga bisa mencampurkan air jahe tersebut dengan daun mint. 

15. Menurunkan berat badan

Jahe untuk menurunkan berat badan berasal dari khasiatnya yang mampu membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.Penelitian menunjukkan, jahe dapat membantu meningkatkan laju metabolisme tubuh dari hasil kalori yang terbakar, sehingga dapat menjaga nafsu makan dan mengendalikan berat badan.Baca juga: Cara Mengobati Sakit Ulu Hati dengan Jahe, Benarkah Efektif?

Bagaimana mengolah jahe untuk kesehatan?

Bumbu dapur jahe dapat digunakan langsung secara segar ataupun dalam bentuk bubuk yang telah dikeringkan.Anda bisa mencampurkan jahe yang telah dikupas dan dicacah ke berbagai masakan dan memadukannya dengan berbagai minuman, seperti teh, air lemon, jus, dan sebagainya.Saat Anda ingin membeli jahe segar, carilah jahe dengan aroma yang pedas dan kulit yang mulus serta tidak berkerut. Anda dapat memasukkan jahe ke dalam kantong plastik dan ditaruh ke dalam kulkas ataupun freezer

Efek samping konsumsi jahe

Jahe secara umum tidak memberi efek samping tertentu dan khasiat jahe untuk kesehatan tetap bisa dinikmati secara aman.Namun, untuk beberapa orang, jahe bisa mengiritasi mulut, menyebabkan diare, dan jahe dapat memperparah gejala dari naiknya asam lambung.Anda juga tidak disarankan untuk mengonsumsi jahe bila sedang mengalami diabetes, penyakit penggumpalan darah, sedang hamil, atau sedang menderita batu empedu. Selalu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi jahe.Obat tertentu, seperti aspirin dan obat pengencer darah tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan jahe.

Selalu konsultasikan ke dokter

Meskipun jahe memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, tetapi Anda masih perlu untuk berkonsultasi ke dokter bila Anda ingin menggunakan jahe sebagai alternatif pengobatan untuk penyakit tertentu.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan sehatmenjaga kesehatanhidup sehatkolesterolgangguan pencernaanjahe
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-benefits-of-ginger
Diakses pada 31 Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/265990.php
Diakses pada 09 Agustu 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3016669/
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3995184/
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23123794
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18814211
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3609356/
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23901210
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18813412
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16389016
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20842754
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3253463/
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21197427
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20952170
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20418184
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21031618
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11710709
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19216660
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4277626/
Diakses pada 31 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20232343
Diakses pada 31 Juli 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-health-benefits-ginger
Diakses pada 31 Juli 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait