Manfaat Buah Bacang, Mangga Kusam dengan Bau yang Khas

(0)
27 May 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada banyak manfaat buah bacang bagi kesehatanBuah bacang yang masih ada di pohonnya
Tahukah Anda apa itu buah bacang? Buah yang satu ini masih satu kerabat dengan mangga, hanya saja memiliki tampilan fisik maupun rasa buah yang sedikit berbeda dibanding mangga yang banyak beredar di pasaran.Buah bacang adalah sebutan untuk mangga jenis bacang (Mangifera foetida) atau di beberapa daerah dikenal juga sebagai mangga pakel. Dilihat dari fisik luarnya, kulit mangga bacang juga berwarna hijau kelabu atau kekuningan, kusam, dan memiliki bercak di permukaannya akibat getah.Mangga bacang memiliki bentuk buah tipe buni, berbentuk bulat, berwarna hijau kekuningan dengan biji pipih yang berwarna kuning muda. Tidak seperti mangga kopyor (Mangifera indica) yang biasa ditemui, mangga ini mengandung daging buah yang berserat kasar.Warna daging buah bacang ialah putih kekuningan saat belum matang dan berubah menjadi kuning terang saat ranum. Namun, mangga pakel memiliki rasa asam lebih dominan dengan sedikit manis, serta memiliki bau terpentin yang khas dan menyengat.

Kandungan dan manfaat buah bacang untuk kesehatan

Salah satu fitokimia yang dijumpai di setiap tanaman mangga adalah mangiferin, yakni senyawa fenol yang memiliki efek baik bagi kesehatan manusia. Berdasarkan penelitian, kandungan mangiferin pada buah bacang terbukti lebih tinggi dibanding spesies mangga lain, seperti mangga kopyor dan mangga kweni (Mangifera odorata), yakni sebesar 9,95% b/b.Selain itu, buah bacang juga mengandung beberapa nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Dalam 100 gram buah bacang terkandung beberapa nutrisi, seperti:
  • Air 72,5 g
  • Protein 1,4 g
  • Karbohidrat 25,4 g
  • Kalsium 21 mg
  • Fosfor 15 mg
  • Tiamin 0,03 mg
  • Beta-karoten setara 0,218 mg
  • Vitamin C 56 mg.
Selain itu, buah bacang juga mengandung zat antioksidan, seperti pektin, polifenol, flavonol glikosida, xanton glikosida, mangiferin, dan kuersetin 3-O-glikosida. Kandungan-kandungan tersebut membuat tanaman buah bacang kerap dijadikan sebagai obat herbal alternatif dalam pengobatan tradisional.Beberapa kepercayaan akan manfaat buah bacang bagi kesehatan, antara lain:

1. Menangkal radikal bebas

Konsumsi makanan yang kaya akan mangiferin akan membuat tubuh tidak rentan terkena penyakit yang berhubungan dengan paparan radikal bebas, misalnya kerusakan pada hati. Penelitian awal menunjukkan bahwa mangiferin bahkan memiliki potensi untuk menjadi terapi alternatif bagi osteoporosis.

2. Mencegah peradangan

Mangiferin juga terbukti dapat mencegah peradangan pada jantung dan ginjal. Dengan demikian, kedua organ tersebut akan dapat bekerja dengan lebih efektif serta relatif tanpa gangguan.

3. Menurunkan kadar gula darah

Buah bacang baik dikonsumsi oleh penderita diabetes tipe 2 karena buah ini justru dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah. Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa kandungan mangiferin dalam buah ini terbukti mampu mengatur metabolisme glukosa dan resistensi insulin di dalam tubuh.

4. Mengatasi penyakit kulit

Getah yang terdapat pada bagian luar buah bacang juga kerap digunakan sebagai obat luar penyembuh luka. Selain itu, bagian biji mangga pakel ini juga dipercaya bisa menyembuhkan trikofitosis, kudis, hingga eksim.Meskipun demikian, manfaat buah bacang di atas baru sebatas penelitian awal. Anda dapat mengonsumsi buah ini sebagai kudapan sehat, namun belum bisa digunakan sebagai pengganti obat medis.

Cara menikmati buah bacang

Buah bacang jarang dimakan begitu saja seperti mangga pada umumnya karena rasanya yang asam. Sebaliknya, mangga pakel yang sudah matang biasa diolah menjadi minuman rasa buah yang menyegarkan dan memiliki aroma yang khas.Buah bacang yang belum matang dapat dicuci menggunakan air garam, kemudian diiris dan diolah menjadi rujak atau asinan. Ada juga yang menjadikannya sebagai campuran dalam sambal mangga.Meskipun demikian, buah bacang mengandung cairan yang dapat mengiritasi kulit, terutama bagian bibir dan mulut. Untuk mengurangi efek samping ini, pastikan Anda mengupas kulit mangga dengan cukup tebal, kemudian mencucinya hingga bersih.
buah dan sayuran
E-Journal UAJY. http://e-journal.uajy.ac.id/12523/3/BL014142.pdf
Diakses pada 9 Mei 2020
Repository USU. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/18804/Chapter%20II.pdf;jsessionid=CFC214BA347F4156C69B4835239BFA6F?sequence=4
Diakses pada 9 Mei 2020
Repository UNEJ. https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/93593/Fitri%20Nurussani%20Au%20-%20152210101023%20Sdh.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Diakses pada 9 Mei 2020
Japan Journal of Medicine. https://japanjournalofmedicine.com/health-benefits-of-mango-mangiferaindica-l-and-mangiferin/
Diakses pada 9 Mei 2020
The Ferns Tropical. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Mangifera+foetida
Diakses pada 9 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait