Mirip Pakan Ternak, Ini Manfaat Bekatul Beras Merah untuk Kesehatan

Manfaat bekatul beras merah dipercaya membawa dampak positif bagi kesehatan
Ilustrasi bekatul beras yang dianggap memiliki manfaat kesehatan

Bekatul beras merah memang tidak terlalu populer dikonsumsi sebagai makanan karena bentuknya mirip dedak yang biasa digunakan untuk pakan ternak. Padahal, manfaat bekatul untuk kesehatan cukup banyak karena kandungan nutrisi di dalamnya.

Bekatul adalah hasil sampingan dari proses penggilangan padi yang berasal dari lapisan terluar bulir padi dan bentuknya mirip dengan tepung. Sebagian mesin giling belum bisa memisahkan bekatul dengan dedak (serbuk dari lapisan terluar padi) sehingga campuran bekatul dan dedak ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Meskipun demikian, jika diolah dengan benar, bekatul beras merah memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan. Saat ini, bekatul beras merah yang sudah dikemas dengan baik banyak dijual melalui toko online dengan harga mulai dari Rp20.000 per 250 gram.

Kandungan nutrisi dan manfaat bekatul untuk kesehatan

Secara umum, bekatul mengandung fitokimia yang berguna bagi kesehatan manusia, seperti vitamin (thiamin, niacin, vitamin B-6), mineral (besi, fosfor, magnesium, potasium), asam amino, serta asam lemak esensial. Bekatul juga merupakan sumber serat pangan yang baik dan tidak rawan menimbulkan alergi pada orang yang memakannya.

Khusus pada bekatul beras merah, ada kandungan unik bernama proantosianidin yang terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Berdasarkan kandungan-kandungan tersebut, manfaat bekatul yang bisa Anda rasakan ialah:

  • Mencegah penyakit kronis

Bekatul beras merah terbukti memiliki kandungan komponen bioaktif yang tinggi, seperti total fenolik dan total antosianin yang tinggi. Kandungan ini membawa manfaat bekatul sebagai zat antioksidan yang dapat menangkal efek radikal bebas pada tubuh.

Efek radikal bebas bagi tubuh manusia sendiri tidak main-main, yakni menyebabkan penyakit di sistem saraf pusat, penyumbatan pembuluh darah, diabetes, hingga kanker. Pada kulit, radikal bebas sering dihubungkan dengan munculnya kerutan, hilangnya elastisitas kulit, hingga kerontokan rambut.

  • Menyehatkan saluran cerna

Manfaat bekatul ini datang dari fungsinya sebagai sumber serat pangan yang baik. Dalam bekatul beras merah terdapat komponen makanan yang tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim pencernaan dalam tubuh, seperti selulosa, hemiselulosa, pektin, gum, dan lignin.

Serat tak larut ini berfungsi melancarkan kerja sistem pencernaan sehingga Anda terhindar dari konstipasi. Serat jenis ini juga dapat menyehatkan usus dengan merangsang pertumbuhan bakteri baik yang berkembang di dalamnya.

  • Mempertahankan elastisitas pembuluh darah

Manfaat bekatul ini datang dari kandungan flavonoid yang kadarnya bisa mencapai lima kali lipat dari beras putih.

Bagaimana cara mengonsumsi bekatul beras merah?

Bagi Anda yang memperoleh bekatul beras merah langsung dari penggilingan padi, bubuk ini harus langsung diolah menjadi makanan tertentu. Pasalnya, bekatul segar bisa cepat rusak karena mengandung asam lemak bebas (ALB) yang dapat meningkat seiring dengan lamanya penyimpanan tanpa proses apapun terlebih dahulu.

Kerusakan bekatul ditandai dengan munculnya bau tengik pada bubuk beras merah ini. Oleh karena itu, bekatul harus disangrai terlebih dahulu bila ingin disimpan, meski usia penyimpanannya juga tidak bisa terlalu lama.

Bubuk bekatul bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti:

  • Dibuat minuman mirip susu dengan cara menyeduhnya menggunakan air panas
  • Dibuat mie atau pasta dengan menjadikan tepung bekatul beras merah sebagai substitusi sebagian takaran tepung terigu
  • Dibuat roti tawar dengan menjadikan tepung bekatul beras merah sebagai substitusi sebagian takaran tepung terigu.

Penambahan bekatul beras merah pada bahan makanan tertentu akan membuat bentuk fisik makanan tersebut berubah. Pada roti tawar, misalnya, teksturnya akan mirip dengan roti gandum dengan warna dan aroma khas bekatul beras merah.

Bagaimana, tertarik untuk makan bekatul beras merah?

Universitas Udayana. https://ojs.unud.ac.id/index.php/itepa/article/download/8874/6658/
Diakses pada 4 Maret 2020

Jurnal UNS. https://jurnal.uns.ac.id/ilmupangan/article/download/13536/11282
Diakses pada 4 Maret 2020

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1021949816000053
Diakses pada 4 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318652
Diakses pada 4 Maret 2020

Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/insoluble-fiber-2242009
Diakses pada 4 Maret 2020

UNS. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/25324/NTM4MTk=/PEMBUATAN-MI-BEKATUL-BERAS-MERAH-SUBTITUSI-TEPUNG-UBI-JALAR-UNGU-Ipomoea-batatas-blackie-KAYA-ANTIOKSIDAN-abstrak.pdf
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait