Manfaat Batu Tawas, Atasi Bau Ketiak Hingga Kutu Air

(0)
04 Jun 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Batu tawas sering digunakan sebagai deodoran alami yang mencegah bau badanBatu tawas sebagai deodoran telah tersedia dalam berbagai bentuk seperti kristal, bubuk, maupun cairan
Ingin selalu tampil segar dan bebas dari bau mungkin menjadi tujuan setiap orang yang kerap menggunakan deodoran. Di antara banyaknya produk deodoran yang beredar, kini batu tawas kembali dilirik sebagai alternatif penghilang bau ketiak yang lebih alami. Harga yang murah, kandungan antibakteri, dan aman untuk tubuh mungkin menjadi alasan mengapa kini orang-orang memilih batu tawas. Selain sebagai bahan deodoran, batu tawas juga seringkali dijadikan astringent topikal, antiseptik untuk luka, obat jerawat hingga toner untuk mengencangkan pori-pori. 

Bagaimana cara kerja batu tawas dalam mengatasi bau ketiak?

Tubuh mengandung 2-4 juta kelenjar keringat. Sebagian besar kelenjar keringat itu ada di bagian ketiak. Itulah sebabnya ketiak dapat lebih berkeringat dibandingkan bagian tubuh lainnya. Ketika ketiak berkeringat, bau tak sedap pun cenderung muncul. Hal itu disebabkan oleh adanya bakteri yang bereaksi dengan keringat yang dihasilkan ketiak, bukan hanya karena keluarnya keringat itu sendiri. Batu tawas dalam bentuk deodoran atau disebut deodoran kristal, sering digunakan untuk urusan ini. Pasalnya, ketika dioleskan, tawas akan membentuk penghalang berpori yang mencegah bakteri ketiak bereaksi dengan keringat sehingga bau pun dapat dicegah Meskipun begitu, deodoran batu tawas tidak dapat mencegah kelenjar keringat untuk menghasilkan keringat. Sehingga Anda tetap bisa berkeringat namun tidak akan ada bau yang muncul. 

Manfaat batu tawas

Sebagai garam mineral alami, batu tawas memiliki berbagai manfaat sebagai berikut:
  • Membasmi bakteri yang dapat menyebabkan bau badan

Khasiat antibakteri batu tawas sudah diuji di banyak penelitian ilmiah. Salah satunya menyebutkan bahwa tawas menunjukkan aktivitas antimikroba yang kuat terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif serta terhadap jamur. Secara khusus, tawas juga bereaksi sangat baik dalam mengatasi bakteri penghasil bau badan di ketiak. Hal ini menjadikan batu tawas sangat direkomendasikan menjadi bahan aktif dari deodoran.
  • Sebagai produk perawatan sehabis bercukur

Sifat antiseptik yang terdapat pada batu tawas dapat menghentikan segera perdarahan yang terjadi akibat terkena pisau cukur. Selain itu, tawas juga dapat membantu menjaga kelembapan kulit setelahnya. 
  • Mengatasi sariawan

Bubuk tawas memiliki sifat astringent yang dapat membantu mengecilkan jaringan dan mengeringkan sariawan.
  • Sebagai obat kumur 

Suatu studi mengungkapkan bahwa obat kumur yang mengandung tawas aman digunakan setiap hari. Selain itu, berkumur dengan tawas dapat mengurangi plak maupun bakteri tidak baik pada ludah di mulut secara signifikan.
  • Sebagai obat kutu air

Efek astringent yang dimiliki batu tawas juga terbukti dapat mengempeskan dan mengeringkan permukaan kulit yang terkena kutu air. Di samping itu tawas juga dapat mengendalikan bau dan gatal-gatal yang ditimbulkan oleh kutu air. 
  • Memurnikan air

Selain untuk tubuh, tawas juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan. Batu tawas yang dibubuhkan pada air berlumpur dapat membuat air lebih jernih. Suatu penelitian menunjukkan bahwa tawas dapat mengurangi kontaminasi secara efektif pada penggunaan air di rumah tangga. 

Cara menghilangkan bau badan dengan batu bawas

Setelah mengetahui berbagai manfaat batu tawas, rasanya tak ada salahnya mencoba beralih ke deodoran berbahan alami ini. Batu tawas sebagai deodoran kini telah tersedia dalam berbagai bentuk, seperti dalam bentuk cair, bubuk, maupun padat. Pastikan untuk mengaplikasikannya secara merata ke area di mana biasanya keringat muncul paling banyak. Waktu pemakaian terbaik batu tawas adalah tepat seusai mandi, ketika badan masih segar, bersih, dan belum berkeringat. Efek dari pemakaian batu tawas dapat bertahan selama 24 jam. Selain bentuk-bentuk di atas, batu tawas juga dapat digunakan dalam bentuk alaminya sebagai batu kristal. Untuk memakai batu tawas dalam bentuk kristal, lakukan cara berikut:
  • Siram batu tawas dengan air yang cukup
  • Gosok batu tawas pada bagian-bagian tubuh anda yang mudah berkeringat, seperti ketiak. Gosoklah secara merata. Perhatikan juga apabila ada bagian-bagian yang tajam dari batu tawas tersebut. Usahakan agar bagian yang tajam tersebut tidak mengenai kulit. Anda pun juga dapat mencoba untuk menumpulkan bagian yang tajam tersebut sebelum memakai batu tawas.
  • Anda dapat berhenti menggosokkan batu tersebut setelah bagian tubuh yang digosok mulai kering. 

Berbahayakah batu tawas bagi tubuh?

Secara umum, penggunaan batu tawas tidak menimbulkan bahaya yang besar. Namun, ada beberapa efek samping yang ditimbulkan dari penggunaannya. Sebagai deodoran, batu tawas tidak bersifat antiperspirant atau tidak dapat mengurangi jumlah keringat. Akibatnya, Anda mungkin lebih sering berkeringat daripada biasanya setelah beralih dari deodoran komersial ke batu tawas. Potensi peningkatan bau badan selama fase penyesuaian ini juga dapat terjadi. Biasanya tubuh Anda akan menyesuaikan setelah beberapa waktu.Selain itu, batu tawas sebagai deodoran dapat menyebabkan ruam, gatal, atau iritasi, terutama jika kulit Anda ada luka atau baru-baru ini dicukur. Hindari penggunaan batu tawas ketika kulit Anda sedang sensitif. Hentikan penggunaannya jika tawas terus-menerus mengiritasi kulit Anda.Batu tawas tentu dapat menjadi alternatif deodoran dari bahan alam yang patut dicoba. Bahan ini cocok dengan gaya hidup kembali ke alam untuk meminimalkan efek samping berbahaya dari bahan kimia.. Namun perlu diingat, penggunaan batu tawas haruslah diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup yang dapat membantu Anda mengurangi bau badan.
sariawanketiak hitambau badan
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/305116293_Potassium_Aluminium_Sulphate_Alum_Inhibits_Growth_of_Human_Axillary_Malodor-Producing_Skin_Flora_in_Vitro
Diakses pada 25 Mei 2020
Crystal Spring. https://crystalspring.co.uk/blogs/under-our-skin/why-potassium-alum-is-your-armpit-s-best-pal
Diakses pada 25 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/how-to-get-rid-of-canker-sores#alum-powder
Diakses pada 25 Mei 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9796505/
Diakses pada 25 Mei 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/822782/
Diakses pada 25 Mei 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8263308/
Diakses pada 25 Mei 2020.
Healthline. https://www.healthline.com/health/crystal-deodorant#side-effects
Diakses pada 25 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait