Manfaat buah matoa asal papua ini dipercaya bisa mengatasi masalah pencernaan
Buah matoa berbentuk mirip dengan kelengkeng

Buah matoa adalah salah satu buah asli Indonesia yang banyak ditemui di tanah Papua. Nah, apakah Anda mengetahui apa saja manfaat buah matoa ini?

Buah matoa (Pommetia pinnata) datang dari keluarga Sapindaceae yang juga menaungi rambutan, kelengkeng, dan leci. Tak heran bila orang yang pernah memakan buah matoa kerap menyebutkan sebagai kelengkeng Papua karena memang cita rasanya mirip dengan buah tersebut.

Matoa merupakan buah yang secara fisik memiliki kulit yang tipis dan kering, daging buah bening, kenyal, manis, dan berair. Biji buahnya berwarna cokelat kehitaman dan mengkilap.

Di Indonesia, ada dua jenis buah matoa, yakni matoa kelapa dan matoa papeda. Keduanya memiliki manfaat bagi kesehatan, namun matoa kelapa bernilai ekonomi lebih tinggi ketimbang matoa papeda karena berbagai hal.

Matoa kelapa memiliki ukuran buah yang besar, daging buah tebal, dan rasanya manis. Sedangkan matoa papeda kurang populer karena daging buahnya tipis, lembek, berair, dan tidak terlalu manis.

Kandungan dan manfaat buah matoa untuk kesehatan

Beberapa penelitian pernah melakukan studi terhada buah matoa maupun bagian lain dari pohon matoa tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui buku berjudul ‘Medicinal Plants in the South Pacific’ menyebut beberapa manfaat buah matoa untuk kesehatan, yakni

  • Mengatasi masalah pencernaan, seperti diare, konstipasi, dan sakit perut
  • Meringankan sakit kepala akibat migrain
  • Mengobati nyeri pada tulang, otot, dan sendi (misalnya pada penderita rematik)
  • Menurunkan demam
  • Meringankan gejala flu, seperti batuk, pilek, dan hidung tersumbat
  • Membantu mengeluarkan sisa plasenta setelah persalinan
  • Mengatasi diaper rash alias ruam pada kulit bayi akibat penggunaan popok yang lembap.

Manfaat buah matoa juga pernah diteliti oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Dalam penelitian tersebut didapat kesimpulan awal bahwa buah matoa memiliki potensi, seperti:

  • Bersifat antioksidan

Buah matoa ternyata memiliki kekuatan antioksidan yang cukup tinggi, yakni sekitar separuh dari kekuatan antioksidan pada asam askorbat (Vitamin C). Hal ini membuat buah matoa bisa dimakan untuk menjaga sistem imun agar Anda tidak rentan terserang penyakit tertentu.

  • Mencegah kanker dan jantung koroner

Kandungan antioksidan mendatangkan manfaat buah matoa yang lain, yakni mencegah kanker dan jantung koroner. Antioksidan ini juga dapat mencegah efek stres berlebihan karena pekerjaan yang menumpuk. Namun, klaim ini masih perlu pembuktian lebih jauh.

  • Antibakteri

Penelitian juga mengungkap bahwa buah matoa dapat menghambat pertumbuhan koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Manfaat buah matoa ini didapat dari adanya komponen tannin, saponin, dan alkaloid yang mampu menurunkan tegangan permukaan dinding sel.

Infeksi bakteri Staphylococcus aureus sendiri dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari impetigo hingga sindrom syok beracun. Sementara itu, infeksi Escherichia coli dapat menyebabkan diare, sakit perut, demam, hingga muntah.

  • Antiseptik

Karena buah matoa mengandung saponin, buah ini juga kerap digunakan sebagai zat antiseptik dan digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Meski demikian, orang lebih banyak menggunakan bagian batang atau kulit pohonnya untuk memperoleh manfaat yang satu ini.

Cara lezat dalam menikmati buah matoa

Manfaat buah matoa ini dapat Anda rasakan langsung dengan memakan daging buahnya. Seperti halnya leci dan rambutan, Anda pun bisa menjadikan buah matoa sebagai campuran dalam es buah atau sirup dan meminumnya untuk menyegarkan tenggorokan.

Kulit biji buah matoa pun juga bisa dimakan jika Anda suka. Caranya adalah dengan membakarnya terlebih dahulu hingga kandungan minyak dalam bijinya itu keluar.

Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/29767/2/pendahuluan.pdf
Diakses pada 18 Maret 2020

Buku Seri Matoa. http://papua.litbang.pertanian.go.id/index.php/publikasi/buku?download=12:buku-seri-matoa
Diakses pada 18 Maret 2020

UMY. http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/11968/BAB%20II.pdf?sequence=6&isAllowed=y
Diakses pada 18 Maret 2020

Medicinal Plants in the South Pacific. https://iris.wpro.who.int/handle/10665.1/6738
Diakses pada 18 Maret 2020

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/staph_infection/article.htm
Diakses pada 18 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/68511
Diakses pada 18 Maret 2020

Artikel Terkait