Meski dianggap sebagai hama, manfaat eceng gondok tidak diduga-duga
Eceng gondok sering dianggap sebagai hama

Anda mungkin mengenal eceng gondok sebagai tanaman gulma yang mengotori danau. Namun, tahukah Anda ada manfaat eceng gondok untuk kesehatan tubuh manusia?

Eceng gondok (Eichornia crassipes Solms) adalah tumbuhan yang hidup di perairan terbuka dengan cara mengapung pada air dalam dan berakar bila air dangkal. Eceng gondok kerap dianggap sebagai masalah ekosistem yang serius, sehubungan dengan status mereka sebagai salah satu tanaman paling produktif di dunia.

Buktinya, 10 tanaman eceng gondok dapat berkembang biak hingga menjadi 600.000 tanaman baru hanya dalam waktu 8 bulan. Tak pelak, tanaman ini kerap dicap sebagai gulma yang harus segera dibersihkan dari permukaan air agar tidak mencemari lingkungan.

Manfaat eceng gondok untuk kesehatan

Meski demikian, terdapat penelitian yang membuktikan bahwa eceng gondok justru dapat berperan sebagai salah satu solusi murah dalam mengatasi polusi air. Alasannya, tanaman ini mampu menyerap logam berat dan polutan organik yang ada di dalam air.

Selain digunakan sebagai pengendali polusi air di danau-danau, tanaman eceng gondok banyak dikembangkan sebagai bahan baku dalam kerajinan tangan. Sementara itu, manfaat eceng gondok untuk kesehatan memang belum banyak diteliti, namun bukan berarti tidak ada.

Berikut beberapa manfaat eceng gondok bagi kesehatan manusia:

  • Melawan sel kanker

Dalam sebuah penelitian di laboratorium, ekstrak kandungan eceng gondok terbukti memiliki sifat antikanker. Namun, sifat ini tidak terlalu signifikan dan masih perlu penelitian lebih lanjut sebelum eceng gondok dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan kanker.

  • Memperkuat gigi

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Airlangga, Surabaya, menyebut manfaat eceng gondok lainnya adalah memperkuat gigi. Manfaat ini didapat karena kandungan eceng gondok dapat menekan pertumbuhan bakteri Actinobacillus actinomycetemcomitans (Aa) yang menyebabkan rusaknya jaringan gigi sehingga menyebabkan gigi lekas goyah.

Manfaat eceng gondok yang satu ini paling banyak terdapat pada bagian daunnya. Pasalnya, daun eceng gondok memiliki sifat antibakteri karena mengandung bahan aktif, seperti fenol, terpenoid, flavonoid, dan alkaloid.

  • Mengobati gondok

Eceng gondok sudah banyak digunakan untuk menangani penyakit gondok, terutama di India. Manfaat eceng gondok ini diperkuat dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa tanaman tersebut mengandung asam askorbat yang dalam dunia medis kerap digunakan sebagai produk perawatan kulit dan mengatasi gondok.

  • Mencegah penuaan dini

Manfaat eceng gondok ini berkaitan dengan kandungan antioksidan, terutama pada bagian daunnya. Ekstrak daun eceng gondok terbukti kaya akan zat yang berfungsi menangkal radikal bebas. Radikal bebas sendiri kerap dihubungkan sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah penuaan dini.

Manfaat ini didapatkan dengan mengaplikasikan ekstrak daun eceng gondok yang sudah diolah menjadi krim wajah. Hasilnya, krim tersebut terbukti dapat memberantas efek radikal bebas pada kulit.

Peringatan saat memanfatkan eceng gondok untuk kesehatan

Meski ada beberapa penelitian yang menyatakan manfaat eceng gondok bagi kesehatan, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi tanaman ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Terlebih, penelitian lain membuktikan bahwa konsumsi eceng gondok yang mengandung hidrogen sianida (HCN), alkaloid, dan triterpenoid dapat membuat Anda keracunan.

Penelitian lain mengungkap manfaat eceng gondok hanya bisa dirasakan ketika sudah diolah sedemikian rupa di laboratorium, misalnya diekstrak dengan menghilangkan komponen alkaloid-nya.

Yang jelas, manfaat eceng gondok tidak bisa dijadikan rujukan bagi Anda yang tengah mengidap penyakit tertentu. Sebelum Anda menggunakan eceng gondok untuk kepentingan kesehatan, selalu diskusikan dengan dokter terlebih dahulu.

Universitas Negeri Yogyakarta. http://eprints.uny.ac.id/9524/3/BAB%202%20-%2007308141020.pdf
Diakses pada 22 Januari 2020

Universitas Airlangga. http://news.unair.ac.id/en/2019/08/08/treating-shaky-tooth-with-water-hyacinth/
Diakses pada 22 Januari 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/296585525_ANTICANCER_ACTIVITY_OF_WATER_HYACINTH_EICHHORNIA_CRASSIPES_MART_SOLMS_ON_HUMAN_CERVICAL_CANCER_CELL_LINE
Diakses pada 22 Januari 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/313608944_Impact_of_Water_hyacinth_on_aquatic_environment_in_phytoremediation_of_eutrophic_Lakes
Diakses pada 22 Januari 2020

Science Alert. https://scialert.net/fulltext/?doi=jest.2016.26.48
Diakses pada 22 Januari 2020

PFAF. https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Eichhornia+crassipes
Diakses pada 22 Januari 2020

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1687428516300504
Diakses pada 22 Januari 2020

Artikel Terkait