Manfaat Isoflavon dan Daftar Sumber Makanannya


Isoflavon adalah nutrisi yang banyak terkandung dalam olahan kedelai. Tahu dan tempe adalah salah satu sumber isoflavon. Manfaatnya pun banyak, mulai dari antioksidan, menurunkan risiko diabetes, hingga meredakan gejala menopause pada wanita.

0,0
isoflavon adalahIsoflavon adalah senyawa yang banyak terkandung dalam olahan kedelai
Bagi penggemar tempe atau olahan kedelai lainnya, mungkin sudah tidak asing dengan istilah isoflavon. Isoflavon adalah senyawa bioaktif dalam makanan yang mampu memberi manfaat bagi tubuh. Yuk, kenali lebih jauh manfaat isoflavon dan makanan sumber isoflavon lainnya melalui artikel berikut ini.

Manfaat isoflavon bagi kesehatan tubuh 

Isoflavon adalah senyawa fitokimia yang berasal dari keluarga Fabaceae. Senyawa ini banyak ditemukan dalam kacang-kacangan dan rempah. Senyawa isoflavon diketahui bermanfaat mampu mengurangi dan menurunkan risiko penyakit. Berikut ini beberapa manfaat isoflavon bagi kesehatan.

1. Mengurangi gejala menopause 

Isoflavon diketahui memiliki sifat fitoestrogen yang membantu menyeimbangkan kadar estrogen. Isoflavon memiliki struktur yang mirip dengan estrogen, yaitu hormon seksual wanita yang berperan dalam sistem reproduksi. Sifat fitoestrogen inilah yang membuat isoflavon mampu mengurangi berbagai gejala menopause, seperti gangguan emosi, hot flashes, vagina kering, hingga kelelahan. Mengingat strukturnya mirip estrogen, isoflavon juga digunakan dalam terapi penggantian hormon. 

2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Salah satu manfaat isoflavon adalah mampu mencegah dan menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung. Beberapa penelitian menyatakan bahwa protein kedelai yang mengandung isoflavon mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Penumpukan kolesterol jahat ini berisiko menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini dapat membuat risiko penyakit jantung semakin tinggi. Tidak hanya itu, kandungan isoflavon dalam semanggi merah juga memiliki manfaat kardiovaskuler dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).

3. Menurunkan risiko diabetes

Satu lagi manfaat isoflavon adalah menurunkan risiko diabetes tipe 2. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang menyatakan bahwa protein kedelai maupun fermentasi kedelai mampu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Isoflavon banyak terdapat dalam olahan kedelai. Selain itu, kedelai juga punya indeks glikemik yang rendahItu sebabnya, olahan kedelai banyak digunakan sebagai salah satu camilan untuk diabetes.

4. Menurunkan risiko kanker

Isoflavon juga memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk kesehatan. Salah satu fungsi antioksidan adalah melindungi dan mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas, penyebab kanker. Sebuah penelitian menyatakan bahwa remaja yang mengonsumsi kedelai memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara di kemudian hari. Namun, keampuhan isoflavon sebagai pencegahan kanker perlu ada penelitian lebih lanjut. Pasalnya, beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa isoflavon berpotensi meningkatkan risiko kanker. 

5. Mengurangi diare pada bayi

Sistem pencernaan bayi memang lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa. Tidak jarang, bayi akan mengalami diare jika salah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.Dalam hal ini, konsumsi susu kedelai mampu memperpendek durasi diare pada bayi, dibandingkan dengan susu sapi. Terlebih untuk anak yang memiliki intoleransi laktosa.

6. Menurunkan tekanan darah tinggi

Isoflavon juga diketahui mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Namun, kondisi ini hanya berlaku pada seseorang yang mengalami sedikit peningkatan tekanan darah, bukan penderita hipertensi. 

7. Mengatasi penyakit usus

Isoflavon dari kedelai diketahui mampu mengatasi berbagai gejala yang berhubungan dengan sindrom iritasi usus, seperti sakit perut. 

8. Mengatasi osteoporosis 

Kombinasi protein kedelai dari makanan dan suplemen isoflavon diketahui mampu meningkatkan kepadatan tulang. Itu sebabnya, isoflavon disebut berpotensi mengatasi osteoporosis. 

9. Mengatasi peradangan 

Peradangan merupakan respons kekebalan tubuh yang paling umum jika terkena infeksi dari patogen asing. Dalam hal ini, isoflavon diketahui memiliki sifat anti-inflamasi yang berasal dari aktivitas antioksidan. Itu sebabnya, isoflavon diketahui mampu mengatasi peradangan. 

Daftar makanan sumber isoflavon 

Berikut ini daftar makanan sumber isoflavon yang sayang untuk Anda lewatkan:
  • Tahu
  • Tempe
  • Susu kedelai
  • Miso
  • Kacang kedelai
  • Edamame
  • Semanggi merah (Trifolium pratense)
  • Alfalfa (Medicago sativa)
  • Kacang fava
  • Kacang pistachio

Adakah efek samping konsumsi isoflavon?

Isoflavon memang memiliki manfaat kesehatan. Namun, terlalu banyak konsumsi isoflavon juga bisa menyebabkan efek samping.Efek samping isoflavon sebagian besar terjadi akibat penggunaan suplemen jangka panjang. Bukan dari makanan yang mengandung isoflavon alami. Beberapa kemungkinan efek samping yang muncul antara lain:
  • Sembelit
  • Kembung
  • Mual
  • Reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal, hingga anafilaksis
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri perut
  • Pembengkakan pergelangan kaki
Dalam jurnal Nutrients diketahui bahwa konsumsi isoflavon jangka panjang dengan dosis yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti:
  • Penyakit Kawasaki
  • Pertumbuhan sel kanker payudara
  • Pertumbuhan jaringan abnormal pada rahim
  • Gangguan saluran reproduksi wanita 
  • Gangguan metabolisme protein pada anak penderita cystic fibrosis
  • Peningkatan risiko alergi pada penderita asma
  • Mengganggu pengobatan diabetes 
  • Hipotiroidisme
  • Penyakit ginjal
Anda juga perlu hati-hati dalam mengonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung isoflavon. Terlebih jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Pasalnya, beberapa jenis obat berikut ini dapat berinteraksi negatif terhadap isoflavon, antara lain:
  • Obat antidepresan (MAOIs)
  • Antibiotik
  • Estrogen (premarin, estradiol)
  • Nolvadex (tamoxifen)
  • Coumadin (warfarin)
  • Agen hipoglikemik (tolbutamid)
  • Agen anti-inflamasi (furbiforen)
  • Antikonvulsan (fenitoin)

Catatan dari SehatQ

Sebagian besar isoflavon terdapat dalam bahan makanan sehari-hari, seperti tahu dan tempe. Jangan ragu untuk mengonsumsi makanan kaya isoflavon untuk mendapatkan manfaatnya. Akan tetapi, perlu diingat, segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Anda boleh berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan kepastian.Jika Anda memiliki kondisi kesehatan atau sedang mengonsumsi obat tertentu, konsultasikan dengan dokter terkait anjuran dan pantangan makanan atau suplemen untuk memaksimalkan pengobatan Anda. Jika ragu, Anda juga bisa berkonsultasi secara online terkait isoflavon dan senyawa aktif dalam makanan lainnya melalui fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
nutrisihidup sehatsusu kedelai
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/isoflavones-benefits-side-effects-dosage-and-interactions-4687017
Diakses tanggal 11 Agustus 2021
Nutrients. https://www.mdpi.com/2072-6643/8/6/361
Diakses tanggal 11 Agustus 2021
British Pharmacological Society Journals. https://bpspubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/bph.13622
Diakses tanggal 11 Agustus 2021
National Center for Biotechnology Information. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Isoflavone#section=Pharmacology
Diakses tanggal 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait