7 Manfaat Diet Vegan yang Terbukti Secara Ilmiah


Menjalani diet vegan alias menghindari segala produk dari hewan diyakini bisa membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, manfaat diet vegan juga dapat menjaga kesehatan jantung hingga melindungi dari terjadinya diabetes tipe 2.

(0)
07 Jul 2021|Azelia Trifiana
Diet vegan menyehatkan untuk dijalaniDiet vegan menyehatkan untuk dijalani
Menjalani diet vegan alias menghindari segala produk dari hewan diyakini bisa membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, manfaat diet vegan juga dapat menjaga kesehatan jantung hingga melindungi dari terjadinya diabetes tipe 2.Namun sebelumnya, bedakan dulu vegan dan vegetarian. Vegan adalah mereka yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani. Sementara vegetarian masih mengonsumsi telur.

Manfaat diet vegan

Telah terbukti secara ilmiah, berikut ini beberapa manfaat diet vegan yang membuatnya layak dicoba:

1. Efektif turunkan berat badan

Bagi yang memiliki kelebihan berat badan, diet vegan bisa membantu menurunkannya. Berdasarkan banyak studi observasi, orang vegan cenderung lebih langsing dan memiliki indeks massa tubuh lebih rendah dibandingkan dengan non-vegan.Bahkan menurut Journal of the American College of Nutrition, diet vegan lebih efektif menurunkan berat badan ketimbang jenis diet lainnya. Bahkan ketika seseorang tidak rutin menjalani diet vegan, kemungkinan menurunkan berat badan tetap lebih tinggi ketimbang yang lainnya.

2. Kaya nutrisi

Ketika seseorang menekuni diet vegan, artinya produk hewani seperti daging dan produk turunan hewan lainnya sudah dicoret. Penggantinya adalah gandum utuh, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan juga buah.Terbukti dalam studi dari Jerman pada tahun 2020 lalu yang mencatat bahwa orang vegan mengonsumsi lebih banyak antioksidan, serat, serta vitamin dan mineral.Namun tentu saja, ada risiko seseorang juga kekurangan nutrisi terutama asam lemak esensial jika menjalani diet tanpa produk hewani ini. Oleh sebab itu, penting untuk memilih makanan dengan tepat. Apabila diperlukan, berikan suplemen vitamin B12, vitamin D, zinc, atau kalsium yang rentan kurang dimiliki orang vegan.

3. Menurunkan kadar gula darah

Bagi penderita diabetes tipe 2, diet vegan layak dicoba karena dapat menurunkan kadar gula darah. Bahkan, sensitivitas insulinnya juga lebih tinggi sehingga risiko mengalami atau memburuknya diabetes tipe 2 berkurang.Berdasarkan studi tim dari University of North Carolina, diet vegan dapat menurunkan kadar gula darah penderita diabetes dibandingkan dengan jenis diet lainnya.

4. Optimalkan fungsi ginjal

Manfaat diet vegan lainnya adalah menjaga penurunan fungsi ginjal. Berdasarkan riset yang dipublikasikan di World Journal of Nephrology, mengganti daging dengan olahan protein plant-based dapat mengurangi risiko penurunan fungsi ginjal.Namun, masih perlu penelitian lebih lanjut lagi untuk membuktikan hal ini.

5. Melindungi dari kanker

Salah satu faktor penting untuk mencegah terjadinya kanker adalah dengan menjaga pola makan. Ini juga merupakan salah satu manfaat diet vegan. Sebagai contoh, mengonsumsi legume secara rutin dapat menurunkan risiko mengalami kanker usus.Selain itu, cukup mengonsumsi sayuran dan buah juga menurunkan risiko menderita penyakit kanker hingga 15%. Fakta ini tercatat dari penelitian tim University of Florence, Italia, pada tahun 2017 lalu.Lebih jauh lagi, menghindari produk hewani tertentu dapat mengurangi risiko mengalami kanker prostat, kanker payudara, dan juga kanker usus.Namun perlu diingat bahwa studi yang menyoroti hal ini sifatnya observasional. Artinya, mustahil menentukan secara pasti apa penyebab orang vegan berisiko lebih rendah mengalami penyakit kanker.

6. Risiko penyakit jantung berkurang

Jika ada diet yang menurunkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung, diet vegan bisa jadi jawaban. Bahkan, berdasarkan studi observasional Departemen Nutrisi Loma Linda University California, risiko orang vegan mengalami tekanan darah tinggi menurun 75%.Lebih spesifik lagi, manfaat diet vegan juga lebih efektif dalam mengendalikan kolesterol jahat dan kadar gula darah dibandingkan dengan jenis diet lainnya.Tentu ini penting untuk kesehatan jantung, mengingat kolesterol, tekanan darah, dan juga kadar gula darah berkaitan erat dengan risiko terjadinya penyakit jantung.

7. Kurangi nyeri arthritis

Penderita arthritis juga mungkin merasakan nyeri berkurang jika menjalani diet vegan. Sebuah observasi dari Michigan State University College of Human Medicine menemukan bahwa 40 penderita arthritis yang mengonsumsi diet vegan selama 6 pekan merasakan perubahan. Mulai dari level energi meningkat hingga fungsi tubuh secara umum menjadi lebih optimal.Selain itu, beberapa gejala seperti nyeri, bengkak di sendi, serta rasa kaku di pagi hari juga jauh berkurang bagi yang menjalani diet vegan. Sebab, orang vegan mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan, probiotik, dan juga serat.

Catatan dari SehatQ

Sah-sah saja untuk menjalani diet vegan, terutama bagi penderita diabetes tipe 2, arthritis, atau yang ingin menjaga kesehatan tubuhnya secara umum. Mengganti produk hewani dengan plant-based foods akan memberikan asupan nutrisi yang baik.Namun, ada kemungkinan orang vegan kekurangan beberapa jenis vitamin dan mineral. Sebab, tidak ada asupan nutrisi itu dari produk non-hewani.Jika ini yang terjadi, coba cari tahu apakah ada suplemen yang diperlukan dengan bertanya langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatdiet veganhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vegan-diet-benefits
Diakses pada 22 Juni 2021
Arthritis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4359818/
Diakses pada 22 Juni 2021
Nutrients. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24871675/
Diakses pada 22 Juni 2021
Critical Reviews in Food Science and Nutrition. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26853923/
Diakses pada 22 Juni 2021
Obesity. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17890496/
Diakses pada 22 Juni 2021
World Journal of Nephrology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27152261/
Diakses pada 22 Juni 2021
Deutsches Ärzteblatt International. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33161940/
Diakses pada 22 Juni 2021
Journal of the American College of Nutrition. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/07315724.2020.1869625
Diakses pada 22 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait