7 Manfaat Beras Merah untuk Bayi yang Menakjubkan dan Perlu Orang Tua Ketahui


Manfaat beras merah untuk bayi adalah untuk mencegah risiko anemia dan membantu si Kecil tidur lebih nyenyak. Beras merah kaya akan mineral berupa zat besi dan seng yang dapat membantu tubuh memproduksi sel darah merah (hemoglobin).

(0)
manfaat beras merah untuk bayi dan cara memasak bubur beras merahManfaat beras merah untuk bayi bantu cegah anemia
Manfaat beras merah untuk bayi berguna untuk membantu tumbuh kembang Si Kecil. Tak jarang, ada banyak bubur instan dengan bahan dasar beras merah sebagai makanan pendamping ASI (MPASI).Lantas, apa yang membuat manfaat beras merah untuk bayi lebih baik daripada beras putih biasa?

Manfaat beras merah untuk bayi

Untuk mendukung kecukupan gizi harian bayi, beras merah bisa Anda pilih sebagai makanan pertama bayi. Sebab, beras merah mengandung beragam nutrisi yang membawa segudang manfaat.Inilah manfaat beras merah untuk bayi:

1. Sumber energi

Manfaat beras merah untuk bayi berguna sebagai sumber energi
Beras terbukti kaya akan kandungan mangan. Dalam satu sajian beras merah sebanyak 59 gram, terdapat 1,2 mg mangan.Berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) harian yang telah ditentukan Kementerian Kesehatan, bayi 6 bulan hingga 3 tahun membutuhkan 0,7 hingga 1,2 mg mangan.Artinya, satu sajian beras merah pun mampu memenuhi kebutuhan harian mangan.Karena kandungan mangan, manfaat beras merah untuk bayi pun ternyata terbukti membantu produksi energi. Hal ini pun disampaikan pada riset terbitan .Selain itu, beras merah juga tinggi karbohidrat. Bahkan, dalam satu sajian beras merah, 76% di antaranya adalah karbohidrat.Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada jurnal Advances in Nutrition, karbohidrat berperan untuk menyediakan energi untuk seluruh sel yang ada pada tubuh.

2. Membantu pertumbuhan tulang dan gigi

Kandungan magnesium berguna untuk kepadatan tulang dan gigi
Beras merah memiliki kulit ari (rice bran) yang tidak dibuang. Rupanya, kulit ari inilah yang merupakan sumber manfaat beras merah untuk bayi. Kulit ari kaya akan vitamin B kompleks, mangan, fosfor, zat besi, serat, serta asam lemak esensial.Diketahui, satu porsi beras merah sebanyak 59 gram mengandung 80 mg magnesium yang berasal dari kulit arinya.Jika AKG harian bayi 6 bulan hingga 3 tahun sebesar 55 hingga 65 mg, maka mengonsumsi beras merah mampu mencukupi asupan magnesium harian.Riset terbitan jurnal International Journal of Endocrinology melaporkan, magnesium penting untuk pembentukan struktur tulang.Studi yang dikemukakan pada jurnal juga menemukan, asupan magnesium juga mampu meningkatkan kepadatan tulang.Penelitian lain dari juga menyebutkan, 60% dari seluruh total magnesium yang ada pada tubuh juga disimpan dalam tulang dan gigi. Hal ini tentu dapat berdampak baik bagi pertumbuhan gigi si Kecil.

3. Menjaga kesehatan pencernaan bayi

Serat dari kulit ari beras merah bermanfaat untuk menyehatkan pencernaan
Kulit ari pada beras merah tidak dibuang layaknya beras putih. Maka itu, kandungan serat pada beras merah pun lebih tinggi.Satu sajian beras merah mengandung 3,5 gram serat. Sementara, kandungan serat pada beras putih hanya sebesar 0,6 gram.Laporan dari University of Washington mempublikasikan, beras merah merupakan serat yang tidak larut air.Serat tidak larut air berguna untuk mengatasi sembelit. Sebab, jenis serat ini membantu sistem pencernaan untuk mendorong feses.Selain itu, serat tak larut air pada beras merah mampu meningkatkan massa tinja. Oleh karena itu, saat BAB, bayi tidak perlu mengejan terlalu keras.Menurut riset , makanan berserat mampu membuat bayi yang sembelit lebih sering BAB. Kepadatan feses pun juga menjadi lebih baik.

4. Sumber antioksidan tinggi

Warna pada beras merah mengandung antioksidan tinggi
Rupanya, manfaat beras merah untuk bayi mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.Sebab, beras merah pun kaya akan antioksidan. Hal ini pun dibuktikan pada jurnal .Penelitian ini menemukan, beras yang berwarna, seperti pada beras merah mengandung antioksidan yang lebih tinggi.Hal ini dikarenakan bulir beras merah mengandung anthocyanin dan proanthocyanidin yang bekerja sebagai antioksidan.Warna pada beras merah ini juga mampu meningkatkan polifenol pada beras. Oleh karena itu, beras merah pun berguna sebagai sumber antioksidan.Berdasarkan riset dari , antioksidan pun terbukti mencegah kerusakan jaringan akibat radikal bebas.Oleh karena itu, bayi pun bisa terhindar dari penyakit kronis, seperti penyakit autoimun hingga kanker.

5. Membuat tidur lebih nyenyak

Karbohidrat pada beras merah picu serotonin dan membuat tidur lebih nyenyak
Beras merah pun erat kaitannya dengan suasana hati dan pola tidur bayi.Penelitian dari Obesity Research menemukan, karena beras merah kaya akan karbohidrat, hal ini membuat tubuh melepaskan hormon insulin. Hormon ini meningkatkan kadar triptofan yang memicu tubuh menghasilkan serotonin.Serotonin diketahui zat kimia pada tubuh yang mampu mengontrol suasana hati agar merasa lebih baik. Serotonin ini pun juga membuat tidur pun menjadi lebih nyenyak.

6. Bantu melebatkan rambut bayi

Kandungan vitamin B kompleks pada beras merah bantu pertumbuhan rambut bayi
Kulit ari pada beras merah rupanya mengandung vitamin B kompleks, yang terdiri dari:Riset dari menyatakan, kekurangan vitamin B2, B7, B9, dan B12 rupanya mampu mempengaruhi rambut rontok.Terlebih, riset yang diterbitkan pada jurnal , biotin memengaruhi produksi keratin, maka biotin berguna untuk meningkatkan kualitas rambut, kulit, dan kuku.

7. Mengurangi risiko anemia

Zat besi dan seng pada beras merah membantu produksi sel darah merah
Riset yang diterbitkan pada Journal of Ethnic Foods menemukan, beras merah kaya akan mineral berupa zat besi dan seng.Zat besi berguna untuk memproduksi sel darah merah (hemoglobin). Apabila kekurangan sel darah merah, bayi akan mengalami anemia.Riset dari juga menemukan, pemberian kadar seng yang memadai juga meningkatkan kadar hemoglobin.

Cara memasak bubur beras merah untuk bayi

Supaya tidak merusak gizi beras merah, jangan buang air rendaman yang digunakan selama semalam
Agar manfaat beras merah untuk bayi didapat dengan optimal, cara memasak bubur beras merah untuk bayi pun harus dilakukan dengan tepat.Hal ini berguna untuk mencegah kerusakan nutrisi di dalam beras merah. Untuk itu, inilah cara memasak bubur beras merah untuk bayi yang tepat:
  • Hancurkan beras hingga butirannya menjadi serbuk kasar.
  • Rendam beras merah semalaman. Jangan buang airnya agar kandungan gizi tidak hilang.
  • Campurkan beras merah dengan ASI atau susu formula.
  • Jangan lupa beri tambahan kayu manis sebagai cara memasak bubur beras merah untuk bayi agar rasanya lebih enak.
  • Tambah sedikit sayur-sayuran rebus atau kukus yang sebelumnya sudah dihancurkan.
  • Cara memasak bubur beras merah untuk bayi yang terakhir, sajikan dengan ayam suwir, tahu tempe  beserta kaldunya agar lebih menggugah selera.

Waktu pemberian beras merah untuk bayi yang tepat

Bayi 6 bulan sudah siap diberikan bubur beras merah
Saat ingin mendapatkan manfaat beras merah untuk bayi, artinya Si Kecil harus siap mengonsumsi makanan yang lebih padat.Hal ini berarti pencernaannya harus sudah lebih kuat.Baik beras merah maupun makanan padat lainnya, pemberian MPASI sebaiknya dimulai sejak 6 bulan. Namun, sebaiknya, meski manfaat beras merah untuk bayi sudah didapat, Anda tetap tidak boleh menghentikan pemberian ASI.Untuk mengetahui apakah bayi siap diberikan MPASI atau tidak, pastikan Si Kecil sudah bisa melakukan hal ini:
  • Menahan kepala dengan tegap saat duduk.
  • Duduk dengan stabil.
  • Bayi terlihat ingin makan ketika ada yg makan.
  • Mencondongkan tubuh dan membuka mulut ketika ingin makan.

Bahaya konsumsi beras merah untuk bayi terlalu banyak

Rendam beras merah semalaman mampu hilangkan kandungan asam fitat yang berbahaya
Meski manfaat beras merah untuk bayi mampu menjaga kesehatan bayi, rupanya ada bahaya yang mengintai apabila Anda terlalu banyak memberikan beras merah.Beras merah terbukti mengandung asam fitat. Asam ini dapat dikatakan sebagai antinutrisi.Sebab, berdasarkan riset dari International Journal of Food Science and Technology, asam fitat mampu merusak penyerapan zat besi dan seng.Namun, perlu diingat, hal ini hanya terjadi saat sekali makan, tidak memengaruhi makanan berikutnya.Misalnya, jika bayi mengonsumsi beras merah, ini mampu mengurangi kadar zat besi dan seng yang diserap dari beras merah, tetapi tidak dari MPASI yang dikonsumsi bayi beberapa jam kemudian.Untuk mengurangi asam fitat pada beras merah, Anda pun disarankan merendam beras merah semalaman.

Catatan dari SehatQ

Manfaat beras merah untuk bayi berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan bayi. Bahkan, beras merah juga terbukti menurunkan berbagai risiko penyakit, seperti anemia hingga sembelit.Manfaat beras merah untuk bayi bisa didapat dengan optimal apabila cara memasaknya juga tepat. Mengingat pencernaan bayi masih berada pada tahap perkembangan, sebaiknya tekstur beras merah dibuat dalam bentuk bubur.Meski demikian, jangan tinggalkan pemberian ASI. Sebab, ASI masih menjadi sumber nutrisi bayi yang paling kaya.Apabila Anda ingin memulai memberikan beras merah untuk bayi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin melengkapi keperluan bayi baru lahir dan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik. di Google Play dan Apple Store.
makanan sehattumbuh kembang bayimpasimerawat bayimakanan bayiperkembangan bayi
My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/622040/200cals/1 Diakses pada 16 Desember 2020Kementerian Kesehatan. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf Diakses pada 16 Desember 2020Frontiers in Bioscience. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29293455/ Diakses pada 16 Desember 2020Advances in Nutrition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4224210/ Diakses pada 16 Desember 2020Journal of Ethnic Foods. https://journalofethnicfoods.biomedcentral.com/track/pdf/10.1186/s42779-019-0017-3.pdf Diakses pada 16 Desember 2020Journal of Endocrinology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5926493/ Diakses pada 16 Desember 2020Scientifica. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5637834/ Diakses pada 16 Desember 2020Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6316205/ Diakses pada 16 Desember 2020My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/622040/200cals/1 Diakses pada 16 Desember 2020My Food Data. https://tools.myfooddata.com/nutrition-facts/168878/200cals/1 Diakses pada 16 Desember 2020University of Washington. http://sci.washington.edu/info/forums/reports/FiberFacts.pdf Diakses pada 16 Desember 2020Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983 Diakses pada 16 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait