6 Manfaat Daun Eucalyptus yang Menarik


Kerap disamakan dengan minyak kayu putih, sebenarnya daun eucalyptus menghasilkan produk turunan yang berbeda. Berasal dari Australia, daun eukaliptus biasanya diolah menjadi minyak esensial dan juga bahan baku teh.

0,0
22 Aug 2021|Azelia Trifiana
Daun eucalyptusDaun eucalyptus
Kerap disamakan dengan minyak kayu putih, sebenarnya daun eucalyptus menghasilkan produk turunan yang berbeda. Berasal dari Australia, daun eukaliptus biasanya diolah menjadi minyak esensial dan juga bahan baku teh.Ketika sudah diolah, manfaat daun eucalyptus bisa diperoleh dengan cara dihirup, dioleskan, dan juga dikonsumsi apabila sudah berbentuk teh. Daun yang cukup populer ini banyak tumbuh di penjuru dunia.

Manfaat daun eucalyptus

Lalu, apa saja manfaat daun eucalyptus?

1. Kaya antioksidan

Daun eucalyptus yang telah dikeringkan biasanya diolah menjadi teh dan aman dikonsumsi. Namun, jangan salah. Minyak eucalyptus sebaiknya tidak dikonsumsi karena bisa jadi beracun. Jadi, sebaiknya jangan menambahkan minyak esensial eucalyptus ke dalam teh.Lebih jauh lagi, daun eucalyptus adalah sumber antioksidan, terutama flavonoid. Ini dapat melindungi tubuh dari stres oksidatif dan kerusakan akibat paparan zat radikal bebas. Mengonsumsi flavonoid dapat melindungi dari penyakit jantung, kanker, dan demensia.Sebagai contoh, ada studi pada tahun 2012 terhadap 38.180 laki-laki dan 60.289 perempuan sebagai partisipan. Konsumsi diet tinggi flavonoid menurunkan risiko penyakit jantung hingga 18%.Menariknya lagi, teh eucalyptus juga merupakan sumber antioksidan yang aman untuk lansia. Namun, tidak untuk anak-anak. Pastikan sudah mendapat lampu hijau dari dokter sebelum memberikannya.

2. Menjaga kesehatan gigi

Ekstrak daun eukaliptus yang dikenal dengan eucalyptol juga dapat menjaga kesehatan gigi. Sebab, daunnya mengandung ethanol dan macrocarpal C, salah satu jenis polifenol. Zat ini dapat menurunkan jumlah bakteri penyebab penyakit gusi dan gigi berlubang.Tim peneliti asal Osaka University Graduate School of Dentistry melakukan studi terhadap 97 partisipan untuk membuktikannya. Hasilnya, mereka yang mengunyah permen karet dengan ekstrak daun eukaliptus mengalami penurunan signifikan penumpukan plak dan juga perdarahan gusi.Lebih spesifik lagi, para partisipan dalam studi itu mengunyah permen karet sebanyak lima kali sehari masing-masing selama lima menit. Ini pula yang menjelaskan mengapa banyak obat kumur yang menambahkan eucalyptol sebagai bahan di dalamnya.

3. Potensi mengatasi kulit kering

Kandungan ceramide, asam lemak di kulit bertugas untuk menjaga kelembapan kulit. Sayangnya, orang yang mengalami masalah kulit kering, ketombe, atau penyakit kulit lainnya seperti dermatitis dan psoriasis berarti memiliki ceramide lebih rendah.Menariknya, mengoleskan ekstrak daun eukaliptus bisa meningkatkan produksi ceramide pada kulit. Selain itu, juga menjaga kelembapan dan melindungi kulit terluar. Ada zat bernama macrocarpal A yang menjadi stimulan produksi ceramide.Dalam studi yang dilakukan di Jepang terhadap 34 partisipan, menggunakan lotion kulit kepala yang mengandung ekstrak daun eucalyptus menunjukkan perbaikan. Kemerahan, gatal, kering, dan kulit bersisik pada kulit kepala berkurang signifikan.

4. Potensi meredakan nyeri

Potensi lain manfaat daun eucalyptus adalah sebagai pereda nyeri. Utamanya, ketika dihirup dalam bentuk minyak esensial. Sebab, di dalamnya terdapat zat antioksidan seperti cineole dan limonene yang berperan sebagai pereda rasa sakit.Studi selama tiga hari dari Korea Selatan ini memperkuat potensi itu. Sebanyak 52 partisipan yang baru menjalani operasi lutut diminta menghirup minyak eukaliptus yang dicampur dalam minyak almond.Setiap hari, partisipan menghirupnya selama 30 menit. Hasilnya, rasa sakit turun secara signifikan. Di saat yang sama, tekanan darah juga ikut menurun.Meski demikian, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah hal ini bisa berlaku untuk pasien penyakit lain seperti kanker. Studi dari Hacettepe University di Ankara, Turki ini menunjukkan 123 pasien kanker yang menghirup minyak eukaliptus tidak merasakan perubahan rasa nyeri.

5. Potensi relaksasi

Banyak orang meyakini bahwa eucalyptus dapat meredakan stres. Bahkan dalam studi dari School of Medicine, Eulji University, Korsel ini, 62 orang yang akan dioperasi merasa lebih tenang setelah menghirup aroma minyak eucalyptus.Tak hanya itu, menghirup minyak eukaliptus selama 30 menit juga dapat menurunkan tekanan darah pada pasien karena efeknya yang menenangkan.Para peneliti meyakini bahwa ini terjadi karena aktivitas sistem saraf simpatik menurun. Ini adalah sistem saraf yang berperan terhadap stres. Di saat yang sama, sistem saraf parasimpatik yang merangsang relaksasi semakin aktif.

6. Pengusir serangga alami

Minyak eukaliptus adalah pengusir serangga alami berkat kandungan eucalyptol  di dalamnya. Bukan hanya nyamuk, namun juga serangga lainnya selama delapan jam sejak diaplikasikan. Semakin tinggi kandungan eucalyptol di dalamnya, semakin efektif pula kinerjanya.Bahkan, Center for Disease Control and Prevention memasukkan lemon minyak eukaliptus sebagai pengusir serangga yang ampuh dan aman. 

Catatan dari SehatQ

Berbagai manfaat daun eucalyptus bisa ditemukan lewat berbagai produk, seperti teh, aromaterapi, pengusir serangga, atau dioleskan ke kulit. Banyak juga produk yang mengandung ekstrak daun eukaliptus seperti vapor rub, permen karet, dan obat kumur.Secara umum, daun eucalyptus aman digunakan. Meski demikian, anak-anak adalah yang paling berisiko mengalami keracunan. Gejalanya mulai dari kejang, sulit bernapas, hilang kesadaran, hingga kematian.Untuk amannya, tentu perlu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang keamanan. Sebab, minyak eucalyptus juga mungkin berinteraksi dengan obat tertentu.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar cara aman konsumsi dan penggunaan minyak eucalyptus, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/eucalyptus-leaves
Diakses pada 9 Agustus 2021
Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25028591/
Diakses pada 9 Agustus 2021
CDC. https://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2020/noninfectious-health-risks/mosquitoes-ticks-and-other-arthropods
Diakses pada 9 Agustus 2021
Cancer Nursing. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29199999/
Diakses pada 9 Agustus 2021
Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29670385/
Diakses pada 9 Agustus 2021
Journal of Periodontology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18672986/
Diakses pada 9 Agustus 2021
The American Journal of Clinical Nutrition. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22218162/
Diakses pada 9 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait