Manfaat Charcoal Powder yang Menyehatkan untuk Tubuh Anda

Charcoal powder memiliki manfaat untuk kesehatan
Charcoal powder berbentuk seperti arang halus

Charcoal adalah arang yang terbuat dari kayu, batu bara, atau zat lainnya. Percampuran ini akan menghasilkan arang aktif (activated charcoal) dalam bentuk charcoal powder ketika gas atau zat pengaktif melebur dengan suhu tinggi.

Ketika dikonsumsi, arang yang sudah menjadi charcoal powder tidak dapat diserap oleh tubuh sehingga arang tersebut akan mengikat racun untuk keluar dari tubuh dalam bentuk tinja.

Manfaat charcoal powder

Selain yang sudah disebutkan di atas, charcoal powder juga dipercaya memiliki ragam khasiat lainnya untuk tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat charcoal powder yang menarik untuk Anda ketahui.

1. Mengobati keracunan

Kemampuan charcoal powder dalam mengikat racun menjadikannya salah satu bahan yang digunakan untuk mengobati masalah keracunan. Bahan ini bahkan telah digunakan sebagai penangkal racun sejak sekitar awal tahun 1800.

Charcoal powder juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah overdosis obat, baik obat yang diresepkan dokter atau obat yang bisa dibeli tanpa resep, seperti aspirin, acetaminophen, dan obat-obatan sedatif.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi charcoal powder sebanyak 50-100 gram setelah 5 menit mengonsumsi obat, dapat mengurangi penyerapan obat pada orang dewasa hingga 74 persen.

Efek tersebut akan berkurang menjadi sekitar 50 persen jika charcoal powder dikonsumsi setelah 30 menit minum obat. Itulah alasan mengapa bahan ini sering digunakan untuk mengobati overdosis obat atau sebagai pengobatan antiracun.

Meski begitu, penting untuk dicatat bahwa charcoal power tidak selalu efektif dalam semua kasus keracunan. Efeknya tidak akan terlalu terlihat pada keracunan yang disebabkan oleh logam berat, besi, lithium, alkohol, atau keracunan alkali.

2. Meredakan gejala sindrom bau ikan (fish odor syndrome)

Charcoal powder dapat membantu mengurangi bau tidak sedap pada seseorang yang menderita sindrom bau ikan atau trimethylaminuria.

Studi menunjukkan bahwa charcoal powder dapat membantu mengikat senyawa kecil yang berbau, termasuk TMA (trimethylamine) pada sindrom bau ikan.

Sindrom bau ikan sendiri merupakan kondisi genetik di mana TMA terakumulasi di dalam tubuh. Orang dalam kondisi sehat biasanya dapat mengubah TMA yang berbau amis menjadi senyawa yang tidak berbau.

Akan tetapi, penderita sindrom bau ikan umumnya kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan senyawa ini.

Studi lainnya mengungkapkan bahwa mengonsumsi sekitar 1,5 gram charcoal powder selama 10 hari dapat membantu pasien sindrom bau ikan dalam mengurangi konsentrasi TMA dalam urine sehingga membuat bau menjadi berkurang.

Meski demikian, temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk benar-benar membuktikan keabsahannya.

3. Mengurangi gas dalam usus

Mengonsumsi charcoal powder 30 menit sebelum atau sesudah makan, dipercaya dapat membantu mengurangi gas di dalam usus Anda.

Dalam sebuah studi di tahun 2012, beberapa orang dengan masalah gas berlebih mengonsumsi 448 mg charcoal powder tiga kali sehari selama dua hari, sebelum melakukan pemeriksaan USG usus.

Mereka juga mengonsumsi sekitar 672 mg tambahan charcoal powder di pagi hari sebelum pemeriksaan tersebut. Hasilnya, para peneliti dapat melihat gambaran lebih jelas pada beberapa bagian dari organ yang seharusnya sulit dilihat karena gas dalam usus.

Sebuah penelitian lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi simethicone dan charcoal powder selama 10 hari dapat mengurangi sakit perut tanpa efek samping. Walaupun demikian, kedua temuan ini masih membutuhkan beberapa penelitian lebih lanjut.

Selain tiga hal di atas, charcoal powder juga memiliki ragam manfaat lainnya, seperti membantu mengobati diare, memutihkan gigi dan menjaga kesehatan mulut, mengangkat kotoran dari kulit wajah, serta mengatasi infeksi kulit.

Kenali juga risiko charcoal powder

Meski termasuk aman dikonsumsi, charcoal powder dapat menimbulkan efek samping bagi sebagian orang. Penggunaan bahan ini bahkan juga bisa mengganggu sebagian proses pengobatan.

Hindari mengonsumsi charcoal powder bersamaan dengan obat untuk konstipasi. Pasalnya hal ini akan menimbulkan beragam masalah seperti ketidakseimbangan elektrolit. Selain itu, mengonsumsi charcoal powder juga berpotensi mencegah penyerapan obat, seperti teofilin, digoxin, acetaminophen, dan antidepresan.

Jika Anda sedang menjalani pengobatan dan ingin mengonsumsi charcoal powder, sebaiknya Anda konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini dimaksudkan agar tidak menghilangkan efek obat yang Anda konsumsi saat ini.

Sumber:
Medical news today
https://www.medicalnewstoday.com/articles/322609#risks-and-takeaway
Diakses 22 April

Healthline
https://www.healthline.com/nutrition/activated-charcoal#section8
Diakses 22 April

Webmd
https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/activated-charcoal-uses-risks#1-4
Diakses 22 April

Artikel Terkait