Manfaat Daun Sambung Nyawa Berdasarkan Penelitian, Sudah Siap Mencoba?

Jangan sampai "tergoda" dengan manfaat daun nyawa. Sebelum mengonsumsinya, pastikan dulu dengan dokter.
Manfaat daun sambung nyawa sangat beragam, mulai dari antikanker hingga menjaga keperkasaan pria.

Daun sambung nyawa mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang. Namun siapa sangka, daun yang memiliki nama latin Gynura procumbens ini, ternyata dijadikan lalapan oleh banyak masyarakat orang Indonesia.

Sebenarnya, daun sambung nyawa berasal dari Afrika, tapi juga bisa ditemukan Sumatra dan Jawa. Tanaman sambung nyawa ini tumbuh di ladang atau dibudidayakan sebagai apotek hidup.

Bagi Anda yang penasaran dengan "keajaiban" tanaman ini, mari kenali manfaat daun sambung nyawa, sebelum mencobanya.

Manfaat daun sambung nyawa yang didukung penelitian

Selain menjadi lalapan, daun sambung nyawa juga digunakan sebagai bahan masakan di Thailand. Bahkan, di Malaysia, daun sambung nyawa dikonsumsi mentah-mentah. Mungkin kebiasaan ini muncul karena kepercayaan masyarakat yang menganggap bahwa manfaat daun sambung nyawa mampu mengobati banyak penyakit.

Perlu diingat, walau banyak yang mengklaim bahwa manfaat daun sambung nyawa bisa mengobati berbagai macam penyakit, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

1. Menurunkan tekanan darah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke. Dalam beberapa dekade terakhir, banyak tumbuhan obat yang diteliti sebagai obat penurun tekanan darah tinggi. Daun sambung nyawa pun masuk dalam daftar tumbuhan obat itu.

Dalam sebuah penelitian pada hewan uji, manfaat daun sambung nyawa diklaim bisa menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan.

2. Mengobati diabetes

Dalam pengobatan tradisional, daun sambung nyawa diklaim bisa menurunkan kadar gula darah pada diabetes. Apalagi, penelitian membuktikan bahwa daun sambung nyawa memiliki sifat antihiperglikemik (obat diabetes).

Salah satu temuan menarik menunjukkan, manfaat daun sambung nyawa dapat menurunkan kadar gula darah dan menjaga kadar glukosa dalam darah, pada tikus yang mengalami diabetes.

3. Mengobati infertilitas

Daun sambung nyawa
Tumbuhan daun sambung nyawa

Infertilitas bisa menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan momongan, walau sudah berhubungan intim secara teratur. Infertilitas pun sebenarnya merupakan salah satu komplikasi diabetes yang pastinya sangat ditakuti.

Untuk menangani infertilitas ini, daun sambung nyawa kerap menjadi pilihan. Bahkan, daun sambung nyawa terbukti bisa meningkatkan jumlah sperma, pergerakan sperma, dan mengurangi persentasi kematian sel sperma, pada tikus yang mengalami diabetes.

Tidak hanya itu, daun sambung nyawa juga dianggap memiliki efek afrodisiak (pembangkit gairah seksual) pada hewan uji yang sama.

4. Mencegah kanker

Daun sambung nyawa juga telah digunakan sebagai obat untuk mencegah serta mengobati kanker payudara serta leukimia (kanker darah) dalam jangka waktu lama. Dari sebuah penelitian selama 10 minggu, ekstrak etanol daun sambung nyawa terbukti bisa menekan perkembangan karsinogenesis (proses pembentukan sel kanker).

Sementara itu, penelitian dengan durasi lebih lama (26 minggu), membuktikan bahwa daun sambung nyawa bisa menekan pembentukan karsinogenesis di bagian mulut.

Selain itu, penelitian pada hewan uji menunjukkan, ekstrak etanol daun sambung nyawa mampu menurunkan azoxymethane (senyawa yang bisa memicu tumor) sebanyak 80%.

Untuk perawatan pendamping bagi pasien kanker, daun sambung nyawa bisa dikonsumsi mentah-mentah sebanyak 3 lembar sebanyak 7 hari. Pengobatan herbal ini bisa memakan waktu 2-3 bulan, tergantung dari keadaan penyakitnya.

5. Mencegah malaria

Manfaat daun sambung nyawa berikutnya datang dari efek antimikrobanya. Karena memiliki efek antimikroba, daun sambung nyawa dipercaya bisa melawan berbagai parasit yang menyebabkan penyakit malaria, yaitu Plasmodium falciparum dan Plasmodium berghei.

Tidak hanya itu, ekstrak etanol daun sambung nyawa juga dipercaya menghambat perkembangan virus herpes simplex HSV-1 dan HSV-2 dalam tubuh. Hal ini dibuktikan dalam sebuah uji klinis pada pasien penderita herpes labialis. Pada pengujian tersebut, pengobatan dengan daun sambung nyawa terbukti mengurangi jumlah pasien herpes.

6. Menjaga kesehatan otak

Daun sambung nyawa juga mengandung antioksidan, seperti flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Flavonoid dikenal sebagai antioksidan yang bisa menurunkan risiko kanker, penyakit jantung, asma, hingga stroke. Antioksidan yang satu ini juga diklaim bisa menjaga kesehatan otak.

Sama seperti antioksidan lainnya, saponin bisa membantu tubuh mencegah kanker, menurunkan kadar kolesterol, dan menjaga kesehatan organ hati.

Tanin memiliki kemampuan untuk mempercepat pembekuan darah, hingga mengurangi tekanan darah.

Sementara itu, terpenoid bisa membantu tubuh mencegah beberapa penyakit, seperti kanker.

7. Mempercepat proses penyembuhan luka

Di dalam dunia medis Thailand, daun sambung nyawa seringkali digunakan untuk mengobati peradangan. Saat ekstrak etanol daun sambung nyawa digunakan pada hewan uji yang sedang terluka, proses penyembuhan lukanya meningkat. Selain itu, ukuran luka juga berkurang.

Selain beberapa manfaat daun sambung nyawa di atas, berbagai penelitian juga telah menunjukkan bahwa daun sambung nyawa bisa mengobati penyakit ginjal, mencairkan pembekuan darah, menghentikan perdarahan, membersihkan tubuh dari racun, infeksi kerongkongan, hingga mengatasi demam.

Catatan dari SehatQ:

Penelitian mengenai efektivitas daun sambung nyawa untuk mengobati beberapa penyakit, seperti kanker dan infertilitas, masih terus berlanjut. Itulah sebabnya, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsinya tanpa anjuran dan pengawasan dokter. Apalagi, belum ada rincian dosis aman dalam penggunaan daun sambung nyawa.

Selain itu, Anda disarankan untuk tidak menjadikan obat-obatan herbal seperti daun sambung nyawa sebagai pengganti pengobatan medis. Jangan sampai “tergoda” berbagai manfaat daun sambung nyawa, sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Jurnal Kedokteran Unila. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/609/613
Diakses pada 9 Maret 2020

Farmasi UGM. https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=88
Diakses pada 9 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4791373/
Diakses pada 9 Maret 2020

WHO. https://www.who.int/reproductivehealth/topics/infertility/definitions/en/
Diakses pada 9 Maret 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/articles/200307/flavonoids-antioxidants-help-the-mind
Diakses pada 9 Maret 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/post/What_are_saponins_and_what_are_their_health_benefits
Diakses pada 9 Maret 2020

Artikel Terkait