Manfaat Jamu Beras Kencur Menurut Penelitian, Plus Resep Cara Membuatnya di Rumah


Jamu beras kencur sudah dikonsumsi sejak zaman nenek moyang berkat segudang manfaat kesehatannya. Yuk cari tahu cara membuat jamu beras kencur!

(0)
07 Jul 2020|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
manfaat jamu beras kencur untuk kesehatanManfaat jamu beras kencur bagus untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh
Sejak zaman nenek moyang, masyarakat Indonesia memercayai manfaat jamu beras kencur untuk menangkal penyakit dan meningkatkan kebugaran tubuh. Benarkah demikian?

Klaim manfaat kencur sebagai obat tradisional

Di Indonesia, kencur sering sekali digunakan sebagai bumbu dalam berbagai jenis masakan, obat herbal, dan minuman jamu seperti beras kencur.Kencur adalah tanaman rimpang yang hidup di daerah tropis dan subtropis.Tanaman ini masih satu famili dengan jahe. Namun bila dibandingkan dengan jahe, kencur memiliki rasa dan aroma yang lebih menyengat. Digunakan sejak jaman dahulu sebagai obat herbal, kencur dipercaya memiliki beragam khasiat berikut ini:Beras kencur adalah jenis minuman jamu yang awalnya termasuk dalam jamu gendong.Istilah jamu gendong berasal dari cara menjajakannya, yaitu digendong dalam bakul oleh wanita atau mbok jamu yang berjualan keliling.

Khasiat kencur sebagai obat herbal di beberapa negara

Selain di Indonesia, beberapa negara Asia Tenggara, India dan Tiongkok juga menggunakan rimpang kencur sebagai bahan pengobatan herbal tradisional. 
  • Tiongkok

Dalam pengobatan tradisional di Cina, rimpang kencur digunakan sebagai bahan ramuan obat. Pasalnya, tanaman ini dipercaya mampu mengobatai kolera, konstipasi, serta sakit perut. 
  • Thailand

Lain lagi dengan negara Thailand. Penduduk Thailand menggunakan kencur sebagai obat untuk masalah menstruasi dan gangguan pencernaan. Ramuan yang mengandung kencur juga diyakini bisa mengatasi masalah kesehatan, seperti demam, amubiasis, memar dan bengkak, jerawat, sakit kepala, rematik, sakit gigi, dan pilek. 
  • India dan Bangladesh

Minyak esensial dari kencur pun digunakan sebagai penambah aroma dalam berbagai kosmetik, sampo, serta bumbu-bumbu masak dan minuman di Bangladesh.Pengobatan ayurveda di India pun menggunakan kencur sebagai ramuan mengatasi pembengkakan serta rematik

Manfaat jamu beras kencur berdasarkan penelitian

Sesuai namanya, jamu beras kencur terbuat dari dua bahan utama yaitu kencur dan beras yang dihancurkan bersama.Beberapa penelitian ilmiah menemukan bahwa kencur itu sendiri memiliki sifat antiradang, antijamur, dan antibakteri.Hal ini menguatkan klaim manfaat kencur jika diolah sebagai minuman jamu untuk menjaga kesehatan.Namun, apa spesifiknya manfaat jamu beras kencur?

1. Melindungi kulit dari radiasi UV matahari

Kencur kaya akan kandungan senyawa etil parametoksisinamat atau disingkat EPMS. Salah satu manfaat senyawa etil parametoksisinamat adalah sebagai bahan dasar sediaan kosmetik tabir surya yang melindungi kulit dari efek buruk radiasi sinar ultraviolet.Menarik, bukan?

2. Tinggi antioksidan

Sebuah penelitian di Yogyakarta menemukan bahwa minuman jamu beras kencur yang sudah melalui proses blanching dan pasteurisasi, memiliki jumlah mikroba yang sangat rendah serta aktivitas antioksidan yang tinggiKomponen bioaktif dari rimpang kencur sebagai bahan utama jamu beras kencur juga memiliki kandungan senyawa fenolik.Jumlahnya bisa dibilang setara dengan 146 mg asam galat dan kapasitas antioksidan yang kurang lebih setara dengan 77 mg asam askorbat. Senyawa fenolik dari jamu beras kencur dalam mencegah penyerapan glukosa di saluran pencernaan sekaligus mencegah penyerapan glukosa di ginjal.Manfaat jamu beras kencur yang lain adalah meningkatkan toleransi glukosa dan mencegah terjadinya gluconeogenesis (pembentukan glukosa baru).Antioksidan dari jamu beras kencur juga menyimpan khasiat untuk mencegah kerusakan pada sel-sel pankreas akibat efek radikal bebas

3, Kaya flavonoid

Manfaat jamu beras kencur selanjutnya berasal dari komposisi bahan utamanya, yaitu beras tumbuk dan rimpang kencur.Keduanya mengandung senyawa polifenol sebagai antioksidan.Senyawa tersebut memiliki kemampuan mengurangi kerusakan pada sel-sel jaringan tubuh dengan cara mengikat radikal bebas serta mengurangi stres oksidatif pada sel tubuh. Kandungan flavonoid dalam jamu beras kencur, seperti kaempferol dan apigeninor bermanfaat dalam meningkatkan sekresi hormon insulin.Tak hanya itu, antioksidan ini juga mampu meningkatkan penggunaan glukosa di jaringan perifer.

Cara membuat jamu beras kencur di rumah

Dari namanya, sudah pasti bahan utama jamu beras kencur adalah kencur (Kaempferia galanga L) dan beras (Oryza sativa) yang dihaluskan.Ikuti resep di bawah ini sebagai cara membuat jamu beras kencur tradisional di rumah:
  1. Beras sebanyak 21 gram disangrai dan dihaluskan dengan lumpang
  2. Rimpang kencur sebanyak 29 gram ditumbuk kasar
  3. Campur kedua bahan dan tambahkan 100 mL air matang
  4. Diamkan selama 15 menit dan ambil sarinya
Tidak ada resep yang baku untuk membuat jamu beras kencur karena sebagian besar orang menggunakan resep turun-temurun dan sesuai selera.Anda juga bisa menambahkan bahan lain ke dalam resep jamu beras kencur di atas agar lebih kaya rasa dan lebih sehat.Sebagai contoh, tambahkan irisan jahe, asam kawak, biji kedaung, garam, dan gula merah (gula kelapa atau gula aren) sebagai pemanis.Jamu beras kencur sebaiknya dibuat dengan bahan-bahan yang masih segar dan diminum segera setelah dibuat agar manfaat yang didapat lebih optimal.Memang masih butuh penelitian-penelitian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan beragam manfaat jamu beras kencur secara umum.Bila tertarik untuk membuat jamu beras kencur, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
superfoodherbaljamuantioksidan
Jurnal Farmaka volume 17 no 2.  https://doi.org/10.24198/jf.v17i2.22089.g11687
Diakses pada 1 Oktober 2019
Jurnal Biotropika | Vol. 2 No. 4 | 2014. https://biotropika.ub.ac.id/index.php/biotropika/article/view/286
Diakses pada 1 Oktober 2019
Indonesian Food and Nutrition Progress, 2017, Vol. 14, Issue 2. https://jurnal.ugm.ac.id/ifnp/article/view/29725/18775
Diakses pada 1 Oktober 2019
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2214750019300393?via%3Dihub
Diakses pada 1 Oktober 2019
Jurnal Mahasiswa Farmasi Universitas Tanjungpura. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfarmasi/article/download/7466/7614
Diakses pada 5 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait