Inilah 5 Manfaat Buah Sukun yang Sudah Teruji untuk Kesehatan

(0)
Buah sukun bergizi tinggi dan mencegah berbagai risiko penyakitBuah sukun kaya akan gizi dan berkhasiat untuk menangkal beragam penyakit
Buah sukun punya banyak manfaat untuk tubuh. Tentunya, tidak cuma mengenyangkan perut yang kosong semata. Lantas, bagaimana cara mengolah buah sukun yang baik agar manfaatnya terasa bagi kesehatan?

Manfaat buah sukun

Buah sukun ini kerap disamakan dengan nangka. Bagaimana tidak, keduanya memiliki tekstur kulit yang serupa. Terlebih, sukun dan nangka masih terhitung satu keluarga, yakni keluarga Moraceae.Buah sukun diketahui memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Manfaat ini berguna untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Oleh karena itu, tubuh pun tidak rentan terhadap penyakit.Kenali manfaat buah sukun bagi tubuh ini:

1. Melindungi tubuh dari radikal bebas

Radikal bebas berbahaya bagi sel-sel tubuh manusia. Bahkan, efek radikal bebas dapat meningkatkan risiko penyakit kronis.
Radikal bebas berbahaya bagi sel-sel tubuh
Buah sukun rupanya mampu melindungi tubuh dari radikal bebas. Sebab penelitian yang dikemukakan pada jurnal Biotechnology and Applied Biochemistry menemukan, buah sukun mengandung antioksidan, yakni flavonoid.Penelitian ini menyebutkan kandungan antioksidan buah sukun jauh lebih kuat daripada vitamin C dan E. Tidak hanya buah sukun, ekstrak kulitnya pun merupakan sumber antioksidan tinggi.

2. Mengurangi peradangan

Radang adalah reaksi tubuh ketika tubuh terpapar oleh zat atau hal-hal yang membahayakan tubuh. Banyak penyakit yang muncul akibat peradangan. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Medicinal Chemistry, buah sukun memiliki kandungan antiradang bernama fenolat.Zat ini bereaksi dengan zat yang penyebab radang, yaitu sitokin. Kandungan fenol ini mampu menghambat kerja penyebab radang.

3. Mengurangi risiko penyakit jantung

Buah sukun kaya akan serat. Satu sajian buah sukun mengandung serat harian sebesar 10,8 gram. Artinya, 39% asupan harian serat bisa didapatkan dari satu sajian buah sukun.
Penyakit jantung dapat dicegah dengan buah sukun
Serat berfungsi untuk mengurangi kolesterol jahat pada tubuh. Kolesterol jahat yang ada di dalam tubuh mampu menyumbat pembuluh darah sehingga menimbulkan beragam penyakit jantung, mulai dari hipertensi hingga aterosklerosis.

4. Kaya gizi

Buah sukun diketahui mengandung vitamin dan mineral, seperti magnesium, fosfor kalsium, zat besi, dan mangan. Mineral berfungsi untuk menjaga kekuatan dan kerja tubuh, otot, jantung, dan otak. Mineral pun juga berfungsi untuk memproduksi hormon dan enzim dalam tubuh.

5. Sumber asupan energi yang ramah

Buah sukun juga kaya akan karbohidrat yang berguna untuk memberikan energi bagi tubuh. Bahkan, dalam satu buah sukun kering, kandungan karbohidratnya sebesar 2,2%-5,9%. Kalori pada satu sajian buah sukun sebesar 227 kcal.Karbohidrat pada sukun diketahui baik untuk penderita penyakit Celiac karena tidak mengandung gluten.
Buah sukun ramah bagi penyakit Celiac
Orang-orang yang memiliki penyakit Celiac tidak bisa mengonsumsi karbohidrat gluten. Asupan gluten justru dapat memicu peradangan pada usus halus dan menyebabkan gangguan pencernaan.Daging buah sukun memiliki kandungan pati. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Biosynthesis Nutrition Biomedical, pada ekstrak ampas sukun ditemukan 58% kandungan pati. Pati diketahui sebagai karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak membuat gula darah melonjak drastis. Maka itu, sukun cocok juga untuk penderita diabetes.

Cara memilih buah sukun yang baik

Setiap buah, termasuk buah sukun, memiliki zat gizi yang maksimal ketika sudah matang. Mengetahui buah sukun yang sudah matang rupanya susah-susah gampang. Namun, jangan khawatir. Menurut Hawaii Department of Agriculture, Inilah cara memilih buah sukun yang baik:

1. Perhatikan kulitnya

Warna kulit buah sukun yang matang adalah hijau kekuningan. Jika masih mentah, buah sukun berwarna hijau terang. Tekstur kulit buah sukun yang matang tidak lagi terasa menonjol dan tajam, tetapi halus dan datar.

2. Lihat getahnya

Getah pada buah sukun menandakan jika sudah matang. Sebab, kulit buah sukun perahan retak dan mengeluarkan getah.

3. Amati celah pada tekstur kulit

Pada buah sukun yang matang, celah pada tekstur kulitnya membentuk garis gelap yang berkerak.

4. Cermati perubahan warna batangnya

Batang buah sukun berubah dari warna hijau gelap menuju hijau terang atau hijau kekuningan.

5. Perhatikan daging buahnya

Daging buah yang berada di bawah kulit berubah warna dari warna hijau ke warna putih krem. Getah pada daging buah pun juga berkurang.Alasan utama untuk memilih buah sukun yang matang adalah karena daging buahnya sudah tidak banyak mengandung getah. Jika terkena tubuh atau tertelan, akan menimbulkan risiko alergi getah atau colophony allergy.

Cara mengolah buah sukun yang baik

Cara pengolahan buah sukun yang paling baik adalah yang tidak digoreng. Sukun bisa dikukus, dipanggang, direbus, ataupun dibuat bubur.Proses penggorengan hanya menambah lemak trans pada buah sukun. Hal ini akan meningkatkan kadar kolesterol pada tubuh. Hal ini justru membuat cara mengolah buah sukun dengan menggorengnya bertentangan dengan manfaat awalnya.
Menggoreng buah sukun hanya menambah kolesterol
Sukun bisa juga diekstraksi dan diambil patinya. Tepung ini bisa dijadikan sebagai olahan makanan tanpa gluten.Namun, karena hanya patinya yang diambil, serat pada buah sukun pun hilang. Padahal, sukun mampu memenuhi 39% asupan serat dalam sehari.

Catatan dari SehatQ

Manfaat buah sukun ada banyak macamnya. Buah sukun terbukti melindungi tubuh dari risiko penyakit ataupun radikal bebas. Buahnya pun juga kaya akan nutrisi.Untuk mendapatkan buah sukun dengan gizi terbaik, pilih buah yang matang. Sebab, masih banyak getah pada buah sukun yang belum matang. Hal ini mampu memicu alergi getah.Cara terbaik untuk mengolah sukun adalah dengan tidak menggorengnya. Sukun bisa dikonsumsi dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang.
penyakit jantungantioksidanbuah dan sayuran
The Plantist. http://www.theplantlist.org/1.1/browse/A/Moraceae/ (Diakses pada 4 September 2020)NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25649443/ (Diakses pada 4 September 2020)NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279298/ (Diakses pada 4 September 2020)Eureka Select. https://www.eurekaselect.com/154870/article (Diakses pada 4 September 2020)Fat Secret. https://www.fatsecret.com/calories-nutrition/usda/breadfruit?portionid=32999&portionamount=1.000 (Diakses pada 4 September 2020)Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/breadfruit (Diakses pada 4 September 2020)Harvard School of Health. https://www.health.harvard.edu/heart-health/can-we-reduce-vascular-plaque-buildup (Diakses pada 4 September 2020)Med Line Plus. https://medlineplus.gov/minerals.html (Diakses pada 4 September 2020)NCBI https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6616536/ (Diakses pada 4 September 2020)Fat Secret https://www.fatsecret.com/calories-nutrition/usda/breadfruit (Diakses pada 4 September 2020)Journal of Food, Nutrition and Population Health https://www.imedpub.com/articles/studies-on-production-of-gluten-freeproducts-from-breadfruit-flour.php?aid=22807 (Diakses pada 4 September 2020)Med Line Plus https://medlineplus.gov/celiacdisease.html (Diakses pada 4 September 2020)Wiley Online Library. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/star.19950470802 (Diakses pada 4 September 2020)Diabetes. https://www.diabetes.co.uk/nutrition/simple-carbs-vs-complex-carbs.html (Diakses pada 4 September 2020)Hawaii Department of Agriculture. https://hdoa.hawaii.gov/add/files/2014/05/Breadfruit-Nutrition-Fact-Sheet.pdf (Diakses pada 4 September 2020)Glycemic Index. https://www.glycemicindex.com/ (Diakses pada 4 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait