6 Manfaat Bermain Bagi Anak, Mulai Kemampuan Fisik Hingga Emosional

(0)
04 Aug 2020|Azelia Trifiana
Manfaat bermain bagi anak sangat banyak dan baikBermain bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan motorik dan mental anak
Anak-anak hanya mengemban satu tugas saat tumbuh besar di dunia ini, yaitu bermain. Jangan salah, manfaat bermain sangat baik tak hanya untuk perkembangan fisiknya namun juga memberi stimulus pada otak dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang begitu cepat.Ada banyak definisi berbeda tentang bermain bagi anak-anak. Namun intinya, bermain adalah kegiatan sukarela, menyenangkan, dan terjadi secara spontan. Perlu ada eksperimen, keputusan mengambil risiko, dan interaksi dekat dengan teman bermainnya.

Manfaat bermain bagi anak

Beberapa manfaat bermain bagi anak-anak di antaranya:

1. Memberi stimulus berbicara

Lewat bermain, bayi dan anak-anak belajar untuk menguasai bahasa dan berbicara. Tahapan ini adalah awal untuk belajar lebih banyak lagi hal lainnya. Lewat bermain, anak-anak mengenal kosakata baru dan belajar bagaimana berkomunikasi dengan temannya.

2. Baik untuk fungsi kognitif dan eksekutif

Lewat bermain, anak juga bisa mengendalikan rentang fokus, emosi, fleksibilitas kognitif, dan juga daya ingat. Di sisi lain, anak yang jarang bermain ternyata berisiko kesulitan menjaga fokus dalam rentang waktu lebih lama.

3. Belajar memecahkan masalah

Saat bermain, ada kalanya anak menghadapi kesulitan. Di saat itulah anak terlatih untuk memecahkan masalah dan mencari solusi untuk situasi yang dihadapi. Bahkan, anak bisa terlatih untuk berdiskusi hingga berdebat dengan temannya terkait solusi sebuah masalah.

4. Baik untuk kesehatan fisik

Aktivitas fisik bermain juga membuat anak bisa melatih motorik halus dan kasar. Selain itu, bermain juga mengurangi risiko anak-anak merasa stres, depresi, obesitas, atau lesu. Kepercayaan diri anak juga bisa meningkat dengan bermain bersama teman sebayanya.

5. Membangun kecerdasan sosial emosional

Bermain juga membantu anak berinteraksi dengan baik bersama teman-temannya. Tak hanya itu, mereka juga mengasah kemampuan sosial dan emosional ketika menghadapi teman baru atau situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

6. Menemukan minat anak

Manfaat bermain juga bisa membantu orangtua mengenali apa yang menjadi minat mereka. Apakah anak lebih suka bermain yang mengandalkan motorik kasar atau aktivitas fisik, atau sebaliknya lebih betah bermain lama dalam permainan yang melibatkan motorik halus. Selain itu, anak juga bebas berimajinasi saat sedang bermain.

Bagaimana dengan peran orangtua?

Untuk memaksimalkan manfaat bermain bagi anak, peran orangtua juga harus sesuai porsinya. Ketimbang menerapkan helicopter parenting yang justru tidak melatih anak mengambil keputusan sendiri, hindari terlalu banyak memberi instruksi ketika anak bermain.Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua atau pengasuh adalah:
  • Beri ruang anak untuk bermain

Ajak anak untuk melakukan eksplorasi, entah itu di dalam atau luar rumah. Lihat bagaimana anak mengembangkan imajinasi mereka lewat bermain. Hindari terlalu banyak memberi instruksi atau komentar karena dapat menghilangkan otoritas anak terhadap waktu bermainnya.
  • Cari mainan sederhana

Tak perlu mainan yang rumit atau mahal, mainan sederhana seperti balok, kertas, krayon, bola, dan permainan open-ended lainnya bisa memberi ruang bagi anak untuk berkreasi dan mengembangkan imajinasi. Bahkan, hal-hal yang ada di sekitar pun bisa menjadi mainan mereka berbekal kreativitas.
  • Ajak beraktivitas fisik

Sesekali, ajak juga anak untuk beraktivitas fisik di luar rumah jika situasinya memungkinkan. Bisa dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau sekadar bermain bola di luar ruangan. Waktu sekitar 30-60 menit saja sudah cukup untuk memaksimalkan manfaat bermain bagi anak-anak.
  • Libatkan dalam kegiatan di rumah

Kegiatan sehari-hari di rumah seperti menyapu atau menyiapkan makanan juga bisa menjadi sesi bermain bagi anak-anak. Selain membangun ikatan dengan orang yang ada di rumah, hal ini juga membantu anak menyadari apa saja pekerjaan di rumah sejak kecil.

Catatan dari SehatQ

Bermain juga bisa menyeimbangkan aspek akademis yang mungkin sudah menjadi “beban” bagi anak berusia sekolah. Bergantung pada jenis sekolah dan kurikulumnya memang, namun memberikan waktu anak bermain bebas tanpa ada tugas atau tuntutan akademik juga bisa memberi stimulus bagi kreativitasnya.
tips parentingparenting stressgaya parenting
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/going-beyond-intelligence/201808/say-yes-play
Diakses pada 17 Juli 2020
American Academy of Pediatrics. https://www.aap.org/Pages/ErrorPage.aspx?requestUrl=https://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/Pages/Want-Creative-Curious-Healthier-Children-with-21st-Century-Skills-Let-Them-Play.aspx
Diakses pada 17 Juli 2020
The Genius of Play. https://www.thegeniusofplay.org/tgop/benefits/genius/benefits-of-play/benefits-of-play-home.aspx
Diakses pada 17 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait