6 Manfaat Daun Jarak dan Bijinya yang Cukup Mencengangkan

Manfaat daun jarak cukup banyak, mulai dari melawan bakteri hingga menstabilkan gula darah
Daun jarak dianggap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan

Sebagai salah satu tanaman yang tumbuh subur di Indonesia, daun jarak dianggap sebagai tanaman herbal yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Ada banyak manfaat daun jarak bagi kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat, mulai dari kompres anak saat demam hingga melawan bakteri jahat.

Daun jarak (Ricinus communis) adalah jenis semak tahunan yang tergolong dalam keluarga Euphorbiaceae. Tumbuhan ini menghasilkan biji jarak yang banyak dimanfaatkan dalam dunia kesehatan, salah satunya diolah menjadi minyak biji jarak yang berfungsi melancarkan buang air besar, mempercepat terjadinya kontraksi pada ibu melahirkan, dan membantu melancarkan ASI.

Selain itu, daun jarak juga memiliki manfaat bagi kesehatan, meski belum banyak digunakan layaknya minyak biji jarak. Anda pun perlu mengetahui juga cara mengolah daun jarak ini untuk mengoptimalkan manfaatnya.

Apa saja manfaat daun jarak bagi kesehatan?

Daun jarak dikenal sebagai tanaman yang mampu melancarkan buang air besar karena daun ini bisa dibilang merupakan obat pencahar alami.

Selain itu, manfaat daun jarak lainnya berhubungan dengan sifat daunnya sebagai laktogogue (merangsang, mempertahankan, dan meningkatkan produksi air susu ibu atau ASI) dan emmenagogue (melancarkan menstruasi).

Berikut manfaat lengkap daun jarak bagi kesehatan yang sudah teruji secara ilmiah:

  • Mampu melawan bakteri

Sebuah studi menemukan bahwa daun jarak memiliki sifat antibakteri yang dapat melawan bakteri dermatopik dan patogenik, seperti E coli, S aureus, K pneumonia, dan bakteri jenis Strep. Untuk memaksimalkan manfaat daun jarak ini, Anda dapat mencampur ekstrak daun jarak dengan ekstrak aseton.

  • Menstabilkan kadar gula darah

Jika Anda menderita gula darah rendah, mengonsumsi rebusan daun jarak dipercaya bisa mengatrol kadar gula darah sehingga bisa kembali normal. Sebaliknya pada penderita diabetes, daun jarak justru dipercaya bisa mencegah kadar gula darah naik lebih tajam lagi.

  • Memperbaiki kerusakan hati

Berdasarkan studi terhadap ekstrak daun jarak, tumbuhan herbal ini terbukti dapat memperbaiki kerusakan hati, terutama yang disebabkan oleh galactosamine. Selain itu, ekstrak daun jarak juga dapat mengobati peradangan.

Manfaat minyak jarak bagi kesehatan

Bukan hanya daunnya, biji jarak juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Biji jarak biasanya diolah menjadi minyak jarak untuk mendapatkan manfaat terbaiknya.

Berikut adalah manfaat minyak jarak yang tidak kalah dari daunnya:

  • Mengatasi sembelit dan melapisi usus besar

Ketika Anda mengalami konstipasi, biji jarak dapat menjadi obat pencahar alami yang dapat Anda coba. Selain itu, meneteskan minyak jarak juga kerap dilakukan untuk orang yang akan menjalani operasi kolonoskopi. Namun, cara ini tidak lebih efektif dibanding jika Anda menggunakan obat lain seperti sodium fosfat.

  • Melancarkan persalinan

Suatu penelitian menyatakan bahwa meminum minyak jarak dipercaya dapat menjadi induksi alami bagi ibu hamil yang akan melahirkan. Bahkan, banyak ibu yang mengklaim langsung merasa mulas hanya dalam tempo 24 jam setelah mengonsumsi daun jarak ini.

Cara tersebut juga dipercaya aman bagi ibu hamil yang sudah pecah ketuban, namun belum juga mulas. Tetapi, agar persalinan Anda lebih aman, sebaiknya konsultasikan cara ini dengan dokter Anda.

  • Obat tetes mata

Minyak jarak dapat membantu mengatasi gangguan pada kelenjar meibom di mata dan hal ini ternyata juga sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian. Cukup teteskan 1 tetes minyak jarak untuk membuat permukaan bola mata kembali lembap.

Namun sebelum melakukannya, Anda perlu berkonsultasi mengenai hal ini kepada dokter. Jangan sembarang meneteskan minyak jarak ini tanpa persetujuan dokter, agar bisa menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Bagaimana cara mengolah daun jarak?

Selain memerhatikan dosisnya, penting juga untuk mengetahui cara mengolah daun jarak agar Anda dapat mengoptimalkan manfaatnya. Daun jarak bisa dijadikan sebagai obat luar (kompres atau tapal) maupun obat herbal yang diminum.

Berikut beberapa rekomendasi cara mengolah daun jarak yang aman:

  • Dijadikan tapal

Gunakan daun segar yang ditumbuk, kemudian dijadikan tapal. Tapal ini bisa dioleskan di dahi (untuk meredakan sakit kepala, di payudara (merangsang produksi ASI), di perut (melancarkan buang air besar), dan pada bisul (agar cepat kempis).

Anda juga bisa mendapatkan manfaat daun jarak dengan mencampurkannya bersama minyak esensial, kemudian mengoleskannya di bagian perut. Pada anak, cara ini ampuh untuk meredakan perut kembung.

Daun jarak juga dapat dijadikan tapal dengan terlebih dahulu dihangatkan bersama susu. Oleskan di bagian kulit yang mengalami luka untuk mempercepat penyembuhannya.

  • Direbus

Daun jarak juga bisa direbus, kemudian diminum airnya. Cara mengolah daun jarak yang satu ini dipercaya dapat melancarkan ASI, menstruasi, meredakan panas, mencegah kerusakan hati, hingga menyembuhkan sakit perut.

  • Dijus

Manfaat daun jarak juga bisa Anda rasakan dengan membuatnya menjadi jus untuk diminum. Jus daun jarak ini dipercaya dapat menawarkan racun yang disebabkan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, atau menurunkan kadar bilirubin pada orang dewasa yang menderita jaundice (sakit kuning).

Meski manfaat daun jarak dan minyak jarak cukup banyak, Anda sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Pohon jarak merupakan salah satu tanaman beracun, dan daun jarak termasuk salah satu bagian yang mengandung racun tersebut, meski tidak sebanyak pada biji jarak.  

Perlu diingat, penelitian lebih lanjut mengenai daun jarak dan minyak jarak masih dibutuhkan untuk membuktikan efektivitasnya sehingga jika Anda memiliki keluhan suatu penyakit, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter.

Munculnya penyakit-penyakit tertentu, seperti misalnya penyakit saraf, adalah efek samping yang dapat terjadi apabila terlalu banyak mengonsumsi daun jarak.

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/313507545_PHARMACOGNOSTICAL_EVALUATION_OF_CASTOR_LEAVES
Diakses pada 22 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-897/castor-bean
Diakses pada 22 Oktober 2019

Stuart Xchange. http://www.stuartxchange.com/TanganTangan.html
Diakses pada 22 Oktober 2019

Google Scholar. https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=lyGCgqUAAAAJ&citation_for_view=lyGCgqUAAAAJ:d1gkVwhDpl0C
Diakses pada 22 Oktober 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/ricinus-communis
Diakses pada 22 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed