Daun waru ternyata memiliki manfaat yang jarang orang ketahui
Daun waru beserta bunganya yang indah

Daun waru adalah salah satu tanaman herbal yang tumbuh subur di Indonesia dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan alternatif. Tahukah Anda apa saja manfaat daun waru untuk kesehatan dan bagaimana cara mengolahnya?

Tanaman waru (Hibiscus tiliaceus) termasuk suku kapas-kapasan yang banyak digunakan sebagai pohon peneduh di tepi jalan karena akar pohon ini tidak merusak jalan dan bangunan sekitarnya. Tanaman yang bisa tumbuh hingga 15 meter ini juga dikenal dengan nama Dadap Laut atau Waru Laut pada daerah lain di Tanah Air.

Waru adalah tumbuhan asli dari daerah tropis di Pasifik Barat. Namun, saat ini telah tersebar luas di seluruh wilayah Pasifik dan dikenal dengan berbagai nama, misalnya hau (Hawaii), purau (Tahiti), beach Hibiscus, Tewalpin, Sea Hibiscus, maupun Coastal Cottonwood.

Kandungan pada daun waru

Hampir semua bagian pohon waru dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi bahan bernilai ekonomis. Daun waru, misalnya, memiliki kandungan fitokimia yang berguna bagi kesehatan manusia.

Daun waru mengandung senyawa saponin dan flavonoid, serta setidaknya mengandung lima senyawa fenol. Selain itu, daun waru juga memiliki kadar alkaloida, asam amino, karbohidrat, asam organik, asam lemak, saponin, sesquiterpen dan sesquiterpen quinon, steroid, triterpen.

Manfaat daun waru untuk kesehatan

Berdasarkan kandungan di atas, daun waru memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, seperti:

  • Menyehatkan saluran cerna

Daun waru mengandung zat musilago yang salah satu sifatnya ialah dapat melapisi dinding saluran cerna. Selain itu, musilago ini juga dapat melapisi tenggorokan sehingga tidak rentan mengalami luka maupun radang.

Manfaat lain dari daun waru adalah mengobati diare berdarah atau berlendir dan amandel yang bengkak. Meski demikian, klaim ini masih perlu penelitian lebih lanjut.

  • Meredakan gejala flu

Air rebusan daun waru juga biasa diminum untuk meredakan gejala flu, seperti batuk, pilek, dan demam. Meminum air rebusan ini juga dipercaya dapat melancarkan buang air kecil sehingga memberi efek diuretik.

  • Menyembuhkan luka luar

Daun waru memiliki sifat emolien yang bersifat antiseptik sehingga dapat membunuh kuman. Tak pelak, salah satu manfaat daun waru yang dipercaya secara turun-temurun adalah menyembuhkan luka luar, misalnya luka gores atau luka bakar yang tidak terlalu parah.

  • Menyehatkan rambut

Kandungan senyawa saponin dan flavonoid membuat daun waru banyak digunakan sebagai salah satu komponen pembuat sampo. Saponin diketahui dapat menjadi pembusa alami sekaligus bahan pencuci rambut, sedangkan flavonoid membunuh bakteri dan virus.

Kedua senyawa aktif ini memberikan efek kesehatan pada shampo daun waru. Lebih tepatnya, sampo ini dapat mempercepat pertumbuhan rambut sekaligus mencegah terjadinya kerontokan rambut.

Cara mengolah daun waru

Untuk mendapatkan manfaat daun waru di atas, Anda bisa mengolah daun waru menjadi produk-produk sebagai berikut:

  • Memilih daun waru yang masih muda kemudian mengolahnya dengan cara ditumis maupun direbus seperti membuat sayur bayam.
  • Menjadikan daun waru sebagai pengganti daun hati dalam proses peragian kecap maupun sebagai pembungkus tempe.
  • Daun waru diremas dan dilayukan, lalu ditempelkan ke kulit berbisul untuk mempercepat proses penyembuhannya.
  • Daun waru yang masih muda direbus, dicampur dengan gula batu, dan diminum seperti layaknya Anda meminum teh.

Saat ini, beberapa produk komersial juga sudah memasukkan daun waru sebagai salah satu komposisi pembuatnya, misalnya pada shampo daun waru. Sebelum menggunakannya, pastikan Anda tidak memiliki alergi daun waru maupun senyawa yang terdapat di dalamnya.

Akademi Farmasi Putera Indonesia Malang. http://repository.pimedu.ac.id/id/eprint/401/3/BAB%20II%20TINJAUAN%20PUSTAKA%20PDF.pdf
Diakses pada 1 April 2020

Biotifor. http://www.biotifor.or.id/2013/lb.file/gambar/File/17%20Buku%20Benih%20Unggul%202014/buku%2011%20Waru.pdf
Diakses pada 1 April 2020

Unnes. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/teknobuga/article/view/19555
Diakses pada 1 April 2020

Farmasi UGM. https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=227
Diakses pada 1 April 2020

Artikel Terkait