8 Manfaat Alat Musik bagi Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

Bermain alat musik juga dapat membuat kemampuan otak anak lebih terasah
Alat musik seperti piano dapat membuat kemampuan otak anak lebih terasah

Banyak hal yang bisa menjadi pilihan orangtua dalam menggali potensi dalam diri anak ketika mereka memasuki usia balita (3-5 tahun). Selain mengikutsertakannya pada berbagai kegiatan olahraga, anak juga sudah bisa mulai dikenalkan dengan alat musik, baik alat musik tradisional maupun modern.

Tidak semua anak yang berlatih musik di usia dini dapat menjadi penerus Beethoven atau menjadi prodigy seperti pianis kelahiran tahun 2003, Joey Alexander. Tetapi, setidaknya banyak manfaat bermain alat musik yang dapat dirasakan oleh anak ketika ia menekuni kegiatan yang menyenangkan ini.

Apa saja manfaat alat musik untuk anak-anak?

Bermain musik tidak hanya membuat anak senang mendengar lagu dan bernyanyi mengikuti iramanya. Lebih dari itu, seni musik juga dapat meningkatkan kemampuan otak anak hingga membuatnya lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya.

Berikut beberapa manfaat alat musik yang dapat dirasakan oleh anak-anak:

  • Skill berbahasa: bermain alat musik terbukti dapat meningkatkan kapasitas otak kiri manusia yang berhubungan dengan kemampuan berbahasa sehingga anak dengan kegiatan seni musik cenderung memiliki artikulasi kata dan kemampuan membaca yang lebih baik dibanding mereka yang tidak ikut kegiatan bermusik.

  • Pertumbuhan otak: studi menunjukkan bahwa bermain alat musik dapat menstimulasi otak, lebih tepatnya membangun jaringan saraf yang baru kemudian meningkatkan kinerja otak itu sendiri.

  • Memori, fokus, dan konsentrasi: anak yang berlatih alat musik terbukti memiliki memori yang baik serta lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu dalam periode tertentu.

  • Pandai matematika: anak yang berlatih alat musik juga banyak yang pandai matematika, mulai dari matematika dasar hingga tingkat lanjut seperti kemampuan membayangkan perubahan bentuk tertentu.

  • Meningkatkan koordinasi: sama seperti berolahraga, bermain alat musik juga dapat meningkatkan kemampuan motorik anak. Saat memainkan piano, misalnya, anak harus mengoordinasikan jari dengan telinga dan matanya sehingga otak dan otot harus melakukan sinkronisasi.

  • Melatih disiplin: ketika anak sudah pada level menengah atau lanjut, Anda dapat mengatur target dalam kegiatan seni musiknya. Hal ini akan mengajarkannya tentang disiplin dan komitmen, begitu pula kerja keras dan kesabaran. Ketika anak berhasil mencapai target, berikan pujian atas pencapaiannya sehingga anak merasakan kebanggaan atas disiplin yang diterapkannya selama ini.

  • Kemampuan sosial: ketika anak bergabung dengan band atau kelompok menyanyi, maka musik dikatakan memiliki fungsi sosial. Lewat musik, anak akan belajar empati kepada orang lain.

  • Mengekspresikan diri sendiri: terakhir, memainkan alat musik dapat membuat anak tidak segan untuk mengekspresikan diri sambil mengeksplorasi bakatnya.

Untuk memaksimalkan manfaat alat musik bagi anak, orangtua harus memperhatikan ketertarikan dari anak itu sendiri. Orangtua sebaiknya jangan memaksakan alat musik tertentu, jika memang anak tidak tertarik atau alat musik tersebut tidak sesuai dengan kepribadian anak.

Mengenalkan alat musik kepada anak

Setelah mengetahui manfaat musik di atas, orangtua mungkin akan bertanya kapan waktu terbaik untuk mengenalkan alat musik kepada anak. Selain itu, alat musik apa yang sebaiknya diperkenalkan terlebih dahulu kepada anak?

Secara garis besar, mengenalkan alat musik kepada anak dapat dikategorikan menjadi tiga fase:

  • Fase pertama dilakukan secara informal dengan mengenalkan sedini mungkin, bahkan ketika anak baru lahir ke dunia. Orangtua dapat mengenalkan bunyi-bunyian tertentu, misalnya nyanyian dari kotak musik atau rekaman lagu dari pemutar musik.

  • Fase kedua dilakukan ketika anak berusia 3 tahun ke atas dengan memasukkannya ke institusi musik. Namun, anak belum akan diajarkan bermain alat musik, melainkan mengenalkannya dengan melodi, irama, serta jenis alat musik terlebih dahulu.

  • Fase ketiga dilakukan ketika anak berusia 6-9 tahun, yakni dengan mulai memberikan materi seni musik dan mengenalkannya pada alat musik yang lebih spesifik sesuai dengan minatnya.

Hingga kini, tidak ada patokan mengenai alat musik apa yang sebaiknya diperkenalkan terlebih dahulu kepada anak. Namun, jenis alat musik yang biasanya diperkenalkan secara dini adalah piano dan biola, bisa juga gitar, ukulele, maupun rekorder.

Selain itu, Anda juga dapat memilihkannya berbagai alat musik tradisional dari negara sendiri, atau bahkan dari negara lain. Selain memberi manfaat seni musik seperti telah disebutkan di atas, mengenalkan alat musik tradisional juga sekaligus menanamkan pengetahuan tentang tradisi dan budaya di balik alat musik tersebut pada anak.

Parents. https://www.parents.com/kids/development/intellectual/6-benefits-of-music-lessons/
Diakses pada 7 November 2019

Learning Potentials Government Australia. https://www.learningpotential.gov.au/musical-benefits
Diakses pada 7 November 2019

PBS Kids. https://www.pbs.org/parents/thrive/whats-the-right-age-to-begin-music-lessons
Diakses pada 7 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed