Manfaat Daun Keji Beling untuk Atasi Beragam Penyakit


Manfaat daun keji beling adalah mencegah risiko kanker, mengatasi batu ginjal, menangkal radikal bebas, dll. Hal ini bahkan telah dibuktikan oleh beberapa studi.

(0)
08 Aug 2019|Anita Djie
Manfaat daun keji beling salah satunya adalah mencegah risiko kankerDaun keji beling tidak hanya mempercantik pekarangan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan.
Indonesia kaya akan berbagai tanaman obat-obatan yang bisa digunakan sebagai pengobatan alami. Salah satunya adalah daun dari tanaman keji beling atau pecah beling. Ada berbagai manfaat daun keji beling yang bisa Anda nikmati untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Penasaran?

Mengenal tanaman keji beling

Sebelum mengetahui manfaat daun keji beling, Anda perlu mengenal daun keji beling terlebih dahulu. Daun keji beling umumnya ditemukan di tepian sungai ataupun lahan dan sering dijadikan tanaman pagar.Tanaman keji beling atau pecah beling bisa bertumbuh hingga satu meter dan memiliki daun yang berwarna hijau gelap serta tepian daun yang bergerigi.Panjang daun keji beling berkisar antara lima sampai delapan sentimeter, sementara lebarnya berkisar antara dua sampai lima sentimeter.Batang tanaman keji beling yang masih muda berwarna keunguan dan perlahan berubah warna menjadi cokelat.Tanaman keji beling memiliki bunga yang berwarna kuning dengan bentuk seperti corong dan berukuran kurang lebih 1,5-2 sentimeter.Tidak hanya bunga, tanaman keji juga menghasilkan buah yang berbentuk gelondong dengan panjang sekitar 11 sentimeter.

Ragam manfaat daun keji beling atau pecah beling

Manfaat daun keji beling untuk kesehatan secara umum berasal dari kandungan flavonoid, polifenol, alkaloid, tanin, katekin, dan kafeinnya yang sudah dibuktikan oleh beberapa penelitian. Namun, selalu ingat bahwa penggunaan tanaman obat harus didiskusikan dengan dokter terlebih dahulu.

1. Mencegah efek radikal bebas

Siapa sangka bahwa salah satu manfaat daun keji beling adalah menangkal radikal bebas.Hal ini didukung oleh penelitian pada tahun 2000 yang menemukan bahwa kandungan antioksidan daun keji beling lebih tinggi dari vitamin E.Penelitian tersebut juga menganjurkan untuk mengonsumsi sebanyak 5 gram ekstrak daun keji beling per hari dalam bentuk teh untuk menambah asupan antioksidan dan nutrisi dalam tubuh.Penelitian yang serupa di tahun 2010 ikut menyokong manfaat daun keji beling untuk mencegah radikal bebas dan bahkan tidak menemukan adanya zat beracun dalam daun keji beling.Antioksidan dalam daun keji beling dikaitkan dengan kandungan fenol yang tinggi dalam daun keji beling.

2. Mengobati luka

Salah satu manfaat daun keji beling, yaitu mengobati luka, sempat diuji coba dalam suatu penelitian.Penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 tersebut mendukung manfaat daun keji dalam menyembuhkan luka.Dalam penelitian tersebut, jus daun keji beling ditemukan mampu mempercepat penyembuhan luka pada tikus yang normal maupun yang menderita diabetes.Penelitian lain pada tahun 2011 juga menemukan hal yang serupa. Luka pada badan tikus yang dibalur ekstrak daun keji beling tampak lebih cepat sembuh dan bekas lukanya pun tidak selebar normalnya.Selain itu, luka yang ditutupi dengan ekstrak daun keji beling mengandung lebih banyak kolagen dan lebih sedikit sel-sel penyebab radang dibandingkan dengan tikus lain yang tidak diberikan ekstrak daun keji beling.Meski demikian, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk mengetes khasiat daun keji beling yang satu ini.

3. Menekan risiko kanker

Daun keji beling juga dipercaya memiliki manfaat sebagai pengobatan antikanker.Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa daun keji beling bisa mencegah pertumbuhan sel kanker prostat dan kanker payudara.Tidak hanya kanker prostat dan kanker payudara. Penelitian pada tahun 2015 menyatakan bahwa kandungan flavonoid dalam daun keji beling bisa menghentikan perkembangan kanker usus besar pada tikus.

4. Kandungan antidiabetes

Menurut penelitian pada tahun 2006, teh yang terbuat dari kandungan daun keji beling mengandung antioksidan dan bisa mengurangi kadar gula darah pada tikus. Penelitian lain di tahun 2009 menemukan bahwa jus daun keji beling bisa menurunkan kolesterol pada tikus yang mengalami diabetes. Perlu diketahui bahwa penelitian lebih lanjut mengenai khasiat daun keji beling terhadap penyakit diabetes pada manusia masih diperlukan.

5. Menangani batu ginjal

Menurut sebuah artikel yang dimuat dalam International Food Research Journal, daun beji keling telah digunakan sebagai obat herbal untuk menangani batu ginjal.Namun manfaat keji beling ini masih bersifat anekdotal (laporan dari masyarakat), dan masih membutuhkan kajian lebih lanjut secara medis.

Konsultasi ke dokter sebelum menggunakan daun keji beling

Manfaat tanaman daun keji beling bagi kesehatan mungkin telah didukung dengan beberapa penelitian.Meskipun demikian, alangkah baiknya bila segala tanaman herbal yang ingin dijadikan suplemen ataupun alternatif pengobatan penyakit tertentu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
diabeteskanker prostatherbal
International Food Research Journal. http://www.ifrj.upm.edu.my/20%20(05)%202013/3%20IFRJ%2020%20(05)%202013%20Norfarizan%20159.pdf
Diakses pada 11 Juni 2019
Journal of Medicinal Plants Research. https://pdfs.semanticscholar.org/e71c/c2283b781083f0d55ad79fd4372f5a6c3e03.pdf
Diakses pada 11 Juni 2019
National Parks. https://florafaunaweb.nparks.gov.sg/special-pages/plant-detail.aspx?id=2479
Diakses pada 11 Juni 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21512451
Diakses pada 11 Juni 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11137889
Diakses pada 11 Juni 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2924269/
Diakses pada 11 Juni 2019
ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/7093814_Effects_of_Strobilanthes_crispus_Tea_Aqueous_Extracts_on_Glucose_and_Lipid_Profile_in_Normal_and_Streptozotocin-Induced_Hyperglycemic_Rats
Diakses pada 11 Juni 2019
Science Alert. https://scialert.net/abstract/?doi=ijp.2009.200.207
Diakses pada 11 Juni 2019
Science Alert. https://scialert.net/abstract/?doi=jbs.2009.662.668
Diakses pada 11 Juni 2019
Science Alert. https://scialert.net/fulltextmobile/?doi=ijp.2010.591.599
Diakses pada 11 Juni 2019
Scientific Reports. https://www.nature.com/articles/srep13312
Diakses pada 11 Juni 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait