Coenzyme Q10 dan Memahami Efek Sampingnya


Coenzyme q10 bisa ditemukan pada makanan atau dalam bentuk suplemen. Nutrisi ini memiliki banyak manfaat, namun klaim ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

(0)
17 Mar 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Coenzyme q10 adalah zat yang alamiah berada dalam tubuhSuplemen coenzyme Q10 dalam sendok
Beberapa dari Anda mungkin sering menemukan kandungan coenzyme q10 (CoQ10) pada suplemen kesehatan. Tahukah Anda apa itu koenzim q10 dan apa saja fungsinya bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan?Coenzyme q10 adalah zat yang secara almiah terdapat pada tubuh manusia, terutama pada hati, ginjal, dan pankreas. Fungsi koenzim ini mirip dengan antioksidan yang membantu kerusakan sel tubuh akibat paparan radikal bebas sekaligus memperlancar metabolisme.Anda bisa mendapatkan coenzyme q10 dari suplemen yang dijual di pasaran. Namun, beberapa jenis makanan juga secara alami memiliki kandungan CoQ10 yang bisa Anda masukkan dalam menu sehari-hari.

Manfaat coenzyme q10 bagi tubuh

Coenzyme q10 memainkan peran yang sangat penting bagi tubuh. Salah satu tolok ukurnya dilihat dari kadar koenzim ini yang berkurang ketika Anda sedang mengalami penyakit tertentu sehingga para peneliti terus mempelajari apakah mengonsumsi lebih banyak coenzyme q10 memiliki manfaat bagi kesehatan.Sejauh ini, peneliti menyimpulkan bahwa coenzyme q10 memiliki potensi untuk meringankan beberapa masalah kesehatan, antara lain:

1. Penyakit jantung

Beberapa penelitian tahap awal menunjukkan konsumsi coenzyme q10 dapat memperbaiki gejala penyumbatan jantung. Beberapa penelitian juga menunjukkan coenzyme q10 dapat membantu mengurangi risiko terjadinya tekanan darah tinggi.Konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung coenzyme q10 juga kerap dianjurkan untuk mempercepat pemulihan pascaoperasi jantung. Meski demikian, penggunaannya hanya sebagai suplementer dari nutrisi serta obat lain yang diresepkan dokter.

2. Penyakit Parkinson

Bagi Anda yang baru tahap awal divonis mengidap penyakit Parkinson, konsumsi coenzyme q10 disebut-sebut mampu memperlambat laju penyakit tersebut. Namun, klaim ini masih perlu penelitian lebih jauh.

3. Migrain

Konsumsi suplemen coenzyme q10 juga dapat mengurangi frekuensi Anda mengalami migrain. Penyakit kepala sebelah ini bisa mengakibatkan mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya serta mungkin berlangsung dalam hitungan jam hingga berhari-hari.

4. Kemampuan fisik

Tidak sedikit orang yang mengonsumsi suplemen coenzyme q10 karena ingin meningkatkan kemampuan fisik mereka. Koenzim ini secara teori memang dapat meningkatkan produksi energi Anda, tapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan efek tersebut.

Dosis Coenzyme Q10

Dosis yang dianjurkan untuk konsumsi coenzyme q10 bergantung pada kemasan yang tersedia. Umumnya, untuk orang dewasa kemasn 25 mg dapat dikonsumsi 1 hingga 3 kali dalam sehari. Sedangkan untuk kemasan 50 mg yaitu 1 hingga 2 kali dalam sehari, dan pada kemasan 100 mg yaitu 1 kali sehari. Perlu diingat, dosis coenzyme Q10 untuk anak-anak, harus mengikuti anjuran dokter terlebih dahulu.

Cara mengonsumsi Coenzyme Q10 dengan benar

Sebelum mengonsumsi coenzyme Q10, Anda perlu membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi coenzyme Q10. Pastikan Anda konsumsi obat ini sesudah makan atau bersama saat konsumsi makanan. Selain itu, perlu ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Jika pasien lupa mengonsumsi coenzyme Q10, maka disarankan untuk segera mengonsumsinya ketika ingat, bila jeda dengan jadwal konsumsi berikutny belum terlalu dekat.

Makanan yang mengandung coenzyme q10

Saat ini, suplemen yang mengandung coenzyme q10 sudah banyak ditemukan di apotek maupun toko obat. Meski demikian, Anda bisa mendapatkan nutrisi yang satu ini dari jenis-jenis makanan tertentu, seperti:
  • Organ tubuh binatang: hati, jantung, dan ginjal
  • Daging yang berotot: daging sapi, ayam, dan babi
  • Ikan berlemak: ikan kembung (mackarel), sarden, tuna, salmon, dan lain-lain
  • Sayuran: bayam, kembang kol, dan brokoli
  • Buah-buahan: jeruk dan stroberi
  • Polong-polongan: kedelai, lentil, dan kacang tanah
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian: biji wijen dan kacang pistachio
  • Minyak nabati: minyak kedelai dan minyak kanola.
Siapa pun boleh mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan coenzyme q10 ini. Namun, orang tua atau lanjut usia adalah kelompok umur yang paling disarankan memperbanyak konsumsi makanan di atas karena produksi coenzyme q10 dalam tubuh berkurang seiring bertambahnya usia.

Adakah efek samping konsumsi coenzyme q10?

Makanan yang mengandung coenzyme q10 secara umum aman dikonsumsi. Hanya saja bagi Anda yang lebih memilih untuk konsumsi suplemen sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis yang tepat agar tidak terkena efek samping suplemen yang mungkin muncul, seperti:
  • Masalah pencernaan
  • Insomnia
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Sensitivitas terhadap cahaya.
Suplemen coenzyme q10 tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah seperti warfarin karena dikhawatirkan menimbulkan penggumpalan darah. CoQ10 juga bisa mengintervensi insulin serta mengganggu efek kemoterapi.
suplemennutrisi
WebMD. https://www.webmd.com/diet/supplement-guide-coenzymeq10-coq10
Diakses pada 17 Maret 2020
NCCIH. https://nccih.nih.gov/health/coq10
Diakses pada 17 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/symptoms-causes/syc-20360201
Diakses pada 17 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-coenzyme-q10/art-20362602
Diakses pada 17 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/coenzyme-q10
Diakses pada 17 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324113
Diakses pada 17 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait