Manfaat Buah bagi Kesehatan yang Tak Perlu Diragukan Lagi

(0)
21 Jun 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Manfaat buah bagi kesehatan tak perlu lagi diragukan, karena efek antioksidan dan kandungan seratnyaManfaat buah bagi kesehatan tak perlu lagi diragukan, karena efek antioksidan dan kandungan seratnya
Dalam memulai gaya hidup sehat, salah satu nasihat yang mungkin sering hinggap di telinga Anda adalah “makan lebih banyak buah, ya”. Nasihat ini tentunya bukan isapan jempol belaka. Manfaat buah bagi kesehatan dapat menjauhkan kita dari risiko penyakit dan membantu tubuh tetap sehat – plus diyakini berkontribusi dalam penurunan berat badan.Namun, beberapa orang mungkin ‘takut’ terlalu banyak makan buah karena kandungan gulanya. Adakah batas maksimal berapa banyak makan buah agar tak menjadi bumerang?

Manfaat buah bagi kesehatan yang tak boleh disia-siakan

Ada banyak alasan sebenarnya yang membuat kita bisa mengonsumsi dan memvariasikan buah-buahan dengan rutin. Namun, manfaat buah bagi kesehatan tersebut dapat dibagi menjadi tiga berikut ini:

1. Buah mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh

Bukan rahasia lagi, buah adalah gudangnya nutrisi mikro yang amat diperlukan tubuh - seperti vitamin dan mineral. Salah satu jenis vitamin yang banyak terkandung dalam beragam jenis buah adalah vitamin C. Vitamin C memainkan multifungsi di berbagai sistem, mulai dari sistem imun, kesehatan jantung, kesehatan mata, kesehatan kulit, hingga penting untuk kehamilan.Buah-buahan juga mengantongi beragam molekul antioksidan yang dapat memerangi radikal bebas berlebih penyebab kerusakan sel dan penyakit kronis. Buah yang bisa dikonsumsi dengan kulitnya cenderung lebih tinggi akan antioksidan dan serat.

2. Makan buah menurunkan risiko penyakit

Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa manfaat buah bagi kesehatan selalu dikaitkan dengan penurunan risiko beragam penyakit. Dalam sebuah metastudi yang dimuat dalam The Journal of Nutrition, disebutkan bahwa rutin konsumsi konsumsi buah-buahan setiap hari menurunkan risiko penyakit jantung hingga 7%.Studi lain menyebutkan bahwa konsumsi buah dan sayuran dikaitkan dengan penurunan tekanan darah tinggi. Konsumsi buah-buahan juga dilaporkan berpotensi untuk mengendalikan kontrol glikemik pada penderita diabetes.

3. Konsumsi buah membantu menurunkan berat badan

Sering diabaikan, makan buah sebenarnya membantu memberikan sensasi rasa kenyang untuk perut. Buah-buahan umumnya mengandung kadar serat dan air yang banyak, sehingga perut akan terasa ‘terisi’ apabila kita menjadikannya camilan yang sehat. Selain itu, aktivitas mengunyah saat makan buah juga berkontribusi terhadap rasa kenyang tersebut.Bahkan, buah-buahan seperti apel dan jeruk dilaporkan lebih mengenyangkan dibandingkan makanan lain seperti daging dan telur. Karena memberikan sensasi kenyang setelah mengonsumsinya, makan buah-buahan dikaitkan dengan penurunan berat badan.

Berapa rekomendasi konsumsi buah dalam sehari?

Untuk mendapatkan manfaat buah bagi tubuh, direkomendasikan agar Anda mengonsumsi setidaknya 400 gram sajian buah dalam satu hari. Anda juga bisa membaginya menjadi 5 sajian buah seberat 80 gram.Sebuah riset yang dimuat dalam The British Medical Journal menyebutkan bahwa asupan lima sajian buah sehari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit – seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Lalu, adakah efek samping jika terlalu banyak makan buah?

Sebenarnya, terlalu banyak makan buah dalam sehari sulit terjadi pada seseorang. Hal ini karena serat dan air dalam buah akan membuat kita merasa cepat kenyang. Mengonsumsi satu buah apel saja, misalnya, membuat perut sudah ‘terisi’ sehingga sulit melanjutkan konsumsi apel berikutnya.Bagaimana jika Anda mengonsumsi hingga, katakanlah, sebanyak 20 sajian buah dalam sehari? Riset dalam jurnal Metabolism menyebutkan, responden yang mengonsumsi 20 sajian buah dalam satu hari tidak memiliki efek samping bagi tubuh.

Kapan harus membatasi konsumsi buah-buahan?

Manfaat buah untuk kesehatan dapat dinikmati oleh sebagian besar orang. Namun, beberapa kelompok individu mungkin harus membatasi asupan buah-buahan atau bahkan menghindarinya sama sekali.Misalnya, orang yang tengah menjalani diet keto atau diet rendah karbo tentu harus membatasi karbohidrat yang banyak terkandung dalam buah-buahan. Biasanya, orang yang menjalani jenis diet di atas akan membatasi asupan kalori di bawah 50 gram dalam sehari.Sementara itu, orang yang memiliki intoleransi terhadap fruktosa – atau lebih dikenal dengan malabsorpsi fruktosa - akan perlu menghindari beberapa jenis buah-buahan. Mengonsumsi fruktosa, seperti yang terkandung dalam buah-buahan, dapat berujung pada gejala seperti diare, perut kembung, mual, muntah, hingga kelelahan yang kronis.

Catatan dari SehatQ

Manfaat buah bagi kesehatan sebenarnya memang tak perlu lagi diragukan, karena nutrisinya yang amat bervariasi. Untuk mendapatkan manfaat buah yang maksimal, usahakan agar Anda memvariasikan jenis buah yang dikonsumsi sehari-hari agar nutrisinya bisa berimbang.
nutrisibuah dan sayuranzat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-much-fruit-per-day
Diakses pada 8 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-fruit-good-or-bad-for-your-health
Diakses pada 8 Juni 2020
The British Medical Journal. https://www.bmj.com/content/349/bmj.g4490
Diakses pada 8 Juni 2020
Web MD. https://www.webmd.com/diet/features/the-benefits-of-vitamin-c
Diakses pada 8 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait