7 Manfaat Asparagus, Sayuran Hijau Tinggi Antioksidan

Selain lezat, asparagus juga punya banyak manfaat.
Manfaat asparagus lebih dari sekadar menyehatkan jantung saja.

Asparagus adalah sayuran hijau yang namanya tidak sepopuler bayam, kubis, atau brokoli. Namun, manfaat asparagus untuk kesehatan, tidak kalah hebatnya dari sayuran hijau lainnya, lho.

Jangan salah, manfaat asparagus sangat beragam, mulai dari menyehatkan sistem pencernaan hingga meningkatkan kesehatan wanita selama masa kehamilan. Apa saja manfaat asparagus yang dimaksud itu?

Manfaat asparagus yang beragam

Sayuran asparagus punya beragam warna, mulai dari hijau, putih, hingga ungu. Di berbagai negara, asparagus menjadi sayuran wajib yang masuk dalam bahan pembuatan pasta hingga frittata (telur dadar khas Italia).

Asparagus juga rendah kalori dan mengandung banyak vitamin, zat mineral, hingga antioksidan. Berikut ini adalah manfaat asparagus yang sayang jika dilewatkan.

1. Kaya akan nutrisi, tapi rendah kalori

Manfaat asparagus yang pertama adalah kaya akan nutrisi, tapi rendah kalori. Faktanya, sekitar 90 gram asparagus matang, mengandung:

  • Kalori: 20
  • Protein: 2,2 gram
  • Lemak: 0,2 gram
  • Serat: 1,8 g
  • Vitamin C: 12% dari rekomendasi asupan harian (RAH)
  • Vitamin A: 18% dari RAH
  • Vitamin K: 57% dari RAH
  • Folat: 34% dari RAH
  • Kalium: 6% dari RAH
  • Fosfor: 5% dari RAH
  • Vitamin E: 7% dari RAH

Tidak hanya itu, asparagus juga mengandung zat besi dan zinc, walau kadarnya hanya sedikit. Kalau dilihat dari kandungan nutrisinya, asparagus mengandung banyak vitamin K, yang baik untuk kesehatan tulang.

2. Sumber antioksidan

Antioksidan adalah komponen yang menjaga tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan stres oksidatif. Untuk Anda yang ingin menambah asupan antioksidan, asparagus cocok sebagai salah satu pilihannya.

Beberapa antioksidan yang dikandung asparagus meliputi vitamin E, vitamin C, dan glutathione.

Selain itu, asparagus juga mengandung quercetin, isorhamnetin, dan kaempferol, yang dipercaya bisa menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah peradangan, melawan virus, serta sel kanker.

3. Meningkatkan kesehatan sistem pencernaan

Asparagus
Sayuran hijau asparagus

Tubuh sangat membutuhkan serat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Asparagus mengandung cukup banyak serat, yang bisa menjadi pilihan.

Setengah cangkir asparagus saja sudah mengandung 1,8 gram serat, atau setara dengan 7% kebutuhan serat harian.

Beberapa studi bahkan membuktikan, mengonsumsi makanan berserat bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes.

Karena asparagus mengandung serat cukup tinggi, tidak heran kalau sayuran hijau ini bisa melancarkan buang air besar secara teratur.

4. Mendukung perkembangan janin

Manfaat asparagus yang satu ini sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Sebab, kandungan folat yang dimiliki asparagus, dipercaya bisa mendukung perkembangan janin dan mencegah kelainan tabung saraf.

Selain untuk ibu hamil, makanan yang mengandung folat juga dibutuhkan oleh individu pada umumnya. Sebab, kekurangan folat bisa mengundang rasa letih.

Sekitar satu cangkir asparagus sudah mengandung 134 gram folat atau setara dengan 17% kebutuhan harian folat orang dewasa.

5. Menjaga kesehatan jantung

Seluruh komponen yang dibutuhkan untuk menyehatkan jantung, dimiliki oleh asparagus. Pertama, ada serat, yang diklaim mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan mencegah tekanan darah tinggi.

Kemudian, asparagus juga mengandung kalium. Menurut American Heart Association, kalium dapat mengontrol tekanan darah, sehingga penyakit jantung dapat dicegah.

Selain itu, asparagus memiliki antioksidan, yang bisa mencegah kerusakan jantung akibat radikal bebas.

6. Mencegah kanker

Selain mencegah penyakit jantung, manfaat asparagus lainnya adalah untuk melindungi tubuh dari penyakit kanker. Sebab, asparagus mengandung banyak antioksidan yang bisa melawan sel kanker dalam tubuh.

Selain itu, sebuah studi menemukan, kekurangan folat juga bisa menyebabkan berbagai macam kanker. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikannya.

Selain itu, serat yang dikandung asparagus juga bisa mencegah kanker usus besar. Sebuah penelitian membuktikan konsumsi makanan berserat tinggi bisa mengurangi risiko terkena kanker usus besar.

7. Berpotensi membantu turunkan berat badan

Memang belum ada riset yang membuktikan keampuhan asparagus dalam menurunkan berat badan.
Pertama, asparagus sangat rendah kalori. Selain itu, asparagarus juga mengandung banyak air. Dalam sebuah penelitian, makanan yang rendah kalori dan mengandung banyak air terbukti bisa membantu penurunan berat badan.

Apalagi, asparagus juga mengandung serat, yang seringkali dikaitkan dengan penurunan berat badan.

Risiko dan peringatan sebelum memakan asparagus

Asparagus
Makan asparagus juga ada risikonya

Perlu diingat, asparagus mengandung vitamin K dalam jumlah tinggi. Vitamin ini membantu tubuh dalam proses pembekuan darah.

Maka dari itu, jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menyantap asparagus.

Begitu pula halnya jika Anda ingin mengonsumsi asparagus dalam bentuk suplemen. Sebab, suplemen ini bisa mengganggu proses beberapa pengobatan.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/asparagus-benefits
Diakses pada 27 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/270805#nutrition
Diakses pada 27 Maret 2020

Artikel Terkait