Manfaat Buah Jamblang, Si Sepat-Asam yang Sehatkan Pencernaan

Ternyata ada banyak manfaat buah jamblang bagi kesehatan
Buah jamblang berbentuk seperti anggur

Pernahkah Anda mencicipi buah jamblang? Buah ini sebetulnya merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia, namun mungkin tidak banyak yang mengetahui rasa dari buah yang bentuknya seperti anggur hitam ini.

Buah jamblang (Syzygium cumini) merupakan buah yang bentuknya lonjong dengan panjang 2-3 cm yang bergerombol hingga 40 butir per tangkai. Kulit buahnya berwarna hijau saat muda dan merah tua atau keunguan saat sudah matang, dengan daging buah berwarna kuning kelabu sampai ungu.

Buah jamblang tidak mengeluarkan bau, namun rasanya sepat keasaman. Di beberapa daerah di Indonesia, buah ini juga dikenal dengan nama jambe keleng (Aceh), jamblang (Betawi dan Sunda), juwet/duwet manting (Jawa), dhuwak (Madura), juwet/ jujutan (Bali), dan jambula (Ternate).

Kandungan pada buah jamblang

Meski buahnya kecil, jamblang memiliki kandungan nutrisi yang cukup kaya, seperti vitamin C, gallic acid, tannin, golongan antosianin, cyanidin, petunidin dan malvidin. Bahkan, buah jamblang dikategorikan sebagai salah satu buah dengan kandungan vitamin C paling tinggi setelah jambu monyet.

Vitamin C pada buah jamblang dapat bertindak sebagai zat antioksidan yang dapat meminimalisir pengaruh radikal bebas yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada manusia. Pastikan Anda memilih buah jamblang yang sudah matang (kulit berwarna merah tua atau ungu) karena semakin tua buah jamblang maka semakin tinggi kandungan vitamin C di dalamnya.

Manfaat buah jamblang

Selain dikonsumsi langsung, buah jamblang juga bisa diolah menjadi minuman yang menyegarkan. Di Filipina, misalnya, jamblang banyak dijadikan minuman alternatif pengganti anggur (wine), minuman beralkohol, hingga dibuat jus.

Buah ini juga dipercaya memiliki sederet manfaat bagi kesehatan, mulai dari bersifat diuretik hingga mencegah disentri. Berikut manfaat lengkap buah jamblang yang dapat Anda rasakan:

  • Menstabilkan kadar gula darah

Penelitian awal mengungkap bahwa konsumsi buah jamblang secara rutin dapat menurunkan kadar glukosa di dalam darah. Hasil penelitian ini merupakan kabar baik bagi penderita diabetes agar level gula darah mereka tidak lekas naik yang akan berimbas pada kesehatan organ dalam.

Tak pelak, banyak penderita diabetes mellitus yang menjadikan buah jamblang sebagai pengobatan alternatif. Meski demikian, hingga kini belum ada penelitian yang menguji efektivitas buah jamblang sebagai obat alternatif bagi manusia tersebut.

  • Menangkal radikal bebas

Manfaat buah jamblang ini didapat dari kandungan zat antioksidan berupa vitamin C dan flavonoid yang terdapat pada daging buahnya. Zat antioksidan ini terbukti mampu memperbaiki fungsi pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, antiperadangan, hingga menangkal radikal bebas agar tidak menimbulkan penyakit kronis pada manusia, seperti diabetes dan kanker.

  • Antibakteri

Buah jamblang juga dapat meminimalisir efek buruk yang disebabkan bakteri tertentu yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan terpen dalam daging buahnya. Kandungan buah jamblang yang lain, yakni tanin, dipercaya dapat menghambat pertumbuhan mikroba di dalam tubuh.

  • Antijamur

Buah jamblang juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah jamur yang menginfeksi manusia. Pasalnya, buah ini mengandung alkaloid yang terbukti memiliki sifat antibakteri dan antifungi.

  • Mencegah kanker

Penelitian awal juga mengindikasikan ekstrak buah jamblang berpotensi menjadi obat kanker jenis tertentu, salah satunya kanker payudara. Namun, klaim ini masih perlu penelitian lebih lanjut.

Manfaat lain dari buah jamblang yang dipercaya secara turun-temurun adalah mengobati peradangan pada usus, mengurangi keputihan berlebih, mengobati sakit perut, demam, hingga infeksi kulit.

Banyak juga masyarakat yang percaya buah jamblang dapat mencegah asam lambung, alergi, bahkan melindungi jantung dari berbagai penyakit. Hanya saja, klaim ini masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Respository USU. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/44420/Chapter%20II.pdf?sequence=3&isAllowed=y
Diakes pada 8 April 2020

Universitas Udayana. https://sinta.unud.ac.id/uploads/dokumen_dir/1e96ecbe8d43420f6bd8243e63eb2604.pdf
Diakes pada 8 April 2020

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/java-plum
Diakes pada 8 April 2020

UMS. http://eprints.ums.ac.id/22646/4/BAB_I.pdf
Diakes pada 8 April 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/329582838_Jamblang_Syzygium_Cumini_L_Dan_Bioaktivitasnya
Diakes pada 8 April 2020

Artikel Terkait