Beragam Manfaat Antioksidan dan Makanan yang Jadi Sumbernya

(0)
01 Jun 2020|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Manfaat antioksidan dapat dirasakan dengan mengonsumsi vitamin E.Manfaat antioksidan bisa Anda peroleh dari berbagai sumber makanan sehat.
Manfaat antioksidan untuk tubuh ternyata tak main-main. Senyawa yang satu ini mampu menetralisir radikal bebas di dalam tubuh. Manfaat ini dipercaya mampu meningkatkan kesehatan badan secara keseluruhan.Produksi radikal bebas dalam tubuh bisa terjadi akibat faktor internal seperti peradangan, maupun faktor eksternal, misalnya polusi, paparan ultraviolet, serta kebiasaan merokok.

Manfaat antioksidan dalam melawan radikal bebas

Senyawa antioksidan mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang juga disebut sebagai stres oksidatif. Kondisi stres oksidatif ini berpotensi meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung, kanker, radang sendi, stroke, penyakit pernapasan, gangguan sistem imun, emfisema, penyakit Parkinson, serta penyakit peradangan maupun kondisi iskemik lainnya.Oleh karena itu, mengonsumsi antioksidan dipercaya mampu mengurangi risiko terhadap berbagai gangguan kesehatan tersebut. Berdasarkan sebuah penelitian, antioksidan terbukti mampu menghancurkan radikal bebas. Riset lainnya memperlihatkan bahwa mengonsumsi suplemen antioksidan dapat meringankan kondisi penurunan kemampuan penglihatan, yang berhubungan dengan degenerasi makula pada lansia.

Sumber antioksidan bisa Anda peroleh dari sini

Wortel menjadi salah satu sumber antioksidan.
Ada ratusan bahkan ribuan senyawa yang dipercaya mampu bertindak sebagai antioksidan. Masing-masing senyawa tersebut memiliki peran tersendiri dan bisa berinteraksi satu sama lain untuk membantu kinerja tubuh dengan efisien.Sebenarnya, “antioksidan” bukanlah nama asli dari senyawa-senyawa tersebut. Istilah itu mengacu pada sifat berbagai senyawa itu.  Untuk memperoleh antioksidan, Anda disarankan mengonsumsi sederet nutrisi dari sumber-sumber makanan berikut ini.
  • Vitamin A: produk susu, telur, hati sapi
  • Vitamin C: buah dan sayur, terutama beri, jeruk, dan paprika
  • Vitamin E: kacang-kacangan dan biji-bijian, minyak sayur, sayuran berdaun hijau
  • Beta-karoten: buah dan sayur berwarna cerah, seperti wortel, bayam, kacang polong, serta mangga
  • Likopen: buah dan sayur berwarna merah muda serta merah, seperti tomat dan semangka
  • Lutein: sayur berdaun hijau, jagung, pepaya, jeruk
  • Selenium: gandum, jagung, beras, kacang-kacangan, polong-polongan, telur, keju
Selain itu, sumber makanan berikut ini juga dipercaya memiliki sifat antioksidan:
  • Kacang merah dan kacang hitam
  • Terong
  • Teh hijau dan teh hitam
  • Buah anggur merah
  • Cokelat hitam
  • Delima
  • Goji beri
Perlu Anda ingat, sumber makanan dengan warna-warna mencolok, biasanya kaya akan antioksidan.

Apakah suplemen antioksidan efektif tingkatkan kesehatan tubuh?

Mengonsumsi sumber-sumber makanan di atas dengan sifat antioksidannya, dapat memerangi radikal bebas penyebab kerusakan sel tubuh. Namun, bagaimana halnya dengan suplemen antioksidan? Ternyata, mengonsumsi suplemen antioksidan membawa risiko tersendiri. Beberapa penelitian membuktikan, mengonsumsi suplemen antioksidan, malah bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

1. Suplemen beta-karoten:

Sebuah riset di Finlandia dilakukan dengan melibatkan para pria perokok berat yang mengonsumsi suplemen beta-karoten. Hasilnya, muncul peningkatan drastis terhadap kanker paru-paru. Bahkan, riset harus dihentikan di tahap awal, karena para peneliti menemukan kenaikan signifikan kanker paru-paru pada responden yang mengonsumsi supplemen tersebut, dibandingkan mereka yang mendapatkan obat kosong atau plasebo.

2. Suplemen beta-karoten dengan kombinasi vitamin A:

Penelitian lainnya dilakukan pada para perokok berat serta orang-orang yang terpapar asbes. Mereka diminta mengonsumsi suplemen beta-karoten yang dikombinasikan dengan vitamin A. Hasilnya, terlihat adanya peningkatan kasus kanker paru-paru.

3. Suplemen vitamin C, vitamin E, beta-karoten, selenium, dan zinc:

Angka kasus kanker kulit meningkat pada para wanita yang mengonsumsi vitamin C, vitamin E, beta-karoten, selenium, dan zinc.

4. Suplemen vitamin E:

Suplemen vitamin E terbukti meningkatkan risiko kanker prostat sebesar 17% pada pria sehat, dibandingkan dengan para pria yang mengonsumsi obat kosong. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan lebih dari 35 ribu pria berusia di atas 12 tahun.Antioksidan dosis tinggi juga bisa mengganggu efektifitas obat-obatan tertentu. Suplemen vitamin E bisa memberikan efek samping berupa pengencer darah, serta meningkatkan risiko perdarahan pada orang-orang yang memang sudah mengonsumsi obat pengencer darah.Selain itu, beberapa riset menyatakan bahwa konsumsi suplemen antioksidan selama menjalani perawatan kanker, bisa mengurangi efektivitas perawatan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen tertentu.

Catatan dari SehatQ:

Proses memasak bisa memengaruhi tingkat antioksidan sayur maupun buah. Misalnya, ketika tomat dipanaskan, kandungan likopen di dalamnya menjadi lebih mudah dicerna tubuh untuk kemudian digunakan.Namun, kembang kol dan kacang polong malah akan kehilangan banyak antioksidan ketika dimasak. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengonsumsi berbagai macam sayur dan buah sumber antioksidan, baik itu yang mentah maupun sudah dimasak.
makanan sehatdiet sehatantioksidan
Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/301506
Diakses pada 16 Mei 2020
Harvard T.H. Chan.
https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/antioxidants/
Diakses pada 16 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait