Manfaat Daun Keji Beling untuk Atasi Berbagai Penyakit

Manfaat daun keji beling tidak hanya sebagai tanaman hias belaka, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan sebagai tanaman herbal
Manfaat daun keji beling tidak hanya untuk mempercantik pekarangan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan.

Indonesia kaya akan berbagai tanaman herbal yang bisa digunakan sebagai pengobatan alami. Salah satunya adalah daun tanaman keji beling. Keji beling tidak hanya bisa ditemukan di Indonesia, tetapi juga di Malaysia, Madagascar, dan sebagainya.

Ada berbagai manfaat daun keji beling untuk kesehatan yang bisa dinikmati dengan menggunakannya sebagai bahan pengobatan alternatif. Namun, selalu ingat bahwa penggunaan daun-daun herbal harus didiskusikan dengan dokter terlebih dahulu.

[[artikel-terkait]]

Manfaat daun keji beling

Manfaat daun keji beling untuk kesehatan dibuktikan melalui berbagai penelitian. Manfaat daun keji terletak pada kandungan di dalamnya, yaitu flavonoid, polifenol, alkaloid, tanin, katekin, dan kafein yang bisa memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan.

1. Kandungan antioksidan

Siapa sangka bahwa salah satu manfaat daun keji beling adalah menangkal radikal bebas. Hal ini didukung oleh penelitian pada tahun 2000 yang menemukan bahwa kandungan antioksidan daun keji beling lebih tinggi dari vitamin E.

Penelitian tersebut juga menganjurkan untuk mengonsumsi sebanyak 5 gram ekstrak daun keji beling per hari dalam bentuk teh untuk menambah asupan antioksidan dan nutrisi dalam tubuh.

Penelitian yang serupa di tahun 2010 ikut menyokong manfaat daun keji beling dalam menangkal radikal bebas dan bahkan tidak menemukan adanya zat beracun dalam daun keji beling.

Antioksidan dalam daun keji beling dikaitkan dengan kandungan fenol yang tinggi dalam daun keji beling.

2. Mengobati luka

Salah satu manfaat daun keji beling, yaitu mengobati luka, sempat diuji coba dalam suatu penelitian. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 tersebut mendukung manfaat daun keji dalam menyembuhkan luka.

Dalam penelitian tersebut, jus daun keji beling ditemukan mampu mempercepat penyembuhan luka pada tikus yang normal maupun yang menderita diabetes. Penelitian lain pada tahun 2011 juga menemukan hal yang serupa.

Penelitian tersebut menaruh ekstrak daun keji beling pada luka di tikus dan menemukan bahwa luka yang dibalut dengan ekstrak daun keji beling lebih cepat sembuh dan memiliki bekas luka yang tidak selebar normalnya.

Selain itu, luka yang ditutupi dengan ekstrak daun keji beling mengandung lebih banyak kolagen dan lebih sedikit sel-sel penyebab radang dibandingkan dengan tikus lain yang tidak diberikan ekstrak daun keji beling.

Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk mengetes manfaat daun keji beling yang satu ini.

3. Kandungan antikanker

Manfaat daun keji beling dalam mengatasi kanker terletak dalam kandungan antikanker yang dimiliki. Didapatkan bahwa daun keji beling bisa menghambat pertumbuhan sel kanker prostat dan kanker payudara.

Tidak hanya kanker prostat dan kanker payudara, penelitian pada tahun 2015 menyatakan bahwa kandungan flavonoid dalam daun keji beling bisa menghentikan perkembangan kanker usus besar pada tikus.

4. Kandungan antidiabetes

Menurut penelitian pada tahun 2006, teh yang terbuat dari kandungan daun keji beling mengandung antioksidan dan bisa mengurangi kadar gula darah pada tikus.

Penelitian lain di tahun 2009 menemukan bahwa jus daun keji beling bisa menurunkan kolesterol pada tikus yang mengalami diabetes.

Perlu diketahui bahwa penelitian lebih lanjut mengenai manfaat daun keji beling terhadap penyakit diabetes pada manusia masih diperlukan.

Mari mengenal tanaman keji beling

Sebelum mengetahui manfaat daun keji beling, Anda perlu mengenal daun keji beling terlebih dahulu. Daun keji beling umumnya ditemukan di tepian sungai ataupun lahan.

Tanaman keji beling bisa bertumbuh hingga satu meter dan memiliki daun yang berwarna hijau gelap serta tepian daun yang bergerigi. Panjang daun keji beling berkisar antara lima sampai delapan sentimeter, sementara lebarnya berkisar antara dua sampai lima sentimeter.

Batang tanaman keji beling yang masih muda berwarna keunguan dan perlahan berubah warna menjadi cokelat. Tanaman keji beling memiliki bunga yang berwarna kuning dengan bentuk seperti corong dan berukuran kurang lebih 1,5-2 sentimeter.

Tidak hanya bunga, tanaman keji juga menghasilkan buah yang berbentuk gelondong dengan panjang sekitar 11 sentimeter.

Diskusikan dengan dokter

Manfaat tanaman daun keji beling bagi kesehatan mungkin telah didukung dengan beberapa penelitian. Meskipun demikian, alangkah baiknya bila segala tanaman herbal yang ingin dijadikan suplemen ataupun alternatif pengobatan penyakit tertentu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

International Food Research Journal. http://www.ifrj.upm.edu.my/20%20(05)%202013/3%20IFRJ%2020%20(05)%202013%20Norfarizan%20159.pdf
Diakses pada 11 Juni 2019

Journal of Medicinal Plants Research. https://pdfs.semanticscholar.org/e71c/c2283b781083f0d55ad79fd4372f5a6c3e03.pdf
Diakses pada 11 Juni 2019

National Parks. https://florafaunaweb.nparks.gov.sg/special-pages/plant-detail.aspx?id=2479
Diakses pada 11 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21512451
Diakses pada 11 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11137889
Diakses pada 11 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2924269/
Diakses pada 11 Juni 2019

ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/7093814_Effects_of_Strobilanthes_crispus_Tea_Aqueous_Extracts_on_Glucose_and_Lipid_Profile_in_Normal_and_Streptozotocin-Induced_Hyperglycemic_Rats
Diakses pada 11 Juni 2019

Science Alert. https://scialert.net/abstract/?doi=ijp.2009.200.207
Diakses pada 11 Juni 2019

Science Alert. https://scialert.net/abstract/?doi=jbs.2009.662.668
Diakses pada 11 Juni 2019

Science Alert. https://scialert.net/fulltextmobile/?doi=ijp.2010.591.599
Diakses pada 11 Juni 2019

Scientific Reports. https://www.nature.com/articles/srep13312
Diakses pada 11 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed