Manfaat Akupuntur untuk Kesehatan yang Terbukti Secara Ilmiah

Manfaat akupuntur sangat beragam mulai dari redakan nyeri hingga stres
Manfaat akupuntur untuk kesehatan sangatlah beragam

Banyaknya manfaat akupuntur pada pasien yang pernah menjalaninya, membuat metode pengobatan ini kian populer. Bahkan, saat ini akupuntur sudah menjadi salah satu cabang keilmuan dari pendidikan kedokteran spesialis.

Akupuntur dipercaya bisa membantu meredakan berbagai penyakit seperti obesitas, nyeri kronis, hingga mengatasi masalah kesuburan. Melihat hal tersebut, Anda dapat memasukkan metode ini menjadi salah satu pilihan perawatan.

Cara kerja akupuntur di tubuh

Akupuntur dipercaya dapat membantu melancarkan aliran darah di tubuh

Secara tradisional, akupuntur dipercaya dapat membantu melancarkan aliran energi di tubuh. Energi baik ini, disebut dengan Chi. Para praktisi akupuntur tradisional percaya, jika Chi tidak mengalir dengan baik, maka tubuh akan sakit.

Secara ilmiah, akupuntur dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit, karena metode ini dapat menstimulasi saraf sensorik yang terdapat di bawah kulit dan otot.

Ketika saraf sensorik ini terstimulasi, maka tubuh akan memproduksi hormon alami yang bisa meredakan rasa sakit, seperti endorfin. Zat inilah yang dianggap membuat akupuntur berkhasiat untuk meredakan rasa sakit.

Dengan menjalani akupuntur secara berkala, Anda bisa menghilangkan rasa sakit lebih lama, dibandingkan hanya dengan satu kali akupuntur.

Manfaat akupuntur untuk sembuhkan penyakit

Salah satu manfaat akupuntur adalah untuk meredakan nyeri kronis seperti sakit leher

Akupuntur dipercaya bisa membantu menyembuhkan penyakit, seperti:

Tidak hanya itu, akupuntur juga disebut dapat menjadi solusi beberapa kondisi, di antaranya:

• Nyeri haid

Penelitian secara ilmiah mengenai manfaat akupuntur yang bisa membantu meredakan nyeri haid memang masih terbatas. Namun, bagi wanita yang merasa sangat kesakitan saat datang bulan (dysmenorhea), akupuntur dapat membantu mengurangi nyeri akibat kram menstruasi.

• Kesuburan

Akupuntur dianggap baik untuk kesuburan, karena dapat membantu meredakan gangguan kecemasan serta stres yang timbul, pada wanita yang sedang menjalani perawatan untuk kesuburannya.

Selain itu, akupuntur juga bisa melancarkan aliran darah ke rahim atau uterus. Jika aliran darah ke uterus lancar, maka produksi sel telur juga akan meningkat.

• Efek samping perawatan kanker

Kemoterapi dapat menimbulkan efek samping bagi pasien yang menjalaninya, seperti mual dan muntah. Akupuntur dipercaya dapat membantu meredakan kedua hal tersebut.

Sehingga, tidak heran jika saat ini, akupuntur kerap dijadikan perawatan pendamping pada pasien kanker. Namun, tingkat kebersihan tindakan akupuntur untuk pasien kanker harus benar-benar terjaga. Metodenya juga harus tepat.

Sebab, sistem imun pasien kanker yang menjalani kemoterapi, sedang menurun.

• Cedera lutut

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan, pasien yang telah selesai melakukan operasi lutut, lebih sedikit mengonsumsi obat pereda nyeri, setelah menjalani perawatan akupuntur.

Perawatan akupuntur juga disebut dapat membantu meredakan nyeri kronis di lutut akibat peradangan pada sendi (osteoartritis), dalam jangka pendek.

Hingga saat ini, memang belum ada penelitian yang dapat membuktikan akupuntur sebagai metode penyembuhan segala penyakit. Meski begitu, tidak ada salahnya Anda memilih akupuntur sebagai salah satu metode perawatan, oleh dokter yang tepat.

Perhatikan juga risiko melakukan akupuntur

Jika Anda memiliki kelainan darah, sebaiknya tidak melakukan akupuntur

Sama seperti jenis perawatan lainnya, akupuntur juga memiliki sederetan risiko yang perlu Anda perhatikan. Risiko akupuntur yang paling umum termasuk nyeri, perdarahan ringan, atau memar di area yang ditusuk jarum.

Risiko infeksi saat akupuntur sebenarnya rendah, karena setiap jarum digunakan untuk satu orang. Sehingga, risiko penularan pun kecil. Anda berisiko lebih besar mengalami komplikasi saat melakukan akupuntur apabila:

• Memiliki riwayat kelainan darah

Orang yang memiliki riwayat kelainan darah berisiko lebih tinggi mengalami perdarahan atau memar akibat akupuntur. Risiko juga akan meningkat apabila Anda mengonsumsi obat pengencer darah.

• Menggunakan alat pacu jantung

Ada jenis akupuntur tertentu yang menggunakan sedikit daya elektrik pada jarum. Daya elektrik ini bisa mengganggu cara kerja alat pacu jantung.

• Sedang hamil

Beberapa jenis akupuntur, disebutkan serupa dengan stimulasi melahirkan. Hal ini dapat memicu terjadinya kelahiran prematur.

Meski manfaat akupuntur begitu beragam, Anda tetap harus berhati-hati dalam menjalaninya. Jika Anda ingin mencoba metode ini, datanglah ke dokter spesialis akupuntur yang terpercaya, untuk mengurangi risiko terjadinya kesalahan prosedur serta komplikasi lainnya.

Very Well Family. https://www.verywellhealth.com/acupuncture-health-uses-88407
Diakses pada 20 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/acupuncture/about/pac-20392763
Diakses pada 20 Agustus 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/acupuncture/
Diakses pada 20 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/features/acupuncture-pain-killer#1
Diakses pada 20 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed