logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Manajemen ASIP: 6 Hal yang Perlu Orang Tua Tahu

open-summary

Manajemen ASIP penting bila ibu menyusui eksklusif dan kembali bekerja. Salah satu caranya adalah menyimpan ASI perah untuk diberikan kepada si Kecil dengan cup feeder.


close-summary

11 Mei 2021

| Larastining Retno Wulandari

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Manajemen ASIP saat ibu bekerja diperlukan agar asupan ASI tidak terputus

Manajemen ASIP diperlukan ibu yang bekerja agar bayi tetap mendapatkan asupan ASI

Table of Content

  • Manajemen ASIP untuk ibu yang bekerja
  • Catatan dari SehatQ

Manajemen ASIP atau ASI perah diperlukan untuk ibu yang yang menjalani program ASI eksklusif tapi kerap kali berpisah dengan bayi, misalnya saat bekerja.

Advertisement

Ini penting karena bukan hanya jarang menyusui menyebabkan produksi ASI berkurang dan bahkan berhenti, hal ini juga dapat berdampak pada asupan nutrisi bayi.

Riset dari Reviews in Obstetrics & Gynecology juga menyatakan bahwa bila bayi tidak rutin diberikan ASI, maka ia rentan jatuh sakit akibat infeksi.

Agar hal tersebut tidak terjadi, Anda perlu melakukan manajemen ASIP agar si Kecil tetap mendapatkan ASI eksklusif meski Anda sedang di luar rumah.

Manajemen ASIP untuk ibu yang bekerja

Ada beberapa aspek yang harus Anda perhatikan dalam mengelola ASI perah agar bisa segalanya bisa berjalan dengan optimal.

Lantas, bagaimana manajemen ASI perah yang tepat?

1. Memerah ASI dengan tepat

Pompa ASI dengan tepat adalah salah satu hal yang harus diperhatikan pada manajemen ASIP
Pompa ASI dengan tepat adalah salah satu hal yang harus diperhatikan pada manajemen ASIP

Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan saat memerah ASI, yaitu dengan tangan, dengan pompa manual, dan dengan pompa elektrik. Ketiganya tentu memiliki cara yang berbeda-beda.

Inilah cara memerah ASI dengan tangan yang benar:

  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air bersih agar ASI tidak terkontaminasi. bakteri dan puting tidak infeksi.
  • Bersihkan payudara dengan lap yang sudah diberi air hangat
  • Pijat lembut pada payudara sebelum memerah ASI agar susu mudah mengalir
  • Taruh wadah ASI yang sudah bersih tepat di bawah payudara untuk menampung ASI.
  • Pegang payudara Anda dengan satu tangan. Pada tangan lainnya, bentuk ibu jari dan telunjuk menyerupai huruf C.
  • Dalam menjalankan manajemen ASIP dengan tepat, perah ASI dengan lembut di luar lingkaran hitam payudara (areola). Pastikan Anda menjauhi puting karena justru membuat Anda merasa sakit.
  • Kurangi tekanan secara bertahap, lalu ulangi lagi langkah di atas sampai menemukan ritme yang tepat.
  • Ketika alirannya berkurang, perah ASI di sisi payudara selanjutnya. Lakukan hal yang sama hingga ASI menetes sangat pelan atau berhenti sama sekali.

Baca Juga

  • Berbagai Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Salah Satunya untuk Eksim
  • Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir, Berapa Banyak? Ini Penjelasannya
  • Kenali Hemangioma, Stroberi Kenyal yang Menodai Kulit Bayi

Sementara itu, jika Anda ingin memilih pompa ASI manual sebagai untuk melakukan manajemen ASIP, ini yang bisa Anda lakukan:

  • Cuci tangan, botol, dan pompa ASI.
  • Pastikan Anda sudah berada pada posisi nyaman.
  • Pastikan cup untuk payudara sudah terpasang dengan tepat, yaitu berada di tengah bagian atas puting.
  • Pompa ASI dan tunggu beberapa saat agar susu keluar.
  • Setelah itu, buat kecepatan pompa ASI agar sesuai dengan isapan bayi dari mulut.
  • Ganti ke sisi payudara lainnya setiap 5 menit dan pastikan Anda merangsang kedua payudara selama 15 menit.
  • Setelah selesai, lepaskan cup payudara, pastikan botol ASI tertutup sempurna.
  • Segera cuci pompa ASI dengan air dan sabun hangat.

Ini yang bisa Anda ikuti bila ingin melakukan manajemen ASIP dengan menggunakan alat perah elektrik:

  • Baca instruksi yang disediakan pada produk pompa ASI.
  • Cuci tangan dan alat pompa.
  • Pastikan Anda sudah merasa nyaman.
  • Letakkan cup payudara, lalu pegang. Pastikan cup berada di bagian tengah dan berpusat di atas puting.
  • Hidupkan mesin, tunggu air susu mengalir dalam 2 menit.
  • Pastikan Anda ubah kecepatannya sesuai gerakan bibir bayi. Pastikan pula ini tidak menyakitkan payudara Anda.
  • Bila aliran ASI berkurang atau berhenti sama sekali, matikan pompa elektrik.
  • Lepaskan cup payudara, tutup botol sgera.
  • Cuci seluruh peralatan dan tangan Anda setelah memompa.

2. Teliti cara menyimpan ASIP

Pastikan menyimpan ASIP di wadah yang tidak mengandung Bisphenol A
Pastikan menyimpan ASIP di wadah yang tidak mengandung Bisphenol A

Manajemen ASIP juga berkaitan dengan cara penyimpanan ASI perah (kasih link).

Menurut Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), tempat menyimpan ASI terbaik adalah botol kaca. Bila tidak ada, Anda bisa menggunakan botol tanpa bisphenol A (BPA).

Pastikan Anda menuang ASI hanya sebanyak 3/4 botol dan setelahnya tutup botol rapat-rapat. ASI yang penuh justru membuat botol pecah ketika ASIP membeku.

Saat sudah memasukkan ASIP ke dalam botol atau wadah plastik, jangan lupa tuliskan jam dan tanggal perah.

Kemudian, simpan ASIP di tempat dingin, seperti kulkas, freezer bagian belakang, atau cooler bag.

Ketika bayi lapar, selalu berikan ASIP yang paling terakhir diperah agar bayi mendapat ASI yang masih “segar” dan kandungannya masih terjaga.

Namun apabila Anda memiliki stok ASIP yang berlebihan, Anda bisa menggunakan metode First In First Out. Artinya, ASI yang paling pertama diperah diberikan terlebih dahulu.

3. Perhatikan daya tahan ASIP

Daya tahan ASIP di kulkas belakang adalah 5 hari
Daya tahan ASIP di kulkas belakang adalah 5 hari

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), daya tahan ASI bergantung dengan tempat penyimpanannya, yaitu:

  • Suhu ruangan maksimal 25 derajat Celcius, daya tahan ASI hanya selama 6-8 jam.
  • Cooler bag tertutup dengan suhu -15 hingga 4 derajat Celcius, air susu mampu bertahan selama 24 jam.
  • Kulkas bagian belakang, ASI perah akan bertahan hingga 5 hari.
  • Freezer 1 pintu dengan suhu -15 derajat Celcius: 2 minggu
  • Freezer 2 pintu dengan suhu -18 derajat Celcius: 3-6 bulan
  • Freezer pintu di atas dengan suhu -20 derajat Celcius: 6 sampai 12 bulan.

Sebaiknya, segera berikan ASI segar setelah diperah kepada bayi.

Meski tidak rusak, menyimpan ASI terlalu lama menyebabkan kualitas ASI berkurang.

Menurut riset terbitan Breastfeeding Medicine, ASI yang disimpan selama 90 hari pada suhu kurang dari -20 derajat Celcius menurunkan kadar lemak dan kalori.

Selain itu, bila disimpan dengan suhu kurang dari -5 derajat Celcius, maka antioksidannya pun berkurang.

Riset dari Acta Paediatrica pun juga menemukan kadar vitamin C berkurang drastis saat ASI perah disimpan di dalam freezer selama 1 bulan.

4. Ketahui cara menghangatkan ASI

Cara menghangatkan ASI adalah dengan merendamnya ke dalam air dingin
Cara menghangatkan ASI perah adalah dengan merendamnya ke dalam air dingin

Manajemen ASIP lainnya yang harus Anda perhatikan adalah cara menghangatkan ASI yang sudah didinginkan atau dibekukan di dalam freezer

Agar tidak rusak, IDAI merekomendasikan Anda untuk menghangatkan ASI dengan cara sebagai berikut:

  • Bila ASI beku, pindahkan ASI dari freezer ke pendingin (chiller) kulkas biasa semalaman. Anda juga bisa celupkan wadah ASI ke air berisi air dingin. Berikan kehangatan perlahan-lahan agar ASI tidak rusak.
  • Bila ASI berada di dalam kulkas, celup botol atau wadah ASI ke dalam air hangat selama beberapa menit. Tidak diperbolehkan menghangatkannya langsung dari kompor dan microwave. Selain menghilangkan kadar antibodi pada ASI, suhu akan terlalu panas dan membuat bayi sakit hingga melepuh. Tetes di pergelangan tangan Anda untuk memastikan suhu ASI perah tidak terlalu panas.
  • Segera berikan ASI perah selama 24 jam setelah dihangatkan. ASI yang sudah dihangatkan jangan dibekukan kembali
  • Goyang atau aduk perlahan komponen ASI yang terpisah agar kembali menyatu.

5. Pastikan persediaan ASIP mencukupi

Stok ASI perah per hari umumnya sebanyak 450 sampai 1.200 ml per hari
Stok ASI perah per hari umumnya sebanyak 450 sampai 1.200 ml per hari

Manajemen ASIP juga harus memerhatikan pemenuhan asupan harian ASIP pada bayi. Kebutuhan ASI bayi usia 1-5 bulan adalah 750 ml per hari

Namun, secara umum, asupan ASI perah per hari sebanyak 450 hingga 1.200 ml per hari.

Untuk menghitung rata-rata jumlah ASI perah dalam sekali minum, cara menghitungnya adalah: (jumlah ASI yang diminum/jumlah jadwal menyusui dalam sehari).

Semisal ia minum ASIP sebanyak 750 ml dalam 9 kali sehari, maka jumlah ASI dalam sekali minum adalah 83,3 ml.

6. Cara memberikan ASI perah

Berikan cup feeder agar terhindar dari bingung puting akibat dot susu
Berikan cup feeder agar terhindar dari bingung puting akibat dot susu

Dalam menjalankan manajemen ASIP, AIMI menyarankan wadah pemberian ASI perah yang ideal adalah cangkir atau cup feeder.

Dot tidak direkomendasikan karena membuat bayi alami bingung puting.

Selain itu, dot pun berisiko menimbulkan masalah gigi. Dot pun juga sulit dibersihkan sehingga berisiko alami diare.

Cara memberikan ASI perah selanjutnya adalah dengan melatihnya untuk tidak bersama ibu selama disusui. Sebab, ini membuatnya akan terbiasa bila harus ditinggal ibu untuk bekerja.

Agar tetap aman, cara memberikan ASI adalah memangku bayi dengan tegak dan tangan Anda menopang punggungnya dengan satu tangan.

Lalu, dekatkan feeding cup ke bagian bibir bagian bawah. Aliri perlahan-lahan agar bayi bisa menjilat dan menikmati setiap tegukannya.

Jangan tuangkan ASI langsung banyak-banyak agar bayi tidak tersedak.

Catatan dari SehatQ

Manajemen ASIP diperlukan bila Anda kerap terpisah jarak oleh Si Kecil. Jadi, meski tidak bertemu buah hati Anda, hal ini tidak menghalangi Anda untuk memberikan nutrisi terbaik untuknya.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait manajemen ASIP, Anda bisa temui dokter anak yang juga menjadi konselor ASI. Anda juga bisa hubungi dokter secara gratis melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

bayi & menyusuiproduksi asimenyusuiasi eksklusifcara menyimpan asiibu menyusuiasi perah

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved