Kenali Manfaat Baby Oil untuk Bayi, Dari Pijat hingga Ruam Popok

(0)
08 Nov 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Manfaat baby oil untuk ruam popok pada bayiBaby oil dapat memberikan beberapa manfaat bagi bayi
Penggunaan kosmetik untuk bayi, salah satunya baby oil, memang masih menjadi kontroversi. Namun di luar perdebatan tersebut, bayi tetap bisa mendapatkan manfaat baby oil jika menggunakannya sesuai kebutuhan dan mengikuti petunjuk pemakaian.Baby oil sebetulnya merupakan minyak mineral yang dibuat untuk dijadikan produk kecantikan maupun perawatan kulit. Seperti halnya jeli petroleum, baby oil adalah produk sampingan dari minyak yang sudah disuling dan melalui proses tertentu.Terlepas dari kontroversinya, baby oil aman digunakan selama hanya dijadikan produk topikal (obat luar). Apa saja manfaat baby oil itu sendiri? Bagaimana cara penggunaannya sehingga aman untuk bayi? Simak penjelasan dari sisi medis berikut agar Anda tidak bimbang lagi.

Manfaat baby oil untuk bayi dan cara penggunaannya

Minyak mineral atau minyak parafin pada umumnya banyak digunakan untuk melembapkan kulit atau mencegah kulit menjadi kering, bersisik, gatal, atau mengalami iritasi ringan. Hal ini dikarenakan minyak mineral mengandung emolient yang memang berfungsi melembutkan dan melembapkan kulit sehingga tidak mudah kering dan pecah-pecah.Sayangnya, minyak mineral yang berbentuk baby oil kurang tepat digunakan pada bayi baru lahir karena kulit bayi saat itu tidak mampu menyerap kandungan minyak tersebut. Meski demikian, baby oil tetap memiliki manfaat bagi bayi, misalnya:
  • Pijat bayi

Menggunakan baby oil untuk pijat dapat mempermudah gerakan memijat sehingga membuat bayi lebih rileks. Jika bayi Anda memiliki kulit sensitif atau eksim (dermatitis atopik), pastikan baby oil itu aman untuk kulit buah hati Anda.Ketika Anda menggunakan baby oil untuk memijat bayi, pastikan untuk tidak membuatnya terkontaminasi. Jangan menuang baby oil ke dalam wadah, kemudian mengambilnya dengan tangan berulang-ulang karena dikhawatirkan akan menumpuk bakteri di dalam wadah tersebut.Anda sebaiknya menggunakan baby oil yang masih berada di dalam botol dan menuangnya ke tangan sesuai kebutuhan. Jika harus menggunakan wadah untuk menampung baby oil, ambil menggunakan sendok sesuai takaran yang Anda ingin gunakan.
  • Membersihkan cradle cap

Cradle cap atau dermatitis seboroik sering disebut sebagai ketombe bayi karena bentuknya yang berupa serpihan berwarna kuning dan berada di kepala bayi. Kondisi ini sebetulnya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, tapi Anda dapat menggunakan baby oil untuk membersihkan sisik itu dari kulit bayi.Untuk merasakan manfaat baby oil yang satu ini, Anda dapat menggosokkan minyak tersebut secara perlahan hingga kerak cradle cap melunak. Anda juga bisa mengoleskan baby oil sebelum bayi tidur, membiarkannya semalaman, kemudian mencuci bagian tersebut pada pagi harinya.
  • Meringankan ruam popok

Saat ini, terdapat banyak produk untuk mengatasi ruam popok yang beredar di pasaran. Namun, Anda dapat memilih baby oil sebagai pertolongan pertama mengatasi bercak kemerahan pada bokong bayi ini.Untuk merasakan manfaat baby oil sebagai pereda ruam popok, Anda perlu mengoleskannya ke kulit bayi secara rutin setiap habis mandi. Jangan lupa untuk membersihkan dan mengeringkan area yang terkena ruam popok sebelum mengoleskan baby oil.Untuk ruam popok yang sangat parah, Anda juga sebaiknya tidak memandikan bayi terlalu lama atau terlalu sering di air panas. Pasalnya, hal itu dapat memperparah kondisinya.

Apakah pemakaian baby oil memiliki efek samping?

Sebagian besar emolien atau minyak mineral, termasuk baby oil, dapat digunakan dengan aman dan cenderung tidak memiliki efek negatif. Namun, Anda sebaiknya membaca komposisi baby oil sebelum menggunakannya, dan tidak menggunakan produk tersebut jika mengandung bahan yang dapat memicu alergi bayi.Anda juga sebaiknya tidak mengoleskan baby oil pada kulit bayi yang tengah terluka, infeksi, atau meradang. Jika Anda tidak yakin apakah baby oil aman digunakan pada bayi Anda, jangan ragu untuk meminta saran pada dokter atau apoteker.Sebaliknya, hentikan pemakaian jika Anda menemukan reaksi alergi pada kulit bayi, misalnya timbul bercak merah, gatal atau bengkak, bayi terlihat rewel, dan kesulitan bernapas. Bila perlu, langsung bawa bayi Anda ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Cara menghindari ruam popok tanpa baby oil

Selain menggunakan baby oil, Anda dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya ruam popok dengan cara berikut:
  • Ganti popok sesering mungkin. Segera ganti popok bayi Anda apabila popok mulai terasa basah atau kotor.
  • Bilas bokong bayi Anda dengan air hangat setiap penggantian popok.
  • Handuk basah, bola kapas, dan tisu bayi dapat membantu membersihkan kulit agar lembut. Hindari penggunaan tisu dengan alkohol atau pewangi untuk mencegah iritas.
  • Tepuk-tepuk kulit dengan lembut menggunakan handuk bersih untuk mengeringkan bokong. Hindari gerakan menggosok agar terhindar dari iritasi.
  • Gunakan popok dengan ukuran yang sesuai. Popok yang terlalu ketat dapat menyebabkan jamur dan ruam pada kulit bayi.
  • Gunakan salep popok secara teratur. Jika bayi Anda sering mengalami ruam, oleskan salep penghalang setiap penggantian popok untuk mencegah iritasi kulit. Petroleum jelly dan zinc oxide adalah bahan yang sering kali ada di dalam salep popok.
  • Setelah mengganti popok, cucilah tangan Anda dengan baik. Mencuci tangan dapat mencegah penyebaran bakteri atau jamur ke bagian lain tubuh bayi Anda, Anda ataupun sekitar.
merawat bayipijat
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/baby-oil-for-hair
Diakses pada 7 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-baby-skin-care-products-do-you-need-your-newborn
Diakses pada 7 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-162285/baby-oil-mineral-oil-topical/details
Diakses pada 7 November 2019
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a1044406/oils-for-baby-massage
Diakses pada 7 November 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cradle-cap/
Diakses pada 7 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-20371636
Diakses 17 April 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait