Manfaat bawang putih bisa didapatkan dengan mengonsumsi beberapa siung bawang putih mentah
Manfaat bawang putih bagi kesehatan bisa didapatkan melalui bawang putih mentah maupun yang sudah dimasak

Bagi sebagian besar orang, bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur yang tidak boleh dilupakan untuk ditambahkan ke dalam masakan. Selain meningkatkan aroma, bawang putih dapat menambahkan cita rasa yang khas pada masakan.

Namun, manfaat bawang putih tidak hanya untuk dicacah dan dimasukkan ke dalam masakan sebagai bumbu dapur peningkat aroma dan cita rasa, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan.

12 manfaat bawang putih bagi kesehatan

Bawang putih sudah digunakan sejak lama sebagai obat dan memiliki dampak yang positif bagi kesehatan. Berikut adalah 12 manfaat bawang putih bagi kesehatan yang sayang untuk Anda lewatkan.

1. Menangkal pilek

Ingin mencegah hidung tersumbat akibat pilek? Anda bisa memasukkan bawang putih ke dalam masakan untuk menangkal pilek. Salah satu manfaat bawang putih adalah meningkatkan sistem imun tubuh dan mengatasi pilek.

Sebuah riset menemukan bahwa kandungan allicin dalam bawang putih mampu mengurangi peluang terkena pilek dan membuat orang yang terjangkit pilek lebih cepat sembuh.

2. Meningkatkan performa olahraga

Jangan salah, manfaat bawang putih tidak hanya untuk menangkal pilek, tetapi juga mampu meningkatkan performa olahraga. Meskipun demikian, penelitian mengenai efek bawang putih terhadap performa fisik masih lebih banyak dilakukan pada tikus.

Studi menunjukkan bahwa orang yang menderita penyakit jantung mengalami performa olahraga yang lebih baik setelah diberikan minyak bawang putih sebanyak dua kali sehari  selama enam minggu

Namun, penelitian-penelitian mengenai bawang putih dan performa olahraga masih berkontradiksi dan memerlukan riset lebih lanjut.

3. Bisa menjadi ‘antibiotik alami’ 

Kandungan diallyl sulfide dalam bawang putih ditemukan dapat melawan bakteri Campylobacter penyebab gangguan pencernaan dan bahkan 100 kali lipat lebih efektif daripada antibiotik umum yang sering digunakan.

Manfaat bawang putih yang dapat melawan bakteri tertentu membuatnya berpotensi untuk menjadi alternatif ‘antibiotik alami’.

4. Mengurangi risiko kanker paru

Orang yang mengonsumsi bawang putih mentah setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko terkena kanker paru yang lebih rendah sebesar 44 persen.

Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat bawang putih dalam mencegah kanker paru.

5. Meringankan keracunan timah

Selain kandungan diallyl sulfide, kandungan sulfur dalam bawang putih diyakini mampu melindungi organ tubuh dari kerusakan akibat keracunan logam berat, seperti timah.

Bawang putih ditemukan dapat mengurangi kadar timah dalam darah sebesar 19% pada karyawan yang bekerja di pabrik yang memproduksi baterai untuk mobil.

Tidak hanya kadar timah, bawang putih juga dapat meringankan gejala keracunan, seperti sakit kepala dan sebagainya. Bahkan, pemberian bawang putih sebanyak tiga kali sehari lebih ampuh dalam meringankan gejala keracunan daripada obat D-penicillamine.

6. Mengurangi kadar kolesterol 

Manfaat bawang putih yang lainnya adalah mengurangi kadar kolesterol jahat atau LDL. Pemberian suplemen bawang putih ditemukan mampu mengurangi kadar kolesterol LDL sebanyak 10-15 persen.

7. Menurunkan tekanan darah

Bagi penderita hipertensi, manfaat bawang putih dalam menurunkan tekanan darah sudah cukup umum diketahui.

Suatu penelitian menemukan bahwa pemberian 600-1.500 miligram ekstrak bawang putih memberikan efek yang setara dalam menurunkan tekanan darah seperti obat Atenolol selama dalam jangka waktu 24 minggu.

Bila Anda ingin menggunakan bawang putih mentah, maka Anda bisa mengonsumsi bawang putih mentah sebanyak empat siung per harinya untuk menurunkan tekanan darah.

8. Mampu melindungi jantung

Kandungan diallyl trisulfide dalam minyak bawang putih dapat membantu melindungi jantung setelah serangan jantung dan seusai bedah jantung, serta dapat digunakan sebagai penanganan untuk gagal jantung.

Penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa terdapat penurunan kerusakan jantung sebanyak 61% setelah zat diallyl sulfide diberikan pada tikus yang terkena serangan jantung.

9. Meningkatkan kesehatan tulang pada wanita

Pada tikus betina, pengeroposan tulang dapat ditanggulangi dengan pemberian bawang putih untuk meningkatkan kadar estrogen.

Oleh karenanya, bawang putih berpotensi tidak hanya meningkatkan kadar estrogen tetapi juga dapat mencegah pengeroposan tulang pada wanita. Akan tetapi, masih diperlukan riset lebih lanjut mengenai manfaat bawang putih terhadap tulang.

10. Mencegah demensia dan Alzheimer

Bawang putih mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas serta menurunkan risiko  terkena demensia dan Alzheimer.

Manfaat bawang putih dalam mencegah demensia dan Alzheimer dikarenakan kemampuannya dalam mencegah penurunan kognitif dengan melindungi sel saraf.

Namun, serupa dengan manfaat bawang putih terhadap kesehatan tulang, riset mengenai manfaat bawang putih untuk mencegah demensia dan Alzheimer masih perlu studi lebih lanjut.

11. Mengurangi risiko terkena osteoartritis pinggul

Riset menunjukkan bahwa wanita yang sering mengonsumsi sayuran jenis allium, seperti bawang putih, memiliki risiko terkena osteoartritis pinggul yang lebih rendah.

Riset lebih lanjut masih diperlukan untuk menjadikan bawang putih sebagai pengobatan alternatif untuk osteoartritis pinggul.

12. Menurunkan peluang terjangkit kanker prostat 

Manfaat bawang putih tidak hanya untuk menangkal osteoartritis pinggul, tetapi juga dapat mengurangi peluang terkena kanker prostat. Namun, penelitian tambahan masih dibutuhkan untuk melihat manfaat bawang putih terhadap penurunan risiko kanker prostat.

Manfaat bawang putih untuk kesehatan bisa didapatkan melalui bawang putih mentah maupun yang sudah dimasak. Anda bisa mencampur bawang putih ke dalam berbagai masakan yang dikonsumsi, selamat mencoba!

AACR Publications. https://cancerpreventionresearch.aacrjournals.org/content/6/7/711?sid=179e57a9-3770-409d-84bc-cd83ef816963
Diakses pada 22 Agustus 2019

BMC. https://bmcmusculoskeletdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2474-11-280
Diakses pada 22 Agustus 2019

Emory University. http://shared.web.emory.edu/emory/news/releases/2011/11/garlic-oil-component-may-form-treatment-to-protect-heart.html#.XV4-3ugzbIV
Diakses pada 22 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-health-benefits-of-garlic
Diakses pada 22 Agustus 2019

Korea Science. http://www.koreascience.or.kr/article/JAKO201332479511825.page
Diakses pada 22 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/265853.php
Diakses pada 22 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11697022
Diakses pada 22 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15881870
Diakses pada 22 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16484570
Diakses pada 22 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17600860
Diakses pada 22 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11238807
Diakses pada 22 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22151785
Diakses pada 22 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24035939
Diakses pada 22 Agustus 2019

WSU Insider. https://news.wsu.edu/2012/05/01/garlic-compound-fights-source-of-food-borne-illness/
Diakses pada 22 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed