Manfaat Hiking Tak Hanya Berikan Udara Segar

Manfaat hiking bisa Anda rasakan bersama pasangan maupun teman
Hiking bisa dilakukan bersama teman maupun pasangan

Bagi Anda yang belum pernah hiking dan penasaran, mungkin ini saat tepat untuk mencobanya. Selain menawarkan pemandangan indah dan udara segar, hiking juga akan memberikan Anda banyak khasiat kesehatan.

Ya, manfaat hiking terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi bagi Anda yang menyukai tantangan dan hal-hal baru.

Tak perlu takut, aktivitas ini bisa dilakukan oleh siapa saja, baik tua dan muda serta pemula. Dengan syarat, persiapannya juga matang.

Manfaat hiking untuk tubuh dan pikiran

stres berkurang saat hiking
Mengurangi stres bisa menjadi slaah sat manfaat hiking

Perlu diketahui bahwa hiking berbeda dengan climbing. Hiking adalah aktivitas berjalan kaki di jalur yang sudah ada atau ditentukan.

Ada beberapa jenis hiking, yakni hiking yang hanya berlangsung setengah hari dan yang dilakukan berhari-hari sekaligus camping. Aktivitas fisik ini juga relatif lebih mudah karena untuk melakukannya Anda tidak butuh kemampuan dan peralatan climbing.

Meski lebih mudah daripada climbing ataupun mendaki gunung, hiking memiliki manfaat yang sama sekali tidak sepele. Apa saja manfaat hiking?

  • Meningkatkan kesehatan jantung

Hiking termasuk dalam olahraga aerobik. Jenis aktivitas fisik ini sangat baik untuk kesehatan jantung karena saat Anda melakukannya, jantung akan memompa darah dengan lebih efisien ke seluruh tubuh.

Selain itu, manfaat hiking akan membantu Anda meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL). Faktanya, tingginya kadar LDL dalam darah dapat memicu terjadinya penyakit jantung.

  • Membantu dalam mengelola gula darah

Bagi Anda yang memiliki masalah dengan kadar gula darah, Anda juga bisa mencoba hiking sebagai salah satu pilihan olahraga.

Sebuah studi menunjukkan bahwa melakukan olahraga aerobik seperti hiking dapat membantu dalam menurunkan kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2. Jadi jangan remehkan manfaat hiking untuk diabetes.

  • Menjaga fungsi otak

Siapapun pasti tidak ingin menjadi pikun meski kondisi ini tak bisa dicegah seiring bertambahnya usia. Namun jangan khawatir, Anda dapat memperlambat kemunculannya dengan melakukan hiking.

Para ahli berpendapat bahwa olahraga aerobik sejenis hiking dapat meningkatkan performa kognitif. Semakin Anda sering bergerak aktif, jaringan otak pun akan semakin kuat.

  • Mencegah osteoporosis

Hiking adalah jenis olahraga weight-bearing yang sangat baik untuk membantu dalam mencegah osteoporosis. Mengapa demikian?

Saat berjalan kaki, Anda sebenarnya menahan beban tubuh sendiri. Jika dilakukan secara rutin, hal ini akan meningkatkan kepadatan tulang Anda. Efeknya akan lebih besar bila Anda melakukan gerakan menanjak atau menurun.

Di samping itu, berjalan kaki di alam terbuka membuat Anda lebih terpapar vitamin D dari sinar matahari. Anda tentu sudah tahu betapa berharganya vitamin ini untuk kesehatan tulang.

  • Membuat mood lebih berwarna

Manfaat hiking selanjutnya adalah meningkatkan suasana hati atau mood. Saat hiking, Anda keluar dari hiruk-pikuk keseharian yang membuat stres dan menyatu dengan alam. Ini akan memberikan efek meditatif yang menenangkan. 

Pada dasarnya, tiap jenis olahraga akan meningkatkan kadar serotonin dalam otak. Hormon ini terkait dengan rasa sejahtera dan bahagia. Karena itu, tak salah jika serotonin sering disebut sebagai ‘happy hormone’.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum hiking

pilih sepatu hiking yang tepat
Kenakan sepatu khusus hiking untuk meminimalkan risiko cedera

Supaya manfaat hiking bisa Anda peroleh dengan optimal, beberapa hal di bawah ini perlu Anda perhatikan:

  • Bagi yang pemula, tidak disarankan untuk menjelajah medan yang terlalu sulit. Lebih baik pilih tempat yang sudah familiar untuk Anda, dengan trek yang lebih pendek.
  • Sebelum berangkat hiking, pelajari dulu peta rute Anda agar lebih siap. Bawalah peta ini ketika Anda hiking.
  • Siapkan kompas untuk dibawah saat hiking.
  • Berolahraga rutin sebelum Langkah ini bertujuan mengukur seberapa cepat atau jauh Anda bisa berjalan kaki, berdasarkan tingkat kesehatan dan kebugaran tubuh Anda.
  • Siapkan makanan dan minuman yang cukup untuk dibawa saat hiking. Asupan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak baik bisa menjadi pilihan untuk menjaga kadar gula darah Anda.
  • Untuk berjaga-jaga dari hujan, bawalah jaket tahan air (waterproof) serta topi.
  • Pastikan Anda telah memiliki sepatu khusus hiking yang nyaman supaya bisa memberikan banyak ruang untuk jari-jari kaki dan tidak membuat tumit sakit.
  • Sertakan kotak P3K dan obat-obatan yang rutin Anda konsumsi, pocket knife, korek api, dan senter ke dalam tas hiking.
  • Oleskan tabir surya dengan SPF minimal 30 sebelum hiking.Jangan lupa pula untuk membawanya agar bisa kembali dioleskan setelah beberapa jam.
  • Kenakan kacamata hitam antisinar ultraviolet (UV) untuk melindungi mata Anda dari paparan sinar matahari.
  • Berkonsultasi ke dokter apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu. Dokter bisa memberikan pendapat mengenai cocok tidaknya hiking untuk Anda.

Dengan perlengkapan yang mantap, Anda pun siap untuk menikmati manfaat hiking. Aktivitas ini juga bisa dilakukan sesuai dengan preferensi Anda. Misalnya, Anda bisa hiking sendirian atau beramai-ramai dengan teman maupun keluarga.

Beberapa orang senang hiking sendirian. Namun aktivitas ini sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah punya pengalaman hiking dan tahu rutenya dengan jelas.

Bagi Anda yang memiliki penyakit tertentu, jangan lupa mendiskusikan dengan dokter atau pelatih kebugaran mengenai rencana hiking Anda. Dokter bisa memberikan pendapat apakah hiking cocok untuk Anda atau tidak.

Anda juga bisa menanyakan hal-hal yang perlu lebih Anda persiapkan sebelum berangkat hiking. Dengan ini, Anda bisa melakukan hiking dengan lebih nyaman dan aman.

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/hiking-better-health#1
Diakses pada 10 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/benefits-of-aerobic-exercise
Diakses pada 10 Maret 2020

Artikel Terkait