Bijak Menggunakan Antiseptik dengan Mengenali Manfaatnya


Antiseptik adalah senyawa kimia yang membantu mensterilkan permukaan atau bahkan anggota tubuh yang terkontaminasi. Cairan ini juga membantu mencegah risiko infeksi pada kulit saat melaksanakan prosedur medis. Untuk penggunaan sehari-hari, pastikan Anda memiliki antiseptik yang aman agar terhindar dari risiko iritasi kulit.

(0)
antiseptik berguna untuk hand sanitizerAntiseptik terdapat dalam berbagai macam bentuk, mulai dari hand sanitizer hingga pembersih luka
Di masa pandemi Covid-19, Anda mungkin sudah tidak asing dengan antiseptik. Tidak hanya dapat membunuh mikroorganisme, cairan ajaib ini juga memiliki beragam jenis dan manfaat. Penting bagi Anda memahaminya agar lebih bijaksana dalam menggunakannya.

Apa itu antiseptik?

Antiseptik adalah senyawa kimia yang dapat membunuh dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme pada kulit. Umumnya, zat kimia yang terkandung dalam antiseptik adalah hidrogen peroksida yang efektif membunuh virus, bakteri, dan jamur. Jika digunakan untuk kulit manusia, hidrogen peroksida pada antiseptik biasanya memiliki konsentrasi yang rendah dan telah disesuaikan agar aman digunakan. Antiseptik berbeda dengan disinfektan. Disinfektan umumnya memiliki konsentrasi hidrogen peroksida yang lebih tinggi untuk digunakan pada permukaan benda mati, seperti kursi dan meja. 

Apa saja kegunaan dan manfaat antiseptik?

Manfaat antiseptik dalam dunia medis adalah mengurangi risiko infeksi selama melakukan operasi atau tindakan medis lainnya. Biasanya, antiseptik diberikan pada permukaan kulit atau membran mukosa (selaput lendir).Tidak hanya di dunia medis, ada berbagai jenis antiseptik yang memiliki kegunaan untuk kebutuhan rumah tangga hingga personal hygiene, seperti sabun antiseptik atau hand sanitizerBerikut beberapa jenis kegunaan dan manfaat antiseptik.

1. Mencuci tangan

sabun cuci tangan mengandung antiseptik
Antiseptik dalam sabun cuci tangan atau hand sanitizer bermanfaat membunuh kuman
Para tenaga kesehatan biasa menggunakan antiseptik untuk membersihkan tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medis. Tidak hanya itu, biasanya antiseptik dalam bentuk hand rub juga tersedia di lorong-lorong rumah sakit untuk para pengunjung, sebagai salah satu upaya pencegahan penularan penyakit

2. Mendesinfeksi membran mukosa

Membran mukosa atau selaput lendir adalah lapisan kulit tubuh bagian dalam yang juga bisa dibersihkan menggunakan antiseptik. Antiseptik dapat dioleskan ke uretra (saluran kencing), kandung kemih, dan vagina sebelum pemasangan kateter. Kegunaan antiseptik di sini juga dapat mengobati infeksi di area tersebut.

3. Membersihkan kulit sebelum operasi

Seperti yang telah disebutkan, manfaat antiseptik bagi dunia medis adalah mencegah risiko infeksi terjadi saat prosedur medis dilakukan.Sebelum melakukan tindakan operasi, dokter biasanya mengoleskan antiseptik di permukaan kulit pasien. Hal ini dilakukan untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme berbahaya yang mungkin saja ada di kulit pasien.

4. Mengobati infeksi luka di kulit

antiseptik untuk merawat luka bakar
Antiseptik dapat digunakan untuk merawat luka infeksi atau luka bakar
Saat terjadi luka, terdapat bukaan di kulit yang memungkinkan infeksi mikroorganisme terjadi. Anda dapat mengoleskan cairan antiseptik untuk membersihkan luka dan mengurangi risiko infeksi.

5. Mengobati infeksi tenggorokan dan mulut

Beberapa obat kumur dan tablet isap juga mengandung antiseptik yang dapat membantu meredakan masalah di rongga mulut, seperti sariawan dan sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri. 

Jenis antiseptik yang aman bagi kulit

Setelah memahami berbagai kegunaan antiseptik, penting bagi Anda untuk memahami jenis-jenisnya. Dengan begitu, Anda bisa mengerti label kemasan produk dan menggunakannya sesuai kebutuhan.Berikut beberapa jenis antiseptik yang umum digunakan, baik dalam dunia medis maupun di rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari.
  • Alkohol jenis etil (ethyl alcohol). Dapat ditemukan di beberapa produk pembersih rumah, hand sanitizer, dan alcohol swab
  • Senyawa amonium kuatener (quaternary ammonium). Dapat ditemukan di beberapa produk deterjen. 
  • Klorheksidin (chlorhexidine) atau biguanid pada beberapa obat kumur dan pembersih luka, hingga penggunaan sebelum operasi.
  • Peroksida (peroxide) dan permanganat (permanganate) pada beberapa produk deterjen dan pembersih luka.
  • Turunan fenol terhalogenasi pada beberapa produk sabun.
  • Turunan kuinolon (quinolone) pada beberapa produk obat pelega tenggorokan dan pembersih luka. 
Selain jenis-jenis antiseptik di atas, badan POM Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan beberapa jenis antiseptik yang sebaiknya dihindari dengan alasan keamanan, yaitu:
  • Alkohol jenis etanol dan isopropil
  • Povidone-iodine
  • Benzalkonium klorida
  • Benzethonium klorida
  • Chloroxylenol (PCMX)

Catatan dari SehatQ

Antiseptik merupakan disinfektan kulit yang dapat membunuh dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme, seperti virus, bakteri, dan jamur. Ada berbagai macam jenis antiseptik yang masing-masing memiliki manfaat sesuai dengan penggunaannya. Bijaklah dalam penggunaan antiseptik dengan mematuhi pedoman yang tertera pada kemasan. Penggunaan antiseptik yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan iritasi kulit hingga gangguan kesehatan lain. Apabila ada informasi lain, seperti efek samping lain cairan antiseptik, yang ingin Anda ketahui, Anda bisa menggunakan fitur  chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
antiseptikpenyembuhan lukacuci tangan
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-antiseptic#takeaway
Diakses pada 10 Mei 2021
DermNET NZ. https://dermnetnz.org/topics/antiseptic/
Diakses pada 10 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/antiseptic
Diakses pada 10 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait