Manfaat Buah Cermai bagi Kesehatan, Lebih dari Sekedar Dijadikan Asinan

(0)
22 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada banyak manfaat buah cermai bagi kesehatanBuah cermai sering dijadikan sebagai asinan
Anda mungkin tidak asing dengan buah cermai yang pohonnya banyak ditemukan di pekarangan rumah. Sayangnya, buah cermai atau ceremai ini baru sebatas dimanfaatkan sebagai penambah rasa asam pada masakan atau diolah menjadi manisan dan acar, padahal manfaatnya bagi kesehatan cukup potensial.Cermai (Phyllanthus acidus [L.] skeels) adalah adalah jenis pohon tegak yang batangnya kasar dan mudah patah. Pohon ini dicirikan oleg bentuk daunnya yang majemuk, lonjong, berseling, dan ujung yang runcing.Sedangkan buahnya berbentuk bulat kecil dengan permukaan berlekuk, berwarna hijau terang atau kekuningan ketika sudah masak, dan tumbuh bergerombol di batang tertentu. Jika dimakan dalam keadaan segar, buah cermai akan terasa sangat asam akibat pengaruh zat-zat yang terkandung di dalamnya.

Kandungan dan manfaat buah cermai untuk kesehatan

Buah cermai terasa asam karena penelitian mengungkap derajat keasaman (pH) di dalamnya bernilai 3,4. Namun di balik rasa kecut tersebut, per 100 gram buah cermai menyimpan beberapa zat lain yang berguna bagi kesehatan, seperti:
  • Kalori 28 
  • Air 91,7 gr
  • Protein 0,7 gr
  • Karbohidrat 6,4 gr
  • Serat kasar 0,6 gr
  • Kalsium 5 mg
  • Fosfor 23 mg
  • Thiamin 0,4 mg
  • Riboflavin 0,05 mg
  • Asam askorbat 8 mg.
Berdasarkan kandungannya, potensi manfaat cermai untuk kesehatan antara lain adalah:

1. Melawan bakteri jahat

Berdasarkan penelitian ekstrak buah cermai, ditemukan bahwa tanaman ini mengandung senyawa polifenol dan saponin. Keduanya terbukti dapat melawan bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh, seperti Escherechia coli dan Staphylococcus aureus.Bakteri E. coli merupakan bakteri yang paling sering menimbulkan penyakit infeksi saluran kemih dan enterokolitis. Sedangkan bakteri S. aureus dapat mengakibatkan berbagai penyakit yang tidak jarang sampai mengakibatkan sakit parah hingga kematian.

2. Mencegah peradangan

Kandungan antioksidan dalam buah cermai juga dipercaya dapat mencegah terjadinya peradangan pada tubuh. Penyakit yang bisa diturunkan risikonya, antara lain reumatik, bronkitis, asma, kelainan saluran napas, hingga diabetes dan penyakit hati.

3. Menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan

Buah cermai juga mengandung vitamin C yang dikenal juga dengan istilah asam askorbat. Ketika dikonsumsi dengan porsi yang cukup, vitamin ini dapat melindungi sistem imun tubuh dari serangan penyakit, menurunkan risiko Anda terkena penyakit kardiovaskuler, hingga penyakit mata degeneratif.Dalam dunia kecantikan, vitamin C juga dapat bertindak sebagai antioksidan yang merangsang produksi kolagen di dalam kulit. Kolagen dapat membuat Anda terlihat awet muda dan kulit selalu kenyal serta terhindar dari gejala penuaan dini seperti kulit keriput.

Bagaimana cara mengolah buah cermai untuk dikonsumsi?

Bagi penyuka rasa asam, buah cermai dapat dimakan langsung dalam kondisi segar. Namun karena kadar keasamannya yang cukup tinggi, buah ini lebih banyak diolah dalam masakan untuk memberi rasa segar dan kadang kala menjadi pengganti asam.Anda juga bisa mengolah buah cermai menjadi asinan pedas dengan cara sebagai berikut:
  • Siapkan buah cermai, gula merah, garam, cabe rawit merah, air panas, dan jeruk nipis/limo sesuai selera
  • Rendam buah cermai dengan garam 2 sendok makan dan air panas hingga terlihat layu, lalu cuci bersih
  • Siapkan bumbu asinannya, yaitu gula merah, cabe rawit, dan garam yang diulek hingga halus
  • Masukkan bumbu ke buah cermai, siram dengan air matang, dan beri potongan jeruk nipis/limau.
Simpan di dalam kulkas sebelum mengonsumsinya supaya terasa lebih segar.
buah dan sayuran
CCRC UGM. https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=116
Diakses pada 7 Juli 2020
Institut Pertanian Bogor. https://pdfs.semanticscholar.org/5f37/25578bbebc4179cfdee8fe910d40fc8aa7d8.pdf
Diakses pada 7 Juli 2020
Repository USU. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/68368/Chapter%20I.pdf?sequence=5&isAllowed=y
Diakses pada 7 Juli 2020
E-Prints UMS. http://eprints.ums.ac.id/10117/1/K100060167.pdf
Diakses pada 7 Juli 2020
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/291946995_Escherichia_coli_and_Staphylococcus_aureus_most_common_source_of_infection
Diakses pada 7 Juli 2020
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0378874119329484
Diakses pada 7 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/diet/features/the-benefits-of-vitamin-c
Diakses pada 7 Juli 2020
The Tropical Ferns. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Phyllanthus+acidus
Diakses pada 7 Juli 2020
Cookpad. https://cookpad.com/id/resep/12660201-asinan-buah-ceremai
Diakses pada 7 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait