Manfaat daun pegagan mulai dari meningkatkan fungsi otak, memperbaiki sirkulasi darah, hingga meredakan nyeri sendi
Daun pegagan sudah digunakan dalam pengobatan tradisional sejak dulu kala

Daun pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman yang sering digunakan dalam masakan Asia. Tumbuhan ini juga sudah sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisonal Cina serta pengobatan Ayurveda.

Manfaat daun pegagan dalam kedua pengobatan tradisonal tersebut adalah sebagai antimikroba, antiinflamasi, antidiabetes, antidepresan, dan meningkatkan daya ingat. Bagaimanakah pendapat para ahli medis?

Manfaat daun pegagan yang sudah diteliti

Tidak semua klaim mengenai khasiat daun pegagan didukung oleh pembuktian dari riset imiah. Sejauh ini, beberapa khasiat yang sudah dikaji oleh para ilmuwan meliputi: 

1. Meningkatkan fungsi otak dan daya ingat 

Manfaat daun pegagan sebagai ramuan herbal untuk mengatasi gangguan suasana hati dan meningkatkan daya ingat sudah dipraktikkan dalam pengobatan tradisonal sejak lama. 

Meskipun hasil dari beberapa penelitian ilmiah belum bisa sepenuhnya mendukung klaim tersebut, ada bukti-bukti bahwa daun pegagan punya manfaat langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan otak. 

Daun pegagan diduga bisa memengaruhi kemampuan kognitif dan memori secara tidak langsung. Pasalnya, tanaman ini memang memiliki efek meningkatkan kewaspadaan yang kemudian bisa meningkatkan kemampuan memori jangka pendek.

2. Memperbaiki suasana hati dan mengatasi depresi

Daun pegagan nampaknya memiliki efek mengurangi gangguan kecemasan dengan cara mengontrol aktivitas neurotransmiter yang disebut gamma-aminobutyric acid (GABA). Kandungan asam asiatat dalam tanaman ini diperkirakan menjadi pemicu efek pada GABA tersebut. 

Khasiat asam asiatat dalam daun pegagan memengaruhi penyerapan GABA oleh otak. Hal ini menjadikan daun pegagan berpotensi menjadi obat herbal untuk mengatasi gangguan kecemasan, insomnia, dan depresi tanpa efek sedatif seberat obat-obatan kimia. Contohnya, zolpidem dan barbiturate.

Medki demikian, manfaat daun pegagan di atas masih membutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut. 

3. Memperbaiki sirkulasi darah

Berdasarkan penelitian, ada sejumlah bukti mengenai manfaat daun pegagan untuk memperbaiki sirkulasi darah bagi penderita chronic venous insufficiency (CVI). Penyakit ini adalah gangguan pada pembuluh vena di kaki, sehingga terjadi mengalami masalah dalam mengalirkan darah kembali ke jantung. 

Sebuah riset di Malaysia menyimpulkan bahwa kelompok lanjut usia yang diobati dengan daun pegagan menunjukkan perbaikan yang signifikan dari gejala CVI. Contohnya, rasa sakit dan edema yang berkurang dan kaki tidak lagi terasa berat.

Efek tersebut diduga berkaitan dengan kandungan senyawa kimia triterpene pada daun pegagan. Senyawa ini menstimulasi produksi cardiac glycoside yang meningkatkan daya pompa jantung dan frekuensi kontraksinya. 

Beberapa studi lain juga menemukan bahwa daun pegagan membantu stabilisasi plak lemak di dinding pembuluh darah, sehingga mencegah lepasnya plak yang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke

4. Menyamarkan stretchmark dan menyembuhkan luka

Menurut penelitian ilmiah tertentu, daun pegagan bisa dimanfaatkan untuk menyamarkan penampakan strechmark di kulit. Kandungan terpenoid dalam tanaman ini diduga bisa meningkatkan produksi kolagen oleh tubuh.

Berkat itulah, daun pegagan diyakini mampu mencegah timbulnya stretchmark baru, sekaligus memperbaiki penampilan kulit dengan menyamarkan stretchmark yang sudah ada. 

Riset lain juga menemukan bahwa ekstrak daun pegagan memiliki efek positif dalam mempercepat penyembuhan untuk beberapa jenis luka. Misalnya, luka akibat beda tajam, luka sobek tak beraturan akibat benturan, dan luka yang terinfeksi.

Para penggemar skincare mungkin tak asing lagi dengan manfaat daun pegagan untuk luka ini. Pasalnya, cica cream yang mengandung centella asiatica belakangan ini kerap diminati karena manfaatnya dalam menyembuhkan luka, khususnya jerawat.

5. Membantu dalam meredakan sakit persendian

Khasiat antiradang dari daun pegagan diduga bisa membantu mengatasi artritis. Sebuah studi terhadap tikus di laboratorium menemukan bukti bahwa pemberian tanaman ini bisa mengurangi radang sendi maupun erosi tulang rawan dan tulang.

Kandungan antioksidan dalam daun pegagan juga berpengaruh positif terhadap imunitas tubuh, sehingga mengurangi inflamasi. 

Penggunaan daun pegagan sebagai suplemen

Pengawasan penggunaan obat herbal dan ramuan tradisonal tidaklah seketat pengawasan obat-obatan kimia. Penelitian ilmiah mengenai manfaat daun pegagan pun belum melalui tahap uji klinis.

Karena itu, efek samping pemakaian daun pegagan belum dapat diketahui secara pasti. Ini berarti, Anda mesti berhati-hati dalam penggunaan tanaman ini sebagai suplemen.

Ibu hamil, ibu menyusui, penderita hepatitis dan gangguan organ hati, orang yang akan menjalani tindakan bedah, pengidap kanker kulit, dan anak-anak sebaiknya menghindari penggunaan suplemen daun pegagan. 

Meski daun pegagan umumnya aman digunakan sebagai ramuan herbal dan suplemen, ada baiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu jika berniat mengonsumsinya. Apa alasannya?

Suplemen daun pegagan tidak bisa digunakan untuk menggantikan pengobatan dari dokter. Penggunaannya tanpa konsultasi medis berisiko menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/gotu-kola-benefits
Diakses pada 1 November 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-gotu-kola-89566
Diakses pada 1 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed