Merenung Memiliki Dampak Positif dan Negatif, Bagaimana Menyikapinya?


Merenung memang dapat membawa hal-hal positif bagi perkembangan diri. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, hal ini justru bisa menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

0,0
merenenung terus-menerus bisa berdampak negatifMerenung bisa berdampak positif jika dilakukan dengan tujuan refleksi diri
Merenung adalah bentuk kognisi terkait pemikiran akan suatu hal yang konstan dan berulang, biasanya berkaitan dengan situasi atau masalah yang dihadapi. Dalam hal ini, perenungan yang dilakukan bisa menjadi suatu hal yang positif dan negatif. Simak penjelasan lengkap tentang merenung, termasuk penyebab, manfaat, hingga cara menyikapinya. 

Mengapa seseorang suka merenung?

Manfaat merenung dapat berguna untuk refleksi dan introspeksi diri
Manfaat merenung dapat berguna untuk refleksi dan introspeksi diri
Merenung dapat dialami oleh siapa saja dan kapan saja. Penelitian yang dimuat dalam Sports and Exercise Psychology Research menyatakan bahwa jaringan di otak yang disebut default mode network (DMN) terlibat dalam proses ini. DMN merupakan bagian di otak yang saling berhubungan dan aktif saat Anda tenggelam dalam pikiran dan tidak fokus pada dunia di sekitar. Masalah dan kondisi tertentu biasanya menjadi pemicu seseorang berpikir lebih dalam hingga berlebihan akan sesuatu. Lebih jauh, beberapa kondisi berikut dapat membuat seseorang merenungkan diri:
  • Keyakinan bahwa merenung dapat memberikan wawasan tentang hidup atau masalah
  • Adanya trauma fisik atau mental
  • Menghadapi kondisi atau pemicu stres yang tidak terkendali
  • Memiliki kepribadian perfeksionis

Apa saja manfaat merenung?

Biasanya, seseorang merenung untuk menganalisis dan mencari tahu solusi dari suatu situasi atau masalah yang sedang mereka hadapi. Hal ini bisa menjadi suatu hal positif karena dapat menjadi sarana merefleksikan diri serta introspeksi bagi individu.Penelitian dalam sebuah Journal of Social and Clinical Psychology menyebutkan bahwa merenung menjadi hal yang positif jika dapat membuat seseorang menjadi lebih baik. Dalam hal ini, perenungan tentang kegagalan dan bagaimana kegagalan itu bisa terjadi, dapat berkontribusi pada perbaikan diri di masa mendatang. Dengan demikian, seseorang tersebut dapat menghindari mengulangi kesalahan yang sama dan berbuat lebih baik. 

Hati-hati, merenung juga berdampak negatif jika...

Merenung secara berlebihan juga bisa menyebabkan kecemasan dan depresi
Merenung secara berlebihan juga bisa menyebabkan kecemasan dan depresi
Sebaliknya, refleksi diri ini juga bisa menjadi hal yang berdampak negatif bagi pribadi orang itu. Merenungkan suatu kesalahan secara terus-menerus justru dapat berdampak negatif karena dapat membuat rendah diri hingga berujung kecemasan dan depresi. Anda perlu mewaspadai jika kegiatan merenung yang Anda lakukan:
  • Terjadi sangat sering
  • Menghabiskan banyak waktu
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Menurunkan kemampuan, konsentrasi, dan hubungan dengan orang lain
  • Menimbulkan emosi yang negatif
  • Tidak berujung pada solusi, bahkan membuat masalah semakin sulit
Ciri di atas menandakan bahwa perenungan yang Anda lakukan mungkin bukan lagi sekadar refleksi diri. Hal tersebut bisa jadi mengarah pada overthinking, yang menuntun Anda pada pemikiran negatif, bahkan mengenai diri sendiri.

Bagaimana cara mencegah merenung yang negatif

Perenungan yang negatif perlu diatasi agar tidak memunculkan masalah mental
Perenungan yang negatif perlu diatasi agar tidak memunculkan masalah mental
Merenung yang negatif, bukan hanya membuang waktu dan dapat merugikan diri sendiri. Lebih dari itu, terus menerus merenungkan hal negatif dapat mengindikasikan adanya gangguan mental.Untuk menghindarinya, berikut beberapa cara yang dapat Anda coba.

1. Mengalihkan perhatian

Ketika berbagai pikiran datang, Anda bisa mencoba mengalihkan perhatian pada hal-hal yang menyenangkan, seperti melakukan hobi Anda, mendengarkan musik, menonton film, atau aktivitas lainnya. Cara tersebut dapat membantu Anda mengistirahatkan sejenak pikiran dan perasaan. 

2. Meditasi 

Meditasi bertujuan untuk mengurangi aktivitas DMN yang membuat seseorang kerap merenung. Pada dasarnya, meditasi berusaha untuk membuat Anda terhubung pada kondisi Anda saat ini, pengalaman batin, serta pengelolaan pikiran dan emosi. Bukan apa yang sudah atau belum terjadi. Untuk melakukannya, temukan posisi yang nyaman bagi Anda. Usahakan untuk memfokuskan pikiran dan menenangkan diri. Melalui sesi ini, Anda diajak untuk menerima kondisi sekarang, berterima kasih pada diri sendiri, tanpa menghakimi dan memikirkan hal-hal yang lalu dan akan datang.Manfaat melakukan meditasi ini juga dapat memberikan Anda ketenangan dan mengatasi stres yang muncul akibat pikiran yang tak pernah berhenti berlari.Anda bisa melakukan meditasi di rumah dengan video tutorial, bergabung di komunitas meditasi, mengikuti kelas yoga. 

3. Berada di lingkungan positif

Tidak hanya memberikan semangat, lingkungan positif juga dapat memengaruhi perilaku dan cara berpikir Anda, termasuk dalam menghadapi masalah atau kondisi tertentu. Dikelilingi orang yang positif dapat membantu Anda berdiskusi dan bertukar pikiran untuk melihat berbagai perspektif. Jadi, Anda tak terus-menerus tenggelam dalam pikiran sendiri. Cara ini juga dapat membantu Anda menemukan solusi dari masalah Anda. 

4. Fokus pada solusi, bukan masalah

Tidak dapat dipungkiri, seseorang merenung karena suatu masalah atau situasi yang mengganggu pikiran. Dibanding membuang waktu memikirkan masalah yang sudah (atau bahkan belum) terjadi, cobalah untuk fokus pada solusi atau jalan keluarnya. Tenangkan pikiran terlebih dahulu, kendalikan diri Anda. Jika sudah terlalu lama memikirkan masalah, dan cobalah untuk mencari alternatif solusi. Berdiskusi dengan orang yang kita anggap lebih mampu dan bijak akan amat membantu. Tidak lupa, kesabaran dan logika berperan penting dalam hal ini. 

5. Berkonsultasi dengan tenaga medis profesional 

Banyak orang merasa tabu jika harus mengunjungi tenaga kesehatan mental profesional. Padahal, tak ada salahnya menghubungi psikolog ataupun psikiater untuk membantu mengatasi perilaku merenung yang negatif. Mereka dapat melihat secara objektif hal yang kita hadapi dan berusaha menggali lebih dalam tentang kondisi Anda. Solusi bahkan terapi mungkin saja diberikan jika diperlukan. Beberapa terapi yang mungkin direkomendasikan antara lain:Jika Anda merasa sering kali merenung bahkan tenggelam sampai melamun, tak ada salahnya coba mengunjungi psikolog atau psikiater. Apalagi bila kegiatan ini sampai mengganggu keseharian Anda.Bila masih merasa sungkan dan ragu untuk datang langsung ke profesional, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara online menggunakan fitur chat dokter dan beberapa psikolog melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
gangguan mentalkesehatan mentalgangguan psikologis
Sports and Exercise Psychology Research. https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/default-mode-network
Diakses pada 20 Juni 2021
The Psychology Group. https://thepsychologygroup.com/ruminating-thoughts-and-anxiety/
Diakses pada 20 Juni 2021
Journal of Social and Clinical Psychology. http://assets.csom.umn.edu/assets/166704.pdf
Diakses pada 20 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-ruminating#causes
Diakses pada 20 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait