Apabila Anda penggemar sate, Anda tentu familiar dengan irisan bawang merah yang menjadi bahan tambahan dalam kecap untuk saus sate. Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur selain bawang putih yang ditambahkan ke dalam masakan untuk menambah aroma dan cita rasa.

Warna yang ungu kemerahan juga membuat setiap hidangan yang ditaburi bawang merah terlihat lebih menarik. Manfaat bawang merah tidak hanya sekadar bumbu dapur belaka, karena faktanya terdapat manfaat bawang merah bagi kesehatan.

Apa saja manfaat bawang merah untuk kesehatan?

Manfaat bawang merah bagi kesehatan mungkin belum diketahui oleh banyak orang, karena umumnya bawang putih dan jahe yang selalu menjadi pusat perhatian sebagai bumbu dapur yang berkhasiat bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat bawang merah untuk kesehatan Anda.

  • Memiliki kandungan antibakteri

Manfaat bawang merah adalah karena mengandung antibakteri yang dapat melawan bakteri seperti Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginosa, E.coli, dan S.aureus, serta menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae.

Senyawa antibakteri yang berperan dalam manfaat bawang merah untuk melawan infeksi adalah senyawa quercetin yang dapat merusak membran sel dari bakteri E.coli dan S.aureus.

  • Kaya akan antioksidan

Antioksidan sangat berperan penting untuk mencegah kerusakan sel dalam tubuh yang dapat menjurus ke berbagai penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Bawang merah ditemukan memiliki sebanyak 26 jenis antioksidan yang berperan untuk menjaga kesehatan, salah satunya adalah senyawa antosianin yang memberikan warna merah pada bawang merah.

  • Mengontrol gula darah

Apabila Anda mengidap diabetes atau pradiabetes, Anda dapat mempertimbangkan konsumsi bawang merah untuk mengontrol kadar gula darah Anda. Manfaat bawang merah dalam mengontrol gula darah berasal dari senyawa sulfur dan quercetin yang memiliki efek antidiabetes.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi 100 gram bawang merah segar dapat mengurangi kadar gula darah sebanyak 40 mg/dl setelah empat jam pada 42 orang.

  • Melindungi kesehatan jantung

Bawang merah memiliki berbagai senyawa yang dapat melawan infeksi serta menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Hal inilah yang membentuk manfaat bawang merah dalam menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Kandungan quercetin dalam bawang merah mampu membantu mengurangi kemungkinan penggumpalan darah serta berbagai faktor risiko penyakit jantung, seperti hipertensi, dan sebagainya.

  • Mengandung senyawa antikanker

Bawang merah memang terlihat kecil, tetapi manfaat bawang merah tidak boleh diremehkan karena salah satu manfaat bawang merah adalah dalam mengurangi risiko terkena kanker, khususnya kanker perut, usus besar, prostat, dan kerongkongan.

Senyawa sulfur dan antioksidan flavonoid dalam bawang merah diyakini mampu menghambat dan mencegah pertumbuhan tumor yang bisa bersifat kanker.

  • Meningkatkan kesehatan pencernaan

Manfaat bawang merah dalam menjaga kesehatan pencernaan dikarenakan kandungan prebiotik dan serat di dalamnya. Bakteri baik dalam usus akan menjadikan prebiotik sebagai makanan untuk pertumbuhannya.

Saat bakteri baik di pencernaan mengonsumsi prebiotik, bakteri akan memproduksi asam lemak yang dapat mengurangi peradangan, melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan pencernaan, dan meningkatkan sistem imun tubuh.

  • Menambah kepadatan tulang

Tidak hanya dari produk susu, Anda juga bisa meningkatkan kepadatan tulang dengan mengonsumsi bawang merah. Konsumsi bawang merah ditemukan dapat mengurangi risiko patah tulang pinggul sebanyak 20 persen pada wanita berusia lanjut.

Riset menunjukkan bahwa konsumsi 100 mililiter jus bawang merah tiap harinya selama delapan minggu dapat meningkatkan kepadatan mineral pada 24 wanita yang berusia paruh baya dan mengalami post-menopause.

  • Memperbaiki pola tidur dan suasana hati

Kandungan folat dalam bawang merah meningkatkan suasana hati dan nafsu makan, mengurangi depresi, serta membantu pola tidur Anda. Hal ini karena folat mencegah penumpukan homosistein yang dapat mengganggu produksi dopamin, serotonin, dan norepinephrine.

  • Bagus untuk rambut dan kulit

Bawang merah tinggi akan vitamin C yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan kolagen yang dibutuhkan oleh kulit dan rambut.

Efek samping di balik manfaat bawang merah

Terdapat berbagai manfaat bawang merah bagi kesehatan yang membuatnya baik untuk dikonsumsi. Namun, senyawa karbohidrat dalam bawang merah ditemukan dapat menyebabkan kembung dan perut bergas pada beberapa orang.

Konsumsi bawang merah, khususnya bawang merah mentah dapat memperparah sensasi panas di dada (heartburn) pada penderita gangguan asam lambung. Bagi orang yang memiliki alergi bawang merah atau tidak dapat mentoleransi bawang merah, sebaiknya jangan mengonsumsi bumbu dapur ini.

Cara menghindari rasa pedih saat memotong bawang merah

Gas syn-Propanethial-S-oxide muncul ketika bawang merah dipotong dan menimbulkan rasa pedih di mata. Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari rasa pedih akibat memotong bawang merah:

  • Nyalakan kipas exhaust atau buka jendela agar udara segar bisa masuk ke dalam ruangan dan mengurangi kemungkinan mata pedih
  • Potong bawang merah dekat dengan air yang mengalir atau kumpulan uap
  • Potong bawang merah di dalam air untuk menghindari kontak antara gas dan mata

Catatan dari SehatQ

Manfaat bawang merah dapat dinikmati dengan memilih bawang merah yang tepat. Pilihlah bawang merah yang kering dengan aroma yang samar atau tidak memiliki bau sama sekali ketika dikupas.

Anda dapat menambahkan bawang merah ke dalam hidangan sebagai cara untuk menambah cita rasa tanpa perlu menambah lemak, garam, ataupun tambahan lainnya.

Selalu masukkan potongan bawang merah yang tidak terpakai ke dalam kulkas untuk menghindari terkontaminasi bakteri salmonella dan E.coli.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/onion-benefits#section3
Diakses pada 08 Oktober 2019

LiveScience. https://www.livescience.com/45293-onion-nutrition.html
Diakses pada 08 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/276714.php
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3070119/
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29271686
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21702293
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26686359
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29567221
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2978938/
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27633685
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19240657
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27393711
Diakses pada 08 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17997520
Diakses pada 08 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed