Manfaat Daun Bidara, Si Hijau yang Suka Tempat Kering

Ada banyak manfaat daun bidara yang dipercaya masyarakat
Daun bidara dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan tanaman tradisional yang belum banyak diteliti, salah satunya adalah bidara. Konon, manfaat daun bidara dipercaya oleh masyarakat sebagai obat untuk berbagai penyakit.

Tanaman bidara (Ziziphus) adalah pohon kecil yang selalu hijau dan banyak tumbuh di Indonesia, terutama di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Tanaman bidara sebetulnya berasal dari Timur Tengah, namun telah menyebar ke berbagai wilayah tropis dan subtropis.

Salah satu ciri khas tanaman ini adalah mampu beradaptasi di berbagai kondisi cuaca. Hanya saja, bidara lebih menyukai tumbuh pada kondisi udara panas dengan suhu antara 37-48 derajat celcius.

Kandungan dan manfaat daun bidara

Pohon bidara pada umumnya sangat kaya akan polifenol, yakni flavonoid, asam fenolik, dan bahan alami lainnya. Khusus pada daunnya, kandungan paling besar adalah fenol, saponin, dan karbohidrat, serta beberapa zat lain yang jumlahnya tidak terlalu signifikan.

Dibanding bagian lain pada pohon bidara, bagian daun dan buah adalah bagian yang paling banyak mengandung polifenol dan flavonoid. Berdasarkan kandungannya tersebut, berikut manfaat daun bidara untuk kesehatan.

  • Melindungi tubuh dari penyakit berbahaya

Manfaat daun bidara yang paling dielu-elukan dalam pengobatan alternatif adalah terkait dengan kandungan fenolat di dalamnya. Zat ini terbukti dapat bertindak sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, antijamur, dan mencegah timbulnya tumor.

  • Mencegah efek radiasi sinar matahari

Khasiat daun bidara lainnya adalah melindungi sel DNA dari kerusakan akibat radiasi sinar matahari. Radiasi sinar matahari sendiri disebut-sebut dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, termasuk munculnya sel kanker kulit alias melanoma.

  • Menenangkan saraf

Daun bidara juga dipercaya memiliki sifat anticemas dan sedatif yang dapat menangkan saraf, memperbaiki koordinasi dan respons, serta memiliki sifat hipnotis. Penelitian juga menunjukkan pemberian ekstrak bidara juga dapat mengobati penyakit insomnia, meski klaim ini masih butuh studi lebih dalam lagi.

  • Mengatasi konstipasi

Studi tingkat awal lainnya juga memperlihatkan manfaat daun bidara untuk mengatasi konstipasi. Bagi Anda yang sedang sembelit, meminum rebusan daun bidara setiap hari dipercaya dapat meredakan masalah pencernaan tersebut.

  • Memerangi sel kanker

Manfaat daun bidara ini terkait dengan kandungan saponin di dalamnya. Saponin terbukti dapat melawan pertumbuhan sel kanker tertentu di dalam tubuh. Namun, pernyataan ini baru terbukti pada penelitian di laboratorium dan belum pernah diujicobakan pada tubuh manusia.

  • Meredakan demam

Ekstrak daun bidara juga memiliki sifat antipiretik alias menurunkan suhu tubuh. Manfaat daun bidara ini membuatnya dapat dijadikan sebagai pengobatan alternatif pada penderita demam.

Di negara lain, daun bidara sudah banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional. Khusus untuk India, masyarakat menggunakan daun bidara sebagai obat diare, kencing manis, hingga malaria.

Di Malaysia, daun bidara diyakini dapat meredakan berbagai masalah kesehatan, seperti obat sakit perut. Mereka juga kerap menggunakan daun bidara untuk tujuan kecantikan, seperti mengatasi jerawat, keriput, dan lingkaran hitam pada bawah mata.

Efek samping penggunaan daun bidara

Meski demikian, manfaat daun bidara seperti disebutkan di atas baru didasarkan atas penelitian tahap awal maupun testimoni dari masyarakat. Kondisi setiap individu berbeda-beda sehingga Anda sebaiknya tetap mengutamakan pengobatan secara medis bila menderita masalah-masalah kesehatan di atas.

Bagi penderita depresi yang ingin mencoba penggunaan ekstrak daun bidara sebagai pengobatan alternatif, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pasalnya, pernah dilaporkan terjadi reaksi serotonin akut ketika pengguna ekstrak daun bidara mengonsumsinya berbarengan dengan obat yang mengandung venlafaxine. Reaksi ini bahkan dapat menyebabkan kematian.

UIN Alauddin Makassar. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/4879/1/Fauziah%20Nugrahwati_opt.pdf
Diakses pada 12 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5174181/
Diakses pada 12 Februari 2020

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/radiation-exposure/uv-radiation.html
Diakses pada 12 Februari 2020

Drugs. https://www.drugs.com/npp/jujube.html
Diakses pada 12 Februari 2020

Artikel Terkait