Mengenal Manfaat HFIS BPJS Kesehatan dan Cara Penggunaannya

HFIS BPJS Kesehatan dibuat untuk pendaftaran faskes dan mengetahui kondisi pelayanan faskes
Kartu Indonesia Sehat untuk menggunakan BPJS Kesehatan (credit: Shutterstock/Nasrul Ma Arif)

Pernahkah Anda mendengar istilah HFIS BPJS Kesehatan? Bila belum, Anda mungkin tidak sendiri karena HFIS adalah aplikasi yang lebih banyak digunakan oleh fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerja sama dengan asuransi kesehatan milik pemerintah tersebut.

HFIS adalah akronim dari Health Facilities Information System yang merupakan aplikasi berbasis situs dengan tujuan monitoring dan pelaporan data profiling faskes. Data yang tertera dalam HFIS mencakup alamat faskes, penanggung jawab, jumlah dokter dan tenaga kesehatan lain, jam praktek, teknologi kedokteran, dan lain-lain.

Apa fungsi HFIS BPJS Kesehatan?

Bagi fasilitas kesehatan, HFIS dapat mempercepat dan mempermudah proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Lewat aplikasi ini pula, mitra BPJS dapat mengajukan perpanjangan kerjasama sambil memonitor dan melaporkan setiap perkembangan yang terjadi di faskes tersebut, termasuk soal ketersediaan kamar bagi pasien BPJS.

Dari segi pelayanan, HFIS akan memudahkan petugas di faskes rujukan tingkat pertama (FKTP) untuk merujuk pasien ke faskes rujukan tingkat lanjut (FKRTL). Petugas dapat dengan mudah mencarikan FKRTL terdekat, tidak terlalu banyak antrean, dan yang paling penting memiliki pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh pasien.

Sementara bagi pasien, HFIS yang terhubung dengan layanan ‘Aplicares’ dapat memberikan transparansi ketersediaan kamar untuk peserta BPJS. Ketersediaan kamar rawat inap ini sendiri merupakan salah satu keluhan yang paling banyak dilontarkan oleh pengguna BPJS.

Cara penggunaan HFIS BPJS Kesehatan untuk faskes

Untuk menggunakan HFIS, faskes harus terlebih dahulu mengajukan pendaftaran sebagai salah satu mitra BPJS Kesehatan atau disebut sebagai Fasilitas Kesehatan Kerjasama. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan surat permohonan ke kantor cabang BPJS sesuai domisili.

Surat tersebut bisa diantar langsung, melalui POS, ataupun surat elektronik. Setelah itu, faskes akan melalui tahapan aktivasi HFIS BPJS Kesehatan sebagai berikut:

  • Setelah melakukan pendaftaran, faskes akan menerima e-mail aktivasi dan username serta password untuk akses aplikasi HFIS.
  • Setelah itu, isi profil serta self assesment pada aplikasi HFIS. Faskes juga dapat memonitor workflow data faskes.

Pengisian profil serta self assesment ini juga merupakan bagian dari proses uji kelayakan yang dilakukan pihak BPJS Kesehatan terhadap calon faskes. Selama status kemitraannya belum disetujui oleh BPJS Kesehatan, calon faskes tetap bisa memantau prosesnya lewat HFIS.

Jika calon faskes dianggap memenuhi syarat, maka faskes akan mendapat hak akses baru untuk Aplikasi HFIS sebagai Fasilitas Kesehatan Kerjasama. Pada hak akses ini, faskes dapat melihat data profil serta mengajukan perubahan data faskes melalui persetujuan Kepala Bidang BPJS Kesehatan Kantor Cabang terlebih dahulu sebelum muncul dalam data faskes baru dalam HFIS tersebut.

Dengan HFIS BPJS Kesehatan, faskes mendapatkan transparansi dalam proses pengajuan perubahan data yang dimaksud. Bila pengajuan data berstatus ‘Tidak Setuju’, maka faskes bisa mengklik detail pengajuan untuk mengetahui keterangan penolakan tersebut.

Sayangnya, meski sudah berbasis digital, penggunaan HFIS BPJS Kesehatan masih memerlukan proses manual dengan mengirimkan berkas pemberitahuan secara tertulis ke kantor cabang. Hal ini terutama diperuntukkan bagi perubahan data dokumen dan tenaga medis bagi FKTP, serta perubahan data sarana dan tenaga medis bagi FKRTL.

Cara memanfaatkan HFIS BPJS Kesehatan lewat Aplicares bagi pasien

Setelah fasilitas kesehatan melengkapi data dan memperbarui perubahan di HFIS BPJS Kesehatan, maka pasien bisa mendapatkan informasi yang akurat terkait faskes tersebut. Bagi para peserta BPJS Kesehatan, manfaat HFIS ini dapat dirasakan lewat penggunaan aplikasi bernama ‘Aplicares’.

Layanan ini dapat diakses lewat situs faskes BPJS Kesehatan atau bisa diunduh di Play Store dengan nama P-Care. Jika Anda mengakses lewat situs, cukup klik nama provinsi yang Anda cari, kemudian masukkan juga nama kotamadya tujuan yang lebih spesifik, lalu klik tombol ‘cari faskes’.

Di sana, Anda dapat mengetahui berbagai informasi, misalnya daftar rumah sakit terdekat yang sudah terdaftar sebagau mitra BPJS Kesehatan. Bagi faskes yang telah memperbarui data HFIS BPJS Kesehatan, Anda juga dapat mengetahuinya informasi detail, seperti jumlah kamar kelas 3 hingga VVIP yang tersedia bagi peserta BPJS.

Selain itu, Anda juga dapat mencari informasi yang lebih spesifik, misalnya dokter spesialis maupun dokter gigi terdekat sesuai dengan keluhan Anda. Di aplikasi ini juga terdapat pilihan apotek terdekat bagi Anda yang ingin membeli obat dengan atau tanpa resep dokter.

Dengan adanya aplikasi yang terhubung ke HFIS BPJS Kesehatan ini, pasien diharapkan mendapat keterbukaan informasi, terutama saat memerlukan pelayanan kesehatan tertentu. Bagi faskes, hal ini diharapkan juga dapat mengurangi antrean maupun kemungkinan menolak pasien karena ketidaktersediaan pelayanan maupun kamar rawat inap.

BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/b7d5fe07007fbbf887ccaca8d947b6e9.pdf
Diakses pada 25 Januari 2020

HFIS BPJS Kesehatan. https://hfis.bpjs-kesehatan.go.id/hfis/downloads/usermanual.pdf
Diakses pada 25 Januari 2020

Faskes BPJS. https://faskes.bpjs-kesehatan.go.id/aplicares/#/app/dashboard
Diakses pada 25 Januari 2020

Kompascom. https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/17/115426226/bpjs-kembangkan-rujukan-berbasis-online-ini-penjelasan-lengkapnya?page=all
Diakses pada 25 Januari 2020

Artikel Terkait